Dua Putaran Menegangkan di Zhengzhou: Impresi Perdana Jajal Supercar EV Yangwang U9
BYD melalui sub-brand Yangwang menghadirkan U9, hypercar listrik dengan performa ekstrem dan teknologi futuristik
Segmen supercar jelas bukan segmen biasa. Di sini, teknologi tercanggih merek otomotif mendapat panggung paling besar dan menjadikan tolok ukur untuk pengembangan produk-produk di segmen lainnya.
KEY TAKEAWAYS
Berapa lama akselerasi 0-100 km/jam-nya?
Sangat cepat, tak sampai 2,0 detikApa jenis baterai yang digunakan?
Menggunakan LFP Blade Battery berkapasitas 80 kWh yang dikenal aman dan tahan lamaTidak terkecuali BYD yang memiliki sub-brand Yangwang. Salah satu produk yang mendapat perhatian global adalah U9, supercar dengan tenaga motor listrik yang dibenamkan beragam teknologi terkini BYD.
Oto.com mendapatkan kesempatan singkat menjajal mobil yang sempat dipamerkan di Indonesia ini. Saat itu, U9 hanya bisa melompat dan menari sebagai mobil pameran. Sesuatu yang sebenarnya cukup aneh melihat desain sporty yang diusungnya.
Kesempatan mencoba U9 dilakukan di sirkuit All-Terrain BYD di Zhengzhou beberapa waktu lalu. Sirkuit dengan panjang 1,7 kilometer ini memiliki sembilan tikungan dengan lintasan lurus sepanjang 550 meter. Sirkuit ini berada di tengah komplek fasilitas untuk pengujian produk new energy vehicle (NEV) BYD serta pembelajaran bagi calon konsumen.
Eksterior dan Interior
Foto: BYDSoal desain, berada di dekat U9 terhitung intimidatif. Yangwang mengusung bahasa desain “Gateway to Universe”, sesuatu yang diterjemahkan sebagai bentuk futuristik, gabungan elemen luar angkasa serta aerodinamika ekstrem. Mobil sport ini terhitung besar, dengan ukuran lebar serta rendah yang membutuhkan teknik tertentu guna masuk ke dalam kabinnya. Panjangnya memang sekitar 4,9 meter, lebar 2 meter, tinggi 1,2 meter dengan jarak sumbu roda 2,9 meter.
Bagian depannya hadir lampu depan yang cukup ikonik, berbentuk “C”. Area depan ini, dengan kap depan yang rendah, jadi salah satu perhatian pada kesan pertama. Saluran udaranya terhitung banyak, dengan kit aerodinamika aktif serta sayap di belakang berukuran besar, membuat mobil ini memang diciptakan sebagai puncak desain grup BYD. Siluetnya berubah saat kedua pintunya terbuka ke atas, salah satu bentuk favorit dari mobil ini.
Masuk ke kabin, seperti yang sudah disebutkan, cukup sulit untuk pengemudi dan penumpang. Terlebih saat Oto.com mencoba, sudah mengenakan helm sebagai pengamanan wajib. Setelah rumit dengan cara masuk ke kabinnya, rasa di dalam cukup menarik.
Foto: BYDYangwang masih menyertakan tombol fisik untuk kontrol yang lebih intuitif. Berbeda dengan produk kendaraan penumpang lainnya. Materialnya terasa premium dengan perpaduan karbon fiber, kulit premium dan bahan suede di beberapa bagian.
Desain kokpitnya mengingatkan pada desain supercar Eropa. Yangmang membuat kokpit yang fokus pada pengemudi, seperti membungkus, dengan tata letak simetris antara pengemudi dan penumpang. Jok sudah berdesain sporty ala bucket seat meski masih menggunakan sabuk tiga titik.
Tidak banyak yang bisa dicoba dalam waktu singkat. Area kabin memperlihatkan layar vertikal 12,3 inci sebagai layar utama dan layar meter cluster berukuran 10,2 inci untuk memberikan informasi pada pengemudi. Terdapat beberapa tombol di lingkar kemudi serta tuas transmisi di sisi kanan.
Performa dan Pengendalian
Foto: BYDSpesifikasi di atas kertas U9 membuat pengemudi terintimidasi. Pasalnya empat motor independen pada roda-rodanya menawarkan tenaga gabungan sekitar 1.300 hp dan torsi 1.680 Nm. Baru-baru ini, pemberitaan tentang U9 adalah rekor kecepatan yang mencapai 309 km per jam. Sesuatu yang sebenarnya membuatnya layak mendapat sebutan hypercar.
Teknologi baterainya sudah mengusung LFP Blade Battery berkapasitas 80 kWh. Soal jarak tempuh, U9 menawarkan jarak sekitar 460 km, yang tentu akan berbeda energi yang digunakan bila berada di trek untuk penggunaan kecepatan.
Kecanggihan juga hadir di balik bodi kendaraan ini. U9 sudah menggunakan e4 platform. Ini merupakan platform tercanggih dengan empat motor pertama di dunia. Suspensinya mengusung teknologi DiSus-X intelligent body control system. Teknologi ini yang membuat U9 bisa melompat dan menari.
Tapi apakah berguna di lintasan? Berada di balik kemudi U9 memberikan kesan yang menarik. Atap rendah membuat kaca depan tampak mengecil, memberikan sudut sempit yang kemungkinan menyulitkan di jalanan umum. Namun untuk di sirkuit alias area tertutup, sudut pandang ini membantu pengemudi fokus ke arah depan.
Mulai menjalankan U9 tidak ada kesan sebuah supercar. Tuas transmisi ada di balik kemudi, bukan sebuah tombol yang canggih. Kaki menginjak pedal akselerator, mobil bergerak perlahan meninggalkan area pit. Percobaan ini hanya dua putaran dengan mobil safety car di depan untuk menjaga alur, sebuah kesempatan yang harus dimanfaatkan benar-benar.
Foto: BYDPutaran pertama guna mengenal sirkuit. Sembilan tikungan ini sudah diberi tanda area pengereman dan belokan yang harus dilewati. Cukup mudah dengan kecepatan rendah.
Lanjut ke putaran kedua, mobil safety car menjauh di depan. Pada lintasan lurus 550 meter sirkutit BYD ini kaki menginjak penuh pedal akselerator. Gambaran yang tidak pernah terlintas saat menguji kendaraan sebelumnya. Tubuh terbenam, secara harfiah, meski dikatakan mode berkendara yang dipilih adalah Comfort.
Torsi raksasa Yangwang menarik tubuh ke jok. Kendaraan dengan cepat mencapai tikungan pertama, terpaksa harus menginjak rem. Di atas kertas, kemampuan akselerasinya dari diam ke 100 km per jam hanya butuh waktu dua detik. Kesan yang aneh sebab tidak ada suara pembakaran mesin pada kemampuan secepat ini, berganti dengan dengung motor listrik yang menyerupai suara artifisial. Senyap dan cepat.
Soal pengendalian di tikungan cukup menarik. Kemudinya terhitung cepat dan tajam mengikuti arah gerak pengemudi. Saat ingin mengambil bagian dalam trek, putarannya juga tidak terlalu banyak. Gerak roda menyesuaikan putaran kemudi dengan tepat, sesuatu yang memang harus ada pada sebuah supercar.
Simpulan
Foto: BYDYangwang U9 hadir sebagai representasi puncak inovasi BYD yang mendefinisikan ulang standar performa supercar di era elektrifikasi. Mengusung bahasa desain futuristik "Gateway to Universe", kendaraan ini tidak hanya menonjolkan estetika aerodinamika ekstrem, tetapi juga dibekali spesifikasi teknis yang mengintimidasi. Dengan konfigurasi empat motor listrik independen yang mampu memuntahkan tenaga 1.300 hp dan torsi 1.680 Nm, U9 secara harfiah mampu melesat dari posisi diam ke 100 km/jam hanya dalam waktu dua detik.
Pengalaman berkendara di Sirkuit All-Terrain BYD mengungkap sisi lain dari teknologi suspensi pintar DiSus-X yang sebelumnya hanya dikenal lewat aksi "melompat dan menari". Di lintasan balap, integrasi antara e4 platform dan sistem kontrol bodi tersebut memberikan stabilitas serta pengendalian yang sangat tajam dan presisi. Meski kabinnya memiliki keterbatasan ruang dan sudut pandang khas supercar, penggunaan material premium serta kontrol intuitif tetap memberikan kesan mewah yang berfokus pada pengalaman pengemudi.
Secara keseluruhan, Yangwang U9 membuktikan bahwa performa tinggi tidak lagi eksklusif milik mesin pembakaran internal konvensional. Meski operasionalnya senyap tanpa raungan mesin, sensasi torsi instan dan kecepatan puncak yang menembus angka 309 km/jam menempatkan mobil ini di jajaran hypercar elektrik yang layak diperhitungkan secara global. Kehadiran U9 menjadi tolok ukur penting bagi BYD dalam mentransfer teknologi mutakhir mereka ke lini produk kendaraan energi baru lainnya di masa depan. (STA/ODI)
Baca Juga:
Sinyal Kuat Kehadiran Denza B5 di Indonesia, Begini Impresinya
Melihat BYD Di-Space, Museum dan Tempat Edukasi NEV Canggih dari BYD
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
Model Mobil BYD
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Unggulan BYD
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil BYD Terbaru di Oto
Artikel Mobil BYD dari Carvaganza
Artikel Mobil BYD dari Zigwheels
- Motovaganza
- Review