Mega Factory BYD Zhengzhou, Revolusi EV Global BYD
Super factory dengan luas lahan 10,67 juta meter persegi
Kunjungan ke pusat manufaktur BYD di Zhengzhou masih membawa cerita menarik. Utamanya di hari kedua saat berkunjung ke pabrik produksi kendaraan New Energy Vehicle (NEV) yang berukuran raksasa. Pabrik ini tidak hanya menonjol karena skalanya, tetapi juga karena keberadaan BYD All-Terrain Circuit yang berfungsi sebagai sirkuit pengujian kendaraan ekstrem dalam satu kawasan.
KEY TAKEAWAYS
Apa yang membuat pabrik BYD Zhengzhou istimewa?
Pabrik BYD Zhengzhou menerapkan integrasi vertikal penuh, mencakup produksi baterai, komponen inti, hingga perakitan akhir dalam satu kawasan seluas 10,67 juta m².Apa dampak pabrik BYD Zhengzhou bagi Indonesia?
Pabrik ini memastikan pasokan kendaraan listrik BYD berkualitas tinggi untuk pasar Indonesia serta mendukung ekspansi jaringan dan ekosistem EV nasional.Berapa kapasitas produksi BYD Zhengzhou Factory per tahun?
BYD Zhengzhou Factory berkontribusi signifikan terhadap kapasitas produksi kawasan dengan total output yang mendorong produksi NEV di wilayah tersebut melampaui 1,1 juta unit per tahun, menjadikannya salah satu pusat manufaktur kendaraan listrik terbesar di Tiongkok.Zhengzhou sendiri merupakan salah satu dari delapan ibu kota kuno Tiongkok yang kini bertransformasi menjadi megapolitan dengan 14 juta penduduk. Kota strategis ini telah berkembang menjadi pusat ekonomi NEV utama, menaungi tujuh produsen kendaraan. Namun, kehadiran BYD di sini memberikan dampak signifikan dengan mendorong total kapasitas produksi kawasan tersebut hingga melampaui angka 1,1 juta unit NEV per tahun.
Integrasi Vertikal di Lahan Raksasa
Sejak peletakan batu pertama pada September 2021, BYD Zhengzhou Factory telah berkembang pesat di atas lahan seluas 10,67 juta m² di kawasan Zhengzhou Airport Economy Zone. Fasilitas ini dirancang sebagai super factory yang mengadopsi prinsip integrasi vertikal menyeluruh. Artinya, hampir seluruh rantai nilai—mulai dari riset material, produksi komponen inti, pembuatan Blade Battery, hingga perakitan akhir—dilakukan dalam satu koordinat industri.
Keberhasilan strategi manufaktur ini tercermin pada performa bisnis global BYD. Pada tahun 2025, BYD berhasil mencatatkan total penjualan global sebanyak 4,6 juta unit. Liu Xueliang, General Manager BYD Asia Pacific Auto Sales Division, mengungkapkan bahwa pencapaian ini didorong oleh penguatan fondasi industri dan teknologi.
”Pencapaian ini tercermin dari kinerja ekspor, di mana untuk pertama kalinya BYD berhasil mengekspor lebih dari satu juta unit kendaraan energi baru. Dalam proses ekspansi global ini, kontribusi pasar Indonesia tidak hanya mendorong pertumbuhan ekspor kami, tetapi juga menunjukkan kepada dunia dukungan kuat Indonesia terhadap pasar NEV,” ujar Liu Xueliang.
Ketajaman Empat Proses Manufaktur Utama
Di balik kokohnya unit-unit mobil BYD yang beredar di jalanan, terdapat proses produksi yang sangat presisi di Zhengzhou. Pabrik ini mengoperasikan tiga lini produksi aktif dengan dukungan 50.000 hingga 60.000 karyawan. Namun, tulang punggung utamanya adalah digitalisasi dan otomatisasi pada empat tahap produksi:
Alurnya dimulai dari tahap stamping yang dilengkapi dengan lima lini produksi berkecepatan tinggi berkapasitas 7.900 ton. Mesin-mesin ini mampu melakukan proses cetak hingga 15 kali per menit, menangani panel berbahan baja maupun aluminium. Hebatnya, sistem ini dirancang tertutup sepenuhnya untuk menekan kebisingan dan debu, menciptakan lingkungan kerja yang bersih dan aman. Melalui sistem Manufacturing Execution System (MES), setiap panel yang keluar memiliki presisi dimensi yang konsisten sebelum langsung diteruskan ke tahap berikutnya tanpa berpindah lokasi.
Lanjut ke tahap pengelasan atau welding. Tahap ini merupakan pameran teknologi robotik terbesar di pabrik ini. Dengan dukungan sekitar 1.800 robot industri, tingkat otomatisasi pada proses welding mencapai lebih dari 98 persen. BYD menggunakan Flexible Welding General Assembly System (OpenGate) yang memungkinkan berbagai model kendaraan diproduksi dalam satu jalur yang sama. Penggunaan teknologi laser welding menjamin sambungan bodi yang sangat kuat dengan deformasi minimal. Proses pengelasan satu unit kendaraan hanya memakan waktu 35 hingga 45 detik, dan setiap unit dimonitor secara real-time oleh empat robot inspeksi khusus sebelum dinyatakan layak jalan.
Kemudian tahap pengecatan. Proses pengecatan dilakukan secara robotik menyeluruh untuk menjamin visual premium sekaligus proteksi korosi jangka panjang. BYD menggunakan teknologi cat elektrodeposisi dengan daya sebar tinggi yang mampu menjangkau sudut tersempit struktur bodi. Seluruh rangkaian proses—mulai dari sealant application, chassis sill armor spraying, hingga pengeringan—dikendalikan melalui sistem kontrol terpusat berbasis data. BYD juga menekankan aspek keberlanjutan dengan menerapkan sistem pengolahan gas buang efisiensi tinggi untuk memenuhi standar lingkungan internasional.
Terakhir, final assembly. Pada tahap ini, efisiensi mencapai puncaknya melalui penggunaan Automated Guided Vehicle (AGV). Robot-robot pengangkut otomatis ini membawa komponen berat seperti battery pack dan power train menuju jalur perakitan dengan akurasi tinggi. Dengan sistem Just In Sequence dan Set Parts Supply, setiap komponen tiba tepat di depan mekanik sesuai urutan model yang sedang berjalan, sehingga meminimalkan potensi kesalahan manusia. Area ini dirancang dengan struktur bentang besar dan sistem udara adaptif untuk kenyamanan pekerja serta efisiensi energi.
Dampak Nyata bagi Pasar Indonesia
Prestasi di level manufaktur ini berdampak langsung pada ketersediaan produk berkualitas di Indonesia. Dalam setahun terakhir, BYD mencatatkan penjualan wholesales lebih dari 54.000 unit di tanah air melalui model-model populer seperti BYD M6, Atto 3, Seal, hingga Denza D9.
Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, menegaskan bahwa kecanggihan pabrik Zhengzhou adalah jaminan mutu bagi konsumen Indonesia. ”Pabrik BYD di Zhengzhou merupakan perwujudan nyata dari prinsip integrasi vertikal kami. Dengan pendekatan ini, kami dapat memastikan konsistensi kualitas dan fleksibilitas dalam merespons kebutuhan pasar. Kapabilitas ini menjadi landasan kami dalam menghadirkan solusi teknologi yang relevan bagi pasar Indonesia sekaligus mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional,” tegasnya.
Hingga kini, BYD telah memiliki lebih dari 80 titik penjualan di seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, BYD berkomitmen untuk terus memperluas jaringan penjualannya, memastikan bahwa inovasi teknologi yang lahir dari efisiensi raksasa di Zhengzhou dapat dinikmati oleh semakin banyak masyarakat di berbagai penjuru nusantara. Melalui integrasi teknologi dan manufaktur ini, BYD tidak hanya menjual mobil, tetapi membangun masa depan mobilitas yang berkelanjutan. (STA/TOM)
Baca juga:
Sinyal Kuat Kehadiran Denza B5 di Indonesia, Begini Impresinya
Sirkuit All-Terrain BYD, Pusat Pengembangan NEV untuk Jawab Kebutuhan Global
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Pilihan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Terbaru di Oto
Artikel Mobil dari Carvaganza
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature