Mengenal Blind Spot Warning, Membantu Ketahui Objek Tak Terlihat

Mengenal Blind Spot Warning, Membantu Ketahui Objek Tak Terlihat

Visibilitas menjadi hal terpenting dalam berkendara. Mungkin kita pernah mengalami situasi hampir menabrak mobil lain di lajur lain ketika di tol karena mobil lain tersebut tidak terlihat di spion? Fenomena ini disebabkan karena adanya blind spot atau titik buta, hal ini karena spion tidak bisa melihat keseluruhan sudut pandang mobil.

Blind spot atau yang juga sering disebut blind zone adalah suatu area di mana area tersebut berada di luar sudut pandang pengendara mobil, baik melalui mata maupun melalui kaca spion. Blind spot seringkali terjadi di jalan raya dan biasanya tidak terbaca oleh kaca spion, padahal kendaraan tersebut ada di samping kita. Umumnya, jarak blind spot itu berada sekitar 2 meter dari mobil kita (pada pilar B atau sisi belakang pengemudi).

Untuk mencegah masalah ini, beberapa pabrikan menyematkan fitur pembantu. Hyundai misalnya memiliki fitur di Hyundai Santa Fe yaitu Blind Spot Warning. Blind Spot Warning mengambil data dari sebuah sensor yang diletakkan di belakang mobil. Sensor ini akan membaca jika ada mobil atau objek lain di bagian titik buta mobil. Ketika sensor merasakan ada objek di bagian itu, maka sebuah indikator tanda seru akan muncul di spion, memperingatkan pengemudi ketika hendak berganti jalur.

Peletakkan indikator di spion dipilih karena hal natural yang diambil pengemudi handal adalah melihat spion sebelum berpindah lajur. Sehingga, ketika ingin berpindah jalur dan indikator tersebut menyala, maka akan terlihat dengan mudah. Warnanya pun oranye mencolok yang mudah dilihat.

Berdasarkan penelitian Insurance Institute for Highway Safety atau IIHS, sistem ini berhasil mengurangi angka kecelakaan hingga 21% yang merupakan angka yang cukup signifikan.

Di Hyundai Santa Fe Signature ada tambahan fitur lain yang sangat membantu yang dinamakan Blind Spot View Monitor. Biasanya, sistem Blind Spot Warning hanya memberikan peringatan ketika ada kendaraan lain di titik buta kita, hal ini sudah sangat membantu, namun fitur Blind Spot View Monitor ini lebih membantu lagi. Ketika tuas sein diaktifkan, misalnya sein kanan, maka cluster digital akan menampilkan video dari kamera yang ditempatkan di spion kanan.

Blind Spot Warning

Mitsubishi BSW - LCA

Lain lagi dengan Mitsubishi, Fitur BSW di pabrikan Jepang ini disebut dengan Blind Spot Warning - Lane Change Assist (BSW-LCA). Model Mitsubishi yang sudah mengadopsi teknologi itu, yaitu Outlander PHEV, Mitsubishi Eclipse Cross, New Triton dan juga New Pajero Sport.

Pada New Pajero Sport terbaru, PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) tak hanya dari sisi tampilan saja yang berubah menjadi lebih tangguh dan mewah, tapi sebagai sebuah simbol kesuksesan New Pajero Sport juga hadir dengan beragam pengembangan dan penyempurnaan, menjadi sebuah SUV yang dilengkapi dengan fitur dan teknologi mutakhir,

Pajero Sport terbaru ini memiliki segudang keunggulan terutama dari segi fitur banyak yang baru dan mampu menjadi raja SUV bermesin diesel di Indonesia. Salah satunya adalah fitur Blind Spot Warning – Lane Change Assist ini. Bagaimana memang cara kerja fitur BSW-LCA ini sehingga dapat membantu pengemudi lebih aman ketika berkendara?

Fitur BSW-LCA ini memang pas untuk mobil-mobil yang memiliki dimensi cukup besar seperti New Pajero Sport. Mengingat dengan dimensi bodi yang besar akan membuat pengemudi lebih sulit melihat area di sekeliling mobil, terutama ketika ingin berpindah lajur di jalan tol.

Seperti namanya, cara kerjanya fitur Blind Spot Warning – Lane Change Assist ini akan memberikan membantu pengemudi dalam melihat titik buta atau Blind Spot yang tidak terlihat pada kaca spion mobil. Kemudian fitur ini memberikan peringatan kepada pengendara bahwa ada objek yang tidak terlihat di kaca spion. Hal ini akan memudahkan pengemudi untuk mengetahui apakah ada kendaraan lain di samping belakang sehingga akan membantu saat harus pindah lajur atau menyalip kendaraan di depan.

Blind Spot Warning

Objek ini terdeteksi sensor yang berada di bagian belakang mobil dan memberikan sinyal berupa kedipan lampu di kaca spion. Selanjutnya, apabila objek yang tidak terlihat atau Blind Spot bagian kanan maka logo khusus di kaca spion berwarna kuning akan menyala, begitu juga sebaliknya pada bagian kiri.

Fitur ini biasanya akan aktif selama mobil dinyalakan, jadi baik Anda melaju di jalan tol atau jalan biasa akan tetap aman berkat adanya peringatan sebelum akan berpindah lajur. Jika Anda menyalakan lampu sein, dan tanda peringatan BSW-LCA ini menyala maka akan ada tambahan bunyi peringatan di mobil agar pengemudi tidak memaksa untuk berpindah lajur.

Tentunya fitur ini sangat berguna bagi pengemudi, karena tidak semuanya tahu ada objek yang tidak terlihat di sekeliling mobil. Biasanya juga kejadian seperti ini bisa membahayakan bagi keselamatan pengemudi dan penumpang. "Blind spot memang sudah sangat menjadi perhatian di dunia safety driving karena ada dua cara preventif yang harus kita lakukan saat menemui blind spot, cara pertama datang dari pengemudi itu sendiri, sedangkan cara kedua dihasilkan oleh sebuah teknologi canggih," ungkap Rifat Sungkar, pereli yang juga brand ambassador Mitsubishi Indonesia.

Bagaimana mengatasinya ketika mengemudi? "Ketika kita mau melakukan manuver untuk pindah ke jalur lain, biasa yang kita lakukan hanya memasang lampu sein, melihat kaca spion di kiri dan kanan, serta melihat spion di atas. Namun ada satu langkah lain yang kerap kita lupakan, yaitu menerapkan shoulder check, di mana kita harus menolehkan kepala ke arah bahu kanan untuk memastikan bahwa tidak ada mobil di samping kita," kata Rifat. (Raju)

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil