jakarta-selatan

Lima Teknologi di Mobil Anda, yang Datang dari Berisiknya Dunia Balap

  • 10 Jun, 2019
  • 477 Kali Dilihat

Keinginan menjadi yang terdepan, mendorong siapapun untuk selalu berkreasi. Hal yang sama berlaku di dunia balap. Khusus mobil Formula 1, Le Mans dan World Rally Championship (WRC) biasanya jadi patokan tertinggi dalam hal teknologi otomotif, meski olah raga otomotif memiliki banyak cabang.


Nah, investasi teknologi yang digelontorkan untuk lomba, biasanya tidak berhenti saat ingar bingar musim balap berakhir. Beberapa yang dianggap cocok, disalurkan ke mobil jalan raya. Tentunya dengan penyesuaian. Di bawah ini, ada lima yang paling signifikan, dari ratusan teknologi yang lahir lewat dunia balap mobil.



1. Penggerak All Wheel Drive (AWD)


Audi yang paling bertanggung jawab mempopulerkan gerak empat roda atau AWD. Dalam kamus mereka, disebut Quattro (artinya ‘Empat’ dalam bahasa Italia). Menggebrak WRC dengan Audi Quattro dan sukses mempecundangi kompetitornya yang bertenaga lebih besar. Semua berkat kelincahan Audi hatchback, yang keempat rodanya mendapatkan tenaga dari mesin untuk melindas medan berat reli dunia di era 1980-an.


Kini, gerak empat roda Quattro jadi merek dagang Audi, tapi pabrikan lain mengaplikasikannya dengan imbuhan berbagai kemajuan teknologi, yang membuat penggerak ini jadi lebih pintar membaca medan sekaligus irit BBM.



2. Turbocharger


Betul, Chevrolet Convair dan Oldsmobile F85 adalah produk massal pertama yang menanam turbo pada awal 1960-an. Tapi kepopulerannya melonjak saat engineer mulai menggunakan untuk mesin balap. Porsche menggunakan mesin turbo untuk balapan CanAm 1970-an dan Renault-lah yang pertama memasang alat ini untuk mobil balap F1 satu dekade kemudian. Dan momen itulah yang mendongkrak pamor turbocharger.


Alat induksi yang mengandalkan gas buang ini, mampu menendang performa mesin secara signifikan. Di Indonesia, Daihatsu Charade Turbo, Fiat Uno Turbo sempat jadi mobil populer. Kemudian padam karena sulit merawatnya dan mahal. Tapi kini Toyota, Mitsubishi, Nissan mengandalkan turbodiesel untuk SUV mereka. Tapi kalau mau melihat yang lebih signifikan, Chevrolet Trax, Honda CR-V, Honda Civic, Wuling Almaz, contohnya. Mesin bensin mereka kecil (empat silinder 1,4-1,5 liter) tapi tenaganya luar biasa.



3. Bahan Carbon Fiber


Penggunaan carbon fiber diawali tim McLaren yang meramaikan balap F1. John Barnard, desainer mereka pada 1979, mencari solusi untuk mengecilkan sasis, supaya peranti aerodinamika bisa terpasang sempurna. Masalahnya, aluminium yang saat itu banyak dipakai tidak kuat menahan beban kalau sasisnya dikecilkan. Barnard lantas melirik perusahaan dirgantara British Aerospace yang punya material bernama carbon fiber.


Aplikasinya sukses di mobil McLaren MP4/1. Tidak hanya berhasil menang di balap Silverstone, Inggris pada 1981. Tapi yang benar-benar membuktikan kalau material ini mumpuni adalah ketika pembalapnya, John Watson selamat saat kecelakaan parah di GP Italia. Sejak itu, carbon fiber seolah jadi material wajib di dunia balap. Untuk jalan raya, tidak semua memakai karena mahal. Tapi mobil berperforma tinggi hampir bisa dipastikan menggunakan material ini untuk kekuatan struktural dan menghemat bobot.



4. Persneling Semi Otomatis


Dulu, pilihannya hanya manual atau otomatis. Lalu seseorang dari arena balapan berpikir, bagaimana kalau mobilnya bisa pindah gigi secara manual tapi tidak perlu injak kopling? Prosesnya pasti lebih cepat. Porsche mengembangkan semi otomatis bernama PDK (Porsche Doppelkupplungsgetriebe, transmisi kopling ganda) untuk mobil balap Porsche 956 era 1983. Sayangnya, mereka baru mantap menerapkan untuk mobil jalan raya mulai 2009.


Ferrari menyalipnya setelah sukses dengan transmisi model ini di mobil F1 640 keluaran 1989. Tidak lama, Ferrari Mondial (1993) dan F355 Berlinetta mendapatkan teknologi ini di 1997. F355 bahkan jadi mobil pertama yang punya teknologi paddle shifter untuk pindah gigi.



5. Disc Brake


Disk brake atau rem dengan piringan cakram aslinya dibuat untuk menahan laju pendaratan pesawat, dikembangkan pertama kali oleh Dunlop. Iya, Dunlop sang pembuat ban. Jaguar yang merasa rem cakram bisa dimanfaatkan untuk mobil balap, menggaet Dunlop untuk mengembangkannya. Balapan Le Mans 1950 jadi pembuktian teknologi ini mumpuni di Jaguar C-Type, yang menang lomba ketahanan.


Untuk aplikasi mobil massal, lagi-lagi orang Amerika lebih dulu. Pada 1949 mereka menerapkannya untuk mobil Crosley Hotshot dan beberapa model Chrysler. Tapi kemenangan Jaguar di Le Mans itu yang membukakan mata bahwa disc brake ternyata mumpuni untuk segala kendaraan. Kini, sepeda pun mengandalkannya. (Ddn/Odi)


Sumber Foto: enginelabs.com, supercars.net, autoevolution.com


Baca Juga: Mengintip Pembuatan Toyota Century, Sedan Supermewah Asal Jepang

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Mobil Populer

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi