• Wishlist

Pilihan LCGC untuk Menyesuaikan Kebutuhan Komutasi Pasca Pandemi

Pilihan LCGC untuk Menyesuaikan Kebutuhan Komutasi Pasca Pandemi

Coba bayangkan, mau pergi kemana setelah pandemi ini usai? Mungkin kebanyakan setidaknya ingin keluar dari rumah, untuk kembali melihat dunia luar. Probabilitas timbulnya kemacetan pun tampaknya akan tinggi. Nah, jika sepeda motor tidak solutif bagi keluarga, LCGC boleh dilirik sebagai tunggangan pasca COVID-19.

Kompak, terjangkau, dan tetap masuk akal untuk mengangkut penumpang. Karakteristiknya cocok untuk komutasi di tengah kemacetan. Memang status LCGC menandakan entry level ke dunia roda empat. Namun jangan salah, permainan fitur tak kalah menarik dengan strata di atasnya.

Daihatsu Ayla

Pilihan Terjangkau

Jika mencari pilihan paling terjangkau, coba pertimbangkan Daihatsu Ayla. Varian 1.0 D M/T dibanderol Rp 102,15 juta. Ada harga ada barang, daftar kelengkapan sangat hampa. Jangan harap radio, AC saja tidak ada. Doortrim polos memperlihatkan daging pintu serta disudahi engkol kaca manual. Ia dibekali pemacu tiga silinder 1,0 liter 1KR-DE dengan output 65 PS/86 Nm. Biasa saja.

Andai kasta terendah terasa kurang manusiawi, tipe 1.0 D+ M/T boleh dilirik. Diberi label Rp 114,35 juta, fitur tentu ditingkatkan. Pintu bagian dalam sudah ditutup secara menyeluruh oleh doortrim. Tak perlu bersusah payah membuka jendela karena disematkan power window. Rasa nyaman juga ditawarkan lewat AC serta audio single-DIN.

Suzuki Karimun Wagon R juga menjadi opsi terjangkau, varian terendah GA dibanderol Rp 118,5 juta. Sedikit lebih mahal ketimbang Ayla D+, sayang fiturnya tidak lebih lengkap. Ompong tanpa perangkat audio dan power window. Meski begitu, sudah ada AC agar penumpang tetap nyaman dalam perjalanan.

Karimun Wagon R GS

Fitur Berlimpah

Varian tertinggi menawarkan kelengkapan fitur komplet. Kalau ingin up-to-date dengan fitur kekinian, Agya atau Ayla kasta teratas mungkin cocok dengan Anda. Eksekusi facelift terakhir bagai mengambil kelebihan tiap kompetitor dan kemudian dibungkus menjadi satu.

Contoh Toyota Agya G TRD – dijual Rp 169,29 juta. Sudah lengkap, ditambah bumbu ekstra. Di luar, perangkat lampu depan menganut sistem proyektor halogen ditemani LED Light Guide. Masuk interior, hiburan tersaji melalui head unit touchscreen. Kontrol AC digital mengisi ruang di bawah sistem infotainment. Itu semua juga dapat dinikmati kala meminang tipe G. Namun varian TRD ini sendiri lebih komplet lantaran terdapat fungsi start/stop button.

Baca juga: Sebelum Beli, Perhatikan Kelebihan dan Kekurangan Daihatsu New Ayla 2020

Daihatsu selalu menjajakan opsi lebih terjangkau. Ayla 1.2 R menyetarakan kelas Agya TRD dengan fitur spesifik untuk dipasarkan Daihatsu. Bukan start/stop button, melainkan reversing camera hadir di varian teratas LCGC hatchback mereka. Sisanya? Serupa Agya tipe G biasa. Ia dibanderol mulai dari Rp 143,4 juta untuk R M/T. Sementara itu, varian tertinggi R Deluxe – dengan perbedaan bodykit tambahan – dilepas Rp 159,9 juta.

Toyota Agya 2020

Urusan jantung mekanis, model 1.2 ini menggendong unit empat silinder 3NR-VE. Output maksimal mencapai 88 PS/108 Nm. Bukan yang terhebat tapi lebih mumpuni ketimbang varian 1.0. Penyaluran daya terlaksana ke roda depan melewati girboks manual lima percepatan atau otomatis empat percepatan.

Keunggulan Performa Mesin

Honda Brio Satya boleh diincar kalau mencari performa terbaik hatchback kelas teri. Di atas kertas, mesin empat silinder 1.200 cc sanggup mengail tenaga sampai 90 PS, diikuti torsi puncak 110 Nm. Canggih, keseimbangan efisiensi dan performa dibantu oleh teknologi Drive By Wire. Putaran mesin kemudian diterjemahkan oleh girboks manual lima percepatan atau CVT. Opsi CVT ini layak dipinang bila mencari kelembutan pengantaran tenaga.

Namun soal fitur mungkin tidak begitu terlihat royal. Tidak juga dapat dibilang kekurangan. Di luar, penerangan harus puas dengan sistem reflektor halogen. Jangan dulu kecewa karena terdapat positioning lamp LED. Masuk kabin, AC digital dan audio 2DIN menjadi perangkat standar Satya.

perawaan honda brio

Tersedia tiga varian Satya untuk dipilih. Banderolnya dimulai dari Rp 146 juta untuk Tipe S Manual. Tipe E Manual diberi label Rp 154,7 juta, sementara E CVT Rp 170,1 juta.

Opsi Akomodatif

Semua mungkin sudah tahu bahwa ada model tujuh penumpang di segmen LCGC. Pemainnya hanya dua: Daihatsu Sigra dan Toyota Calya. Sigra menjadi pintu utama dan Calya membangun lantai teratas, sebagaimana penempatan produk berbagi Toyota dan Daihatsu agar tidak saling bersinggungan. LCGC tiga baris Daihatsu dilego Rp 119,5 – 162,25 juta, Toyota Rp 147,3 – 165,8 juta.

Di tingkatan teratas, fitur bawaan terbilang komplet dan up-to-date. Keduanya dibekali penerangan LED. Toyota menyematkan pendar dioda ini di seluruh varian. Daihatsu juga nyaris demikian, menyisakan varian termurah (Tipe D) dengan halogen. Anda akan menemukan head unit touchscreen bersemayam di tengah dasbor pada trim atas. Cukup disayangkan, kenyamanan pendinginan kabin sangat moderat untuk ukuran mobil tiga baris. Pasalnya, kisi AC untuk penumpang belakang berfungsi sebagai ‘kipas angin’ dari kabin depan, bukan pendingin.

toyota calya facelift

Jantung 1,0 liter hanya ditawarkan Daihatsu pada LCGC 7-seater ini. Output sedikit lebih besar ketimbang saudara hatchback-nya, Ayla. Total gelontoran tenaga mencapai 67 PS berikut torsi 87 Nm. Di samping itu, model 1.2 dijajakan Toyota dan Daihatsu. Keluaran tenaga mencapai 88 PS/108 Nm, persis Agya-Ayla. Tersedia dua pilihan girboks: manual lima percepatan dan otomatis empat percepatan. (Krm/Tom)

Baca juga: Toyota Sienta G vs Veloz 1.5, Beda Kasta tapi Pantas Dipertimbangkan