Senjakala Mesin V10

Senjakala Mesin V10

Sudah pada prinsipnya ketika jumlah silinder ganjil digunakan, maka akan menciptakan getaran berlebih. Namun aliran torsi lebih tinggi dengan powerband tenaga yang lebih baik, membuat mesin silinder ganjil tetap menjadi pilihan.

Untuk mobil performa tinggi, tentu bukan jumlah ganjil 3 atau 5, namun 10 yang digunakan. Loh, 10 kan genap? Ya, tentu saja bukan mesin 10 inline (segaris) yang kami maksud, melainkan 10 dengan konfigurasi V. Yang artinya terdiri dari dua deret mesin 5 silinder yang bertemu pada satu buah crankshaft dengan sudut tertentu.

Mesin dengan konfigurasi ini menawarkan grafik tenaga yang unik. Tenaga dan torsi yang besar, namun tak juga lantas menimbulkan getaran karena setiap letupan silinder langsung diseimbangkan lagi oleh silinder di sisi berlawanan. Jadi jangan heran jika suara knalpot dari mesin V10 memiliki karakter yang khas.

Penggunaan mesin V10 memang tak bisa dibilang sukses di semua pabrikan. Bahkan seiring dengan tuntutan akan mobil yang bermesin efisien dan rendah emisi, unit V10 sulit untuk bersaing dan dikabarkan akan segera punah. Mesin V8 yang lebih efisien dan V12 yang lebih bertenaga, bernasib lebih baik. Namun meski demikian, mesin V10 tetaplah berhasil menjadi salah satu cara terbaik untuk menyajikan mobil berperforma tinggi dengan karakter yang khas.

Berikut adalah beberapa mesin V10 menurut Carscoops yang memiliki nasib baik di industri otomotif.

Dodge Viper

Viper bermesin V10 Tahun 90an adalah era kejayaan merek Chrysler dengan mesin V10 mereka. Lama sebelum Fiat Chrysler Automotive (FCA) terbentuk. Kala itu merek Chrysler mempunyai produk berupa Dodge Viper, sebuah sportscar yang menawarkan desain dan kekuatan mesin yang membuatnya layak dipacu sebagai roadcar ataupun balap.

Mesin V10 8.0 liter yang digunakan pada awal peredaran Viper pun membesar seiring perkembangan modelnya. Pada generasi awal di tahun 1992, mesin 8.0 liter yang digunakan hanyalah mampu menelurkan tenaga 400 dk. Saat terakhir Viper diproduksi, mesinnya sudah naik menjadi 8.4 liter dengan imbuhan berbagai perangkat yang membuat tenaganya melonjak hingga 640 dk. Mesin ini juga digunakan pada Dodge Ram 1500. Judulnya tentu saja bukan Sportscar, namun Super-truck.

Lamborghini Gallardo

Lamborghini LP560 Pengembangan mesin V10 di Lamborghini pada era yang sama dengan Chrysler mengembangkan Dodge Viper memang bukan kebetulan. Tahun 1987 hingga 1994, Chrysler menguasai saham di Lamborghini. Saat itu mereka meminta para insinyur Lamborghini untuk meracik mesin V10 untuk Viper.

Namun, alih-alih menggunakannya juga untuk model produksi mereka sendiri, Lamborghini pun meracik mesin yang lebih kompak. Konfigurasinya tetap V10, namun kapasitasnya tereduksi hingga 3.0 liter menjadi hanya 5.0 liter. Namun, tenaganya lebih besar daripada V10 8.0 liter Viper, yakni mencapai 493 dk.

Hingga saat ini, penerus Gallardo yakni Huracan turut menggunakan mesin dengan konfigurasi ini. Meski pabrikan lain sudah menyematkan turbo atau supercharged, namun Lamborghini yang di era ini sudah dipegang oleh Audi AG, tetap mempercayakan Naturally Aspirated untuk mesinnya. Tenaga untuk Huracan LP560 adalah 560 dk dan LP610 adalah 610 dk.

Audi RS6

Konstruksi mesin V10 Lamborghini sempat berpindah tangan sebelum akhirnya Audi mengambil alih di tahun 1999. Kerjasama inipun dimanfaatkan Audi dengan baik untuk meningkatkan performa mobil sports mereka, RS-Series. Tapi pengembangan mesin V10 dimulai sejak mereka meluncurkan sedan sportnya, S6 dan S8.

Mesin 5.0 liter V8 dijelaskan Carscoops disematkan untuk membuat sedan yang lebih capable mengalirkan performa. Ketika RS6 dikembangkan, kapasitasnya pun ditingkatkan menjadi 5.2 liter dengan penggunaan teknologi TFSI di mana dua buah turbo dicangkokkan. Alhasil mesin ini bisa menelurkan daya hingga 579 dk.

VW Touareg

Touareg dengan mesin diesel V10

Sebagai perusahaan induk dari Audi dan Lamborghini, Volkswagen tentu saja memiliki kesempatan untuk mengembangkan mesin V10 juga. Namun dengan branding Volkswagen sebagai kendaraan massal, maka mereka memproduksi mesin yang juga lebih mudah ditemui banyak pengguna.

Sebagai pemimpin pasar Eropa, mereka pun menggunakan format V10 pada mesin diesel. Aplikasinya pun disematkan pada unit-unit mobil yang termasuk premium, seperti Phaeton Sedan dan Touareg. Unit 4.9 dan 5,0 liter dengan tenaga yang bisa melecut hingga 345 dk dengan konfigurasi diesel dipercaya bisa memberikan tenaga buas tanpa harus mengorbankan efisiensi.

Mesin inipun memungkinkan VW menawarkan tenaga jauh lebih besar dibandingkan mesin V8 yang sebelumnya digunakan. Sayangnya, meski torsi dan tenaga lebih besar, emisinya tak tertolong, sementara Eropa tengah gencar mengurangi polusi. Alhasil mesin inipun dihentikan penggunaannya pada 2010.

Porsche Carrera GT

Mobil balap yang legal untuk jalan raya Meski Porsche masih ada keterkaitan dengan Volkswagen, namun pengembangan mesin 10 silindernya tak ada hubungan sama sekali. Bahkan Porsche sudah bisa mengembangkan lebih dulu mesin V10.

Kala itu mesin V10 digunakan Porsche untuk unjuk gigi di ajang balap Le Mans. Setelah berhasil unit mesin tersebut lantas didesain ulang untuk aplikasi di F1. Setelah didapatkan racikan paling sempurna hasil riset di dunia balap, maka mesin V10 dengan kapasitas 5.7 liter pun mendapatkan rumah paling cocoknya pada Carrera GT.

Street legal sportscar ini merupakan salah satu mobil terbaik dengan performa paling sempurna hasil racikan Porsche. 1.270 unit mobil bertenaga 612 dk berhasil didistribusikan sebelum akhirnya dihentikan pada 2007.

BMW M5

M5 terakhir dengan mesin V10 Pabrikan Jerman lain yang juga turut mengembangkan mesin dengan 10 tabung kompresi adalah BMW. Pada sedan mewah dengan kapabilitas performa tinggi tersebut, mereka menyematkan unit berkode S85B50 pada bodi BMW M5 E60.

Mesin ini merupakan unit V10 pertama yang pernah diracik BMW. Tujuan penggunaan konfigurasi ini disebutkan untuk mendapatkan mesin yang bisa memberikan putaran tinggi dengan grafik tenaga yang panjang. Jadi jangan heran jika redlinenya tercatat di angka 8.250 rpm.

Mesin 507 daya kuda ini memiliki rasio kompresi yang cukup besar untuk mesin bensin yakni 12,0: 1. Meski bukanlah mesin V10 paling bertenaga yang ada di dunia, namun penggunaannya di sebuah sedan 4 pintu sempat membuat M5 menjadi model mobil sedan 4 pintu terkuat di jamannya. Tak hanya itu, mesinnya pun sempat mendapat beberapa penghargaan prestisius.

Lexus LFA

Mesin LFA kolaborasi dengan Yamaha Lexus menjadi lahan implementasi teknologi terdepan Toyota dalam pengembangan mobil mewah dengan performa tinggi. Salah satunya adalah mesin V10 4.8 liternya.

Mesin ini digunakan Lexus pada model LFA. Kendaraan sportscar Coupe dan Roadster ini menggunakan mesin dengan tenaga brutal mencapai 560 dk yang membuatnya bisa mencapai kecepatan tertinggi di level 325 km/jam.

Mesin ini dikembangkan Toyota bersama Yamaha, namun berbeda dengan sebelumnya, Yamaha terlibat dalam seluruh pengembangan mesin ini, tak hanya cylinder head seperti sebelumnya. Alhasil mesin ini bisa tampil dengan forged aluminium piston, forged titanium conrod, dan solid titanium valves.

Berbeda dengan kebanyakan mesin V10 yang disetting dengan kemiringan 90’, Lexus LFA hanya memiringkan sudut mesin sebesar 72’ dengan maksud menyeimbangkan kekuatan dari setiap letupan silinder.

Meski nasib LFA sebagai sportscar Lexus tak terlalu baik kiprahnya di industri otomotif, namun mesin V10 Lexus-Toyota-Yamaha ini tetap akan dikenang. Bahkan ketika mesin lebih kompak dan bersistem hibrida digunakan di LF FC concept di masa depan, mesin V10 LFA tetap menginspirasi.

Baca Juga: Zat Peningkat Tenaga Mesin

Source news : carscoops

Foto : carscoops, lamborghini.com, lexus.com,

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil