Seleksi Crossover Mungil Masa Kini: Pilih Kia, Toyota, Daihatsu, atau Nissan?

Seleksi Crossover Mungil Masa Kini: Pilih Kia, Toyota, Daihatsu, atau Nissan?

Boleh dibilang dewasa ini segmen SUV/crossover sedang di atas awan. Jadi model yang paling diincar banyak orang. Seleksinya pun kini tak terpaku di lini kelas atas atau bertubuh besar. Jajaran crossover mungil menginvasi pasar dengan sederet fitur kekinian. Sangat mungkin dijadikan sebagai solusi mobilitas perkotaan bila hatchback kompak dirasa kurang modis atau sudah tidak sesuai zaman.

Hadir untuk dipilih adalah pemain seperti Kia Sonet, Nissan Magnite, atau si kembar Daihatsu Rocky dan Toyota Raize. Semua bertubuh mungil dengan panjang sekitar empat meter bahkan kurang. Dipastikan memikat lantaran bawa seabrek fitur modern di balik lenggok menawan. Boleh jadi bikin bingung. Jadi, siapa lebih menarik untuk dibawa pulang?

Kia Sonet

Kia Sonet – Sensasi SUV Kelas Kakap

Keseruan seleksi crossover murah masa kini boleh dibilang bermula sejak Kia Sonet mengaspal di Tanah Air. Langsung menggebrak pasar dengan segala fitur hebat yang membuatnya terasa bak sebuah SUV kelas kakap. Semakin atraktif pula sebab relatif lebih murah ketimbang mayoritas crossover lima penumpang di pasaran. Banderol tertinggi tak sampai Rp 300 juta. Tepatnya dilego di angka Rp 289 juta untuk tipe Premiere.

Dari visual rancangan saja tergolong sedap dipandang. Proporsi tubuh antara diameter roda, wheelbase, dan profil tubuh secara keseluruhan terbagi dengan baik. Tidak ada yang kebesaran maupun kekecilan. Lantas semua disudahi pahatan tubuh gempal nan menawan. Ada sensasi gahar dari komposisi wajah khas Kia lewat Tiger Nose Grille. Cukup berkarakter meski urusan ketertarikan rancangan kembali lagi ke preferensi masing-masing.

Tapi jelas nilai jual utama Kia berupa fitur berkelas terpancar langsung dari luar. Mulai dari aransemen cantik lampu LED hingga ke aplikasi sunroof. Belum lagi akses smart key komplet fungsi remote engine start. Baru ketika masuk ke kabin akan ditemukan banyak fungsi pengoperasian ala mobil premium. Sebut saja bangku berventilasi, AC otomatis, konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay, sampai fitur wireless charger. Masih kurang? Sistem audio Bose siap memanja telinga.

Cukup menarik bukan? Sebetulnya tidak perlu melirik varian termahal untuk dapat menikmati kelengkapan mutakhir Sonet. Trim Dynamic seharga Rp 269 juta sebetulnya tak kalah memikat apalagi dilego lebih rendah. Ventilasi bangku dan audio Bose memang absen. Kendati begitu, Anda tetap bisa nikmati integrasi smartphone, wireless charger, cruise control, sampai ke remote start dan sunroof.

Sonet tidak memainkan aransemen mesin tiga silinder 1.000 cc turbo seperti rival sekelasnya. Bukan menjadi masalah justru menciptakan keunggulan. Ia jadi kontestan paling bertenaga. Sanggup mengail tenaga sampai 115 PS dan torsi 144 Nm. Tersalur ke roda depan via transmisi variabel namun cekatan iVT (Intelligent Variable Transmission).

Baca juga: Road Test Kia Sonet Premiere iVT: Bentuk Kepercayaan Diri Kia (Part-1)

Daihatsu Rocky

Daihatsu Rocky – Kecanggihan yang Terjangkau

Paling terakhir mengisi daftar absensi, Daihatsu datangkan Rocky bersama kembarannya ke Tanah Air. Mereka diuntungkan relaksasi PPnBM sehingga membuat harga jual cukup rendah. Mulai dari Rp 214,2 juta hingga Rp 236,1 juta untuk warna standar. Bukan sebatas murah, ia menjadi model Daihatsu paling canggih untuk saat ini. Setidaknya dapat terbaca lewat perbekalan fitur.

Untuk tipe termurah saja jauh melebihi ekspektasi. Ia mengadopsi meter cluster berupa monitor, hadirkan integrasi smartphone dalam head unit, dan terpasang panel AC digital. Melengkapi peranti lain audio steering switch, smart entry, hingga penerangan LED. Kalau mau tampil lebih keren, trim ADS siapkan bodikit ekstra berikut subwoofer aktif demi memanjakan telinga.

Harus diapresiasi adalah langkah Daihatsu untuk mengenalkan paket asisten berkendara aktif di harga kurang dari Rp 250 juta. Trim termahal Rocky memiliki berbagai kemampuan menghindari risiko terjadinya atau meminimalisir dampak keparahan dari celaka. Ini dipaketkan dengan jargon Advanced Safety Assist (ASA). Tebusan Rp 236,1 juta untuk varian ASA sontak menjadikan Rocky sebagai opsi termurah di pasaran dengan perbekalan asisten berkendara aktif.

Paling utama dan penting adalah bantuan dari sistem Pre-Collision untuk meminimalisir risiko terjadi atau dampak keparahan dari tabrakan. Kamera stereo siap mendeteksi objek di hadapan. Ketika terdeteksi adanya kemungkinan benturan, sistem langsung memberikan peringatan audio visual. Lantas bila respons dirasa kurang, pengereman akan terlaksana otomatis. Sistem ini aktif pada kecepatan 4-120 kpj.

Lanjut lagi terdapat Lane Departure Warning dan Lane Departure Prevention. Dapat menuntut pengemudi untuk kembali ke tengah jalur sampai melakukan tindakan korektif sendiri bila dibutuhkan. Selain itu, Pedal Misoperation Control akan menahan laju ketika di hadapan terdapat objek besar dan pengemudi diduga salah menginjak pedal gas. Terakhir, Front Departure Alert mengingatkan saat mobil di depan sudah melaju dan pengemudi tidak awas terhadap kondisi tersebut.

Namun soal pemacu, dipastikan model Daihatsu bukan opsi paling bertenaga. Versi paling top – dan satu-satunya yang tersedia saat ini – mengusung enjin tiga silinder 1.000 cc 1KR-VET. Hanya sanggup gelontorkan tenaga 98 PS dan torsi puncak 140 Nm. Tersedia dua pilihan penyalur daya yakni manual lima percepatan atau CVT.

Raize

Toyota Raize – Jawara Fitur Bantuan Mengemudi di Kelasnya

Toyota Raize ikut meramaikan sebagai perwakilan kelas atas dari kolaborasinya dengan Daihatsu. Ia menyuguhkan potensi perbekalan lebih komplet dan tentu diiringi penetapan harga lebih tinggi. Label terendah Rp 219,9 juta dan lanjut sampai memuncak di angka Rp 263,7 juta berkelir sewarna.

Hal mendasar yang dimiliki Rocky tentu diboyong Raize. Instrumentasi digital, sarana hiburan berisi integrasi smartphone, bahkan ia memiliki AC digital di trim GR Sport. Ya, bisa dilihat pembeda paling kentara terletak di trim GR Sport. Contoh pemanfaatan leather steering wheel, kombinasi pembungkus bangku leather dan fabric, serta paddle shifter. Sementara itu, diferensiasi eksterior ditegaskan oleh gaya sporty ketimbang tangguh ala SUV.

Sorotan utama ada di sektor bantuan mengemudi khusus varian termahal GR Sport TSS. Yep, merupakan singkatan dari Toyota Safety Sense yang lebih komprehensif dari ASA milik Rocky. Sistem Pre-Collision Warning, Pre-Collision Braking, Lane Departure Warning, dan Lane Departure Prevention mejeng. Belum lagi fungsi Pedal Misoperation dan Front Departure Alert.

Lebih dari itu, Raize siapkan kenikmatan lain untuk dipakai berkendara jarak jauh berupa sistem Adaptive Cruise Control (ACC). Bukan sebatas menjaga laju konstan secara otomatis, kemampuan cruise control ditingkatkan hingga dapat beradaptasi dengan kecepatan mobil lain di hadapan. Berarti tak perlu interaksi untuk menyesuaikan laju dan kembali lagi ke kecepatan semula di jalan tol. Selain itu, terpasang alat pemantau ekstra berupa Blind Spot Warning dan Rear Cross Traffic Alert. Dijamin belum ada lawan setara dalam urusan asisten berkendara di harga jual Raize (dan Rocky).

Peranti keselamatan pun tidak main-main. Pada trim tertinggi ini terpasang enam titik airbag untuk melindungi penumpang dari benturan. Di segmennya, baru Raize dan Kia Sonet menawarkan kelengkapan serupa.

Seperti Daihatsu, Toyota tidak membekali Raize dengan pemacu berkekuatan tinggi di kelasnya. Versi eksis memanfaatkan enjin seliter tiga silinder plus sokongan turbo 1KR-VET. Keluaran tenaga serupa, siapkan tenaga 98 PS dan torsi 140 Nm untuk roda depan melalui penyalur manual lima kecepatan atau otomatis CVT.

Baca juga: First Drive Toyota Raize GR Sport: Rayuan Mesin Turbo Mungil

First drive Nissan Magnite

Nissan Magnite – Opsi Termurah Saat ini

Untuk saat ini Nissan tawarkan opsi crossover mungil termurah di pasaran. Harga mulai dari Rp 214,8 juta untuk varian Upper MT jadi batas terbawah pada pergumulan ini. Mengingat juga Nissan Magnite tidak memiliki privilese atas diskon PPnBM sebagaimana mayoritas produk para pemimpin pasar. Namun kemungkinan besar trofi dapat dibanggakan sampai Daihatsu kenalkan Rocky 1.200 cc varian termurah.

Dengan harga terendah bukan berarti Magnite tampil polosan dan sama sekali tidak canggih. Boleh dibilang fitur modern jadi resep utama untuk kemudian diberikan bumbu keunggulan masing-masing merek. Di harga segitu, Anda bisa menikmati fitur keyless dan start/stop button, instrumentasi digital, serta konektivitas Android Auto dan Apple CarPlay.

Inti kekuatan Nissan Magnite sendiri berada di sektor pemacu daya. Oke, ia mengandalkan enjin tiga silinder 1.000 cc turbo menyerupai Rocky dan Raize. Kendati begitu, suguhan output di atas kertas lebih besar. Total ekstraksi tenaga diklaim sampai 100 PS dengan torsi puncak 160 Nm pada model bertransmisi manual. Torehan 152 Nm ketika dikawinkan unit CVT juga tercatat masih lebih besar.

Andai sanggup menebus lebih, coba lirik varian Premium seharga Rp 232,3 atau Rp 244,8 juta tergantung transmisi. Berbagai fitur bawaan tidak dimiliki lawan seharga. Contoh cruise control. Meski belum adaptif, setidaknya sudah terdapat alat untuk meringankan beban berkendara jarak jauh.

Selain itu, kemampuan head unit dibikin lebih canggih. Pemasangan kamera di eksterior memungkinkan pengemudi mendapatkan imaji 360 derajat saat bermanuver di jalan sempit. Barang ini setidaknya bantu meningkatkan faktor keselamatan berkendara. Juga terpasang indikator tekanan angin ban TPMS yang dapat diakses melalui meter cluster.

Yep, urusan keselamatan berkendara juga menarik. Selain komponen ekstra dari head unit dan TPMS, standarnya sudah cukup tinggi terutama untuk menjaga stabilitas. Seluruh varian kebagian Vehicle Stability Control sebagai pelengkap dari peranti pengereman ABS+EBD+BA. Sementara itu, perlindungan pasif berada di batasan moderat berupa Dual SRS Airbag dan sabuk pengaman tiga titik.

Simpulan

Pada akhirnya tinggal Anda tentukan mana yang paling sesuai bujet. Masing-masing jelas menawarkan keunggulan sebagai diferensiasi dari rival. Kalau senang kecanggihan ala mobil kelas atas, Kia Sonet bisa dijadikan kandidat utama. Jika ingin merasakan kehebatan asisten berkendara, Rocky atau Raize tawarkan solusi terjangkau. Sementara itu, Nissan Magnite siapkan fitur ekstra yang tak dimiliki kompetitor seharga. Tapi harus diingat, keunggulan kelengkapan lazim ditemukan pada varian tertinggi. (Krm/Tom)

Baca juga: First Drive Nissan Magnite 1.0L Premium CVT: Mencari Jawaban atas Kualitas dan Kenyamanan

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil