Pilihan Mobil Seharga Kurang dari Rp 300 Jutaan dengan Fitur Keselamatan Komplet

Pilihan Mobil Seharga Kurang dari Rp 300 Jutaan dengan Fitur Keselamatan Komplet

Dalam berkendara, keselamatan merupakan nilai penting yang wajib dijadikan sebagai prioritas saat memilih produk. Konsumen sudah mulai pintar memilih produk. Selain melindungi penumpang, kita harus sadar pula akan keselamatan pengguna jalan lain. Beruntung kini standar fitur safety semakin meningkat seiring datangnya jajaran mobil baru nan memikat.

Ya, boleh dibilang standarnya mulai berkembang dalam beberapa tahun belakangan ini. Peranti pengereman seperti ABS dan EBD diadaptasi hingga ke jajaran kelas teri. Sama halnya dengan Dual SRS Airbag, minimal city car non LCGC boyong itu sebagai kelengkapan mendasar. Paketnya jadi barang moderat, hanya sebagian kecil kontestan yang tidak dibekali penghela laju tersebut – contoh LCGC trim bawah.

Kian mendukung keselamatan jalan raya, alat kontrol stabilitas ikut meramaikan. Merupakan barang mewah yang dapat ditemui pada mobil kelas atas. Belum lagi sajian kantung udara lebih dari sebatas Dual SRS Airbag. Mungkin belum menjadi komponen standar, eksis di trim teratas LMPV, LSUV, dan sebagian hatchback. Namun, pemakaiannya terlihat kian meluas dan terbaca pula penetrasi ke harga lebih rendah. Andai kata ‘moderat’ tidak masuk dalam kamus keselamatan berkendara Anda, seleksi model berikut ini pantas jadi pertimbangan. Sajikan rasa aman tanpa bikin kantong jebol.

Nissan Magnite

Nissan Magnite

Harga murah dan fitur keselamatan komplet tidak lagi menjadi dua kriteria yang ibaratnya terpisah satu benua. Ini dibuktikan oleh Nissan Magnite. Banderol Rp 208,8 juta untuk varian terendah Upper Turbo M/T tentu masih bisa dianggap terjangkau. Menariknya, ganjaran nilai atas harga bukan sebatas hingar-bingar fitur pemanja. Disuntik penunjang keselamatan berkendara agar Magnite bisa tampil menonjol.

Oke, maksimal dua kantung udara mengembang kala celaka tak terelakkan. Tapi setidaknya dua penumpang depan diikat oleh sabuk pengaman tiga titik plus fungsi pretensioner. Dapat mengencangkan dan melonggarkan ikatan secara otomatis. Bukan sebatas mengunci ketika dihentak. Dengan demikian, cedera dada akibat safety belt bisa diminimalisir.

Lebih dari itu, alat kontrol stabilitas berupa Vehicle Dynamic Control (VDC) ikut meramaikan. Bekerja bersama Traction Control System (TCS) demi menghindari berbagai gejala selip. Jelas mengurangi risiko kecelakaan akibat kehilangan traksi seperti understeer atau oversteer. Di samping itu, Hill Start Assist (HSA) meramaikan daftar perlengkapan. Sediakan bantuan menghela laju saat berakselerasi dari diam di tanjakan. Tidak membedakan kasta, Nissan tanamkan kemampuan selengkap ini di seluruh varian Magnite.

Panaskan permainan, opsi di model Premium bertransmisi manual atau otomatis gendong penjaga ekstra. Adalah Around View Monitor (AVM) untuk bantu pengemudi memantau objek luar via kamera depan, samping, dan belakang. Ada juga Tyre Pressure Monitoring System (TPMS) yang menginformasikan tekanan ban. Semua ini dapat ditebus di angka Rp 226,3 atau Rp 238,8 juta tergantung jenis pengantaran daya.

Jika Magnite masuk kriteria menyoal safety, dapat dipertimbangkan lagi sisi lainnya. Misal secara dimensi, ia bukanlah sebuah mobil berukuran besar. Perkotaan jadi habitat utama. Pun mesinnya bukan opsi paling bertenaga meski terbilang cukup untuk berbagai kebutuhan komutasi. Ia gendong unit tiga silinder 1.000 cc turbo sekuat 100 PS dengan torsi 152 Nm di tipe CVT sementara 160 Nm untuk manual. Setidaknya dari torehan angka bisa terbaca kekuatan setara pemacu 1.300 - 1.500 cc. Urusan fitur, Magnite tampil kekinian. Pendar LED, Smart Entry, konektivitas smartphone, instrumentasi digital, hingga cruise control eksis di balik tubuh.

Baca juga: 6 Mobil Konsep Keren yang Mengecewakan Ketika Jadi Versi Produksi

KIa Sonet

Kia Sonet

Masih dalam satu ranah pertarungan crossover mungil bersama Nissan Magnite, Kia Sonet juga dapat dijadikan pilihan. Postur tinggi tawarkan placebo effect menyoal rasa aman. Itu baru dari rasa, belum fakta perbekalan. Kurang dari Rp 300 juta, safety features terbilang komplet apalagi di varian tertinggi. Jadi kandidat paling pas bila mencari alternatif dari hatchback kompak sejenis Toyota Yaris atau Honda Jazz.

Kalau benar membutuhkan garda perlindungan terbaik tentu bisa melirik varian termahal Premiere iVT. Dilego seharga Rp 289 juta, perbekalannya tidak main-main. Total enam titik airbag siap mengembang jika terjadi tabrakan. Ditambah pula peranti penjaga stabilitas Electronic Stability Control (ESC) demi menghindari rentetan kejadian buruk akibat hilang kendali.

Tipe di bawah Premiere juga sebetulnya tak kalah lengkap. Direkomendasikan meminang Smart sebagai titik terendah. Unit bertransmisi manual dilego Rp 238,5 juta sementara otomatis iVT Rp 251,5 juta. Kalau masih ada bujet lebih juga tak salah bawa pulang Dynamic iVT seharga Rp 265 juta. Pasalnya, alat kontrol stabilitas sudah mengisi pos jaga meski airbag baru dua titik. Di bawah itu, Standard dan Active cenderung polosan. Hanya membawa perbekalan moderat berupa dual SRS Airbag dan set pengereman ABS, EBD, dan BA.

Di samping keselamatan, nilai yang membuat Sonet cukup menarik adalah fitur pendukung kenyamanan. Ia mendobrak pasar dengan kelengkapan a la SUV kelas kakap. Sebut saja ventilasi bangku, sound system Bose, AC otomatis, sampai remote start engine. Turut diramaikan pula oleh head unit lengkap konektivitas nirkabel dan juga wireless charger. Tak ketinggalan sunroof dan penerangan LED. Sebagian besar bisa ditemui pada tipe di atas Standard dan Active.

Velositas Sonet tercipta lewat pemacu empat silinder 1.500 cc yang bertenaga. Di atas rata-rata, dengan penyempurnaan pembakaran lewat Dual CVVT dan Dual Fuel Injector, buncahan tenaga mencapai angka 115 PS di 6.300 rpm. Sementara itu, momen puntir 144 Nm tercipta saat mesin berputar di 4.400 rpm. Semua tersalur ke roda depan via transmisi otomatis iVT atau manual enam percepatan.

Harus diketahui juga Sonet tidak unggul di segala aspek. Betul kalo disebut bawa value for money, tapi menyoal kepraktisan mungkin perlu diperhitungkan lagi. Jok belakang membawa jempol mengarah ke bawah. Pasalnya, ia tidak memiliki metode pelipatan bangku terpisah. Harus ada kompromi antara penumpang dan barang kalau harus memuat barang lebih banyak dari kapasitas bagasi.

Honda City Hatchback RS

Honda City Hatchback

Paling terakhir meluncur, Honda kuatkan posisinya di segmen hatchback kompak. Begitu pula menyoal keselamatan, tampak berusaha mengimbangi eksistensi Yaris. Yep, siapa lagi kalau bukan City Hatchback yang menggantikan Jazz. Perbekalan ditambah dengan ekspektasi peningkatan harga tidak terlalu jauh dari Jazz. Memang harga belum resmi dirilis namun dengan diskon PPnBM tampaknya bakal dilego di kisaran kurang dari Rp 300 jutaan.

Tak dimiliki Jazz sebelumnya adalah sebaran airbag lebih dari dua di depan. Kedatangan City Hatchback jelas menguatkan sebab tertanam kantung udara frontal, samping depan, dan jendela samping. Ditotal ada enam titik. Lengkap juga dengan sabuk pengaman pretensioner plus load limiter. Bukan itu saja, kini Vehicle Stability Assist (VSA) bakal menjaga sikap pergantian arah sebaik mungkin dalam mengurangi gejala selip. Selengkap itu berarti ABS, EBD, atau BA tidak perlu ditanya lagi.

Potensi bertarung semakin hebat pula berkat jantung pacu anyar. Honda sudah menjadi kontestan dengan tenaga terbesar di segmen ini, kemudian tawaran itu kian disempurnakan. City berbokong tepos didukung mesin empat silinder 1.500 cc dengan komposisi kepala silinder DOHC 16 katup i-VTEC. Lontarkan tenaga sampai 121 PS di 6.600 rpm dan momen puntir 145 Nm di 4.300 rpm. Penyalurnya memanfaatkan opsi manual 6-speed atau CVT ke roda depan.

Untuk harga (ekspektasi) Rp 300 jutaan ke bawah mungkin dari sisi fitur tidak semenarik pendatang seperti Sonet. Tapi tidak payah juga, tetap kekinian. Konsumen kebagian One Push Ignition System, Cruise Control, Audio Steering Switch, dan Hands-free Telephone Switch plus Voice Recognition. AC otomatis dan konektivitas smartphone tak ketinggalan dibawa. Gimiknya bahkan komplet Remote Engine Start untuk menghidupkan mesin dari luar.

Sorotan lainnya adalah fleksibilitas kabin. Ia menerapkan fungsi ultra seat sehingga bangku dapat dilipat dan diatur sedemikian rupa guna memenuhi kebutuhan pengangkutan. Mau simpan barang tinggi berdiri atau tiduran serta duduk selonjoran dapat tersaji. Empat mode disediakan yakni Utility Mode, Tall Mode, Refresh Mode, dan Long Mode.

Baca juga: Daftar 10 Mobil Listrik Terbaik 2021, Futuristik dan Bertenaga Besar 

Toyota Yaris

Dua Pemain Lama

Tiga seleksi tadi merupakan pemain baru yang tawarkan fitur keselamatan nomor wahid dengan banderol relatif terjangkau. Meski begitu, pergerakan safety features komplet di kelas menengah ke bawah tidak dimulai baru-baru ini. Sebelumnya sudah bisa kita temui pada Toyota Yaris.

Alat kontrol stabilitas elektronik sudah menjadi barang standar di tipe terendah. Sebagaimana lazim ditemui, paketnya ditemani Hill Start Assist. Dipasarkan seharga Rp 248,3 juta (setelah diskon PPnBM periode pertama). Dalam penyajian menu, pihak APM menawarkan minimal tiga kantung udara – dua frontal dan satu untuk kaki pengemudi. Di samping itu turut tersedia pilihan 7 airbag. Meliputi dua frontal, samping depan, kaki pengemudi, dan tirai jendela.

Bahkan kalau mau paket menyeluruh dengan banderol yang lebih terjangkau bisa lirik Daihatsu Sirion. Melekat label mulai dari Rp 201,75 atau Rp 216,5 tergantung transmisi. Di harga segitu Anda kebagian empat airbag (frontal dan samping depan) serta penjaga cengkeraman roda VSC+TRC. Tentu ABS dan EBD eksis menciptakan pengereman terkendali.

Sirion juga punya dimensi yang terbilang besar untuk sebuah hatchback. Boyong akomodasi lapang bagi penumpang maupun barang. Meski begitu, ia tidak bisa bicara banyak soal performa memacu. Mengandalkan unit 1.300 cc, lontaran tenaga diklaim mencapai 95 PS saja dibarengi torsi 120 Nm. Bukan angka fantastis namun dipastikan masih cukup untuk berbagai keperluan komutasi.

Toyota Rush

Paket Komplet Mobil Keluarga Semakin Terjangkau Berkat Diskon PPnBM

Jika memang kebutuhannya adalah pengangkut penumpang yang aman sekaligus terjangkau, langsung saja lirik Toyota Rush. Merupakan opsi paling masuk akal tanpa banyak basa-basi. Bagaimana tidak, peranti stabilitas sudah menjadi standar di seluruh varian. Keseriusan menjaga keselamatan ditampilkan lewat pengingat sabuk pengaman untuk tujuh posisi duduk. Tapi bukan hanya itu. Tidak tanggung-tanggung, airbag enam titik mengisi daftar spesifikasi seluruh varian. Terlebih lagi semua ini masuk dalam paket tubuh SUV yang sarat akan ketangguhan.

Daftar kelengkapan tadi pun bisa dinikmati tanpa perlu merogoh kocek dalam-dalam. Semakin rendah lagi berkat diskon PPnBM, untuk saat ini ia dipasarkan mulai dari Rp 240,5 juta. Pantas dijadikan sebagai senjata utama perjalanan keluarga. Ya, esensial dan mendasar tanpa banyak sentuhan kemewahan atau barang tersier.

Kalau mau perbekalan komplet bisa lirik model TRD Sportivo seharga Rp 251,5 atau Rp 260,8 juta. Anda akan kebagian smart entry, head unit berisi konektivitas smartphone, serta AC otomatis. Tubuhnya juga berbeda, memenuhi hasrat akan kesibukan aksesori lewat bodikit spesifik TRD.

Seleksi LMPV dan LSUV dari pabrikan lain pantas dipertimbangkan juga. Tidak sehebat Toyota Rush, memang. Mayoritas memainkan paket utama berupa Dual SRS Airbag dengan penjaga berkendara VSC dan HSA. Sebut saja Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross, Nissan Livina, Honda BR-V dan Mobilio, serta Suzuki XL7 dan Ertiga. Kelengkapan keselamatan ekstra seperti VSC bisa ditemui pada varian atas. Beruntungnya deretan LMPV dan LSUV ini terdampak insentif harga PPnBM sehingga sementara harga bisa lebih murah. Yep, semua di bawah Rp 300 jutaan. (Krm/Raju)

Baca juga: Sejarah Lampu Merah Sudah Sejak 1800-an, Ini Cerita Penemunya