Cara Pemerintah Genjot Ekspor Otomotif di Pasar Dunia

Cara Pemerintah Genjot Ekspor Otomotif di Pasar Dunia
Contents
Baca SelengkapnyaSembunyikan

Kementerian Perindustrian berinisiai geber ekspor otomotif pada 2019. Hal ini dilakukan demi memperbaiki neraca perdagangan nasional. Pasalnya, selama 10 bulan terakhir 2018, sektor otomotif defisit US$ 602,54 juta. Pada periode itu, industri ini mengekspor kendaraan dan bagiannya, sebesar US$ 6.225,6 juta. Sementara nilai impor lebih besar, US$ 6.828,14 juta.

“Di roadmap Making Indonesia 4.0, otomotif salah satu sektor yang tengah diprioritaskan pengembangannya. Indonesia diharapkan menjadi basis produksi kendaraan bermotor. Baik internal combustion engine (ICE) maupun electrified vehicle (EV). Untuk pasar domestik maupun ekspor,” terang Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto di Jakarta.

Berdasarkan data Gaikindo, ekspor mobil utuh (CBU) sepanjang 2018 tumbuh 14,44%. Menjadi 264.553 unit dibanding tahun sebelumnya. Jumlah ekspor kendaraan roda empat CBU diperkirakan terus naik. Sebab, terdapat penerapan kebijakan Peraturan Direktur Jenderal Bea dan Cukai Nomor 01 tahun 2019, tentang Tata Laksana Ekspor Kendaraan Bermotor dalam bentuk jadi. Berlaku mulai 1 Februari 2019.

Pada regulasi yang baru ditegaskan, Pemberitahuan Eskpor Barang (PEB) dapat diajukan setelah barang ekspor masuk ke Kawasan Pabean. Kemudian, pemasukan ke area itu tidak memerlukan Nota Pelayanan Ekspor (NPE) serta pembetulan jumlah dan jenis barang. Ini yang meringkas proses pengiriman.

Dampak Aturan

Aturan itu dinilai membawa manfaat. Misalnya akurasi data lebih terjamin, lantaran proses bisnis dilakukan secara otomasi. Caranya melalui integrasi data antara perusahaan, Tempat Penimbunan Sementara (TPS), serta Ditjen Bea dan Cukai.

Selanjutnya menurunkan average stock level sebesar 36%. Jadi meningkatkan efisiensi penumpukan di gudang eksportir. Lalu memaksimalkan jangka waktu penumpukan di Gudang TPS selama tujuh hari. Sebab proses grouping dan final quality control sebelum pengajuan PEB dapat dilakukan di TPS.

Keuntungan lain, menurunkan biaya trucking. Sebab kebutuhan truk untuk transportasi turun sebesar 19% per tahun sehingga logistics partner tidak perlu investasi truk dalam jumlah banyak. Di sisi lain, menurunkan biaya logistik terkait storage dan handling. Menjadi sebesar Rp 600 ribu per unit dan biaya trucking menjadi sebesar Rp 150 ribu per unit.

“Ya kami menyambut baik regulasi itu karena ekspor otomotif diberikan kemudahan. Ini sangat berarti untuk industri kita yang sedang bersaing dengan negara lain. Hal ini membuktikan, ekspor kita tidak hanya komoditas,” imbuh Airlangga.

Industri otomotif, lanjut Menperin, merupakan sektor quick yielding atau cepat menghasilkan untuk devisa melalui peningkatan ekspor. Tak ayal, struktur manufakturnya sudah dalam. Mulai dari industri baja, kimia, kaca, hingga ban. Bahkan kepercayaan dunia internasional terhadap produk otomotif nasional termasuk tinggi.

“Daya saing industri otomotif kita juga didukung dengan jumlah tenaga kerja dan sektor jasa terkaitnya yang cukup banyak. Tahun kemarin, ekspor mobil CBU sudah lebih dari 264 ribu unit. Dan yang bentuk CKD sekitar 82 ribu unit, sehingga total melampaui 346 ribu unit dengan nilai US$ 4 miliar. Sedangkan tambahan dari ekspor komponen otomotif senilai US$ 2,6 miliar,” ungkapnya.

Nah, jika begitu, Indonesia dinilai menjadi penyambung bagi manufaktur industri otomotif, yang kini sedang bersaing dengan India. Kalau dilihat strukturnya sudah dalam mulai tier 1, 2, sampai 3. Investasi industri otomotif juga diprediksi terus bertambah.

Perlu Tameng pada Industri

Konon menperin terus berupaya meningkatkan investasi dan memperluas pasar ekspor untuk industri otomotif. Karena itu, diperlukan tameng berupa fasilitas insentif fiskal. Tujuannya tak lain, memberi kemudahan dan memacu produksi kendaran yang sesuai selera konsumen global.

Dikabarkan ada rencana penerbitan beberapa regulasi, untuk mendukung pengembangan sektor industri. Seperti yang terkait dengan mobil listrik, vokasi dan litbang. “Ini yang sedang kami tunggu, karena sudah ada beberapa investor yang akan masuk,” akunya.

Investor yang siap membenamkan modal US$ 800 juta, disinyalir dari Hyundai. “Mereka sudah komitmen untuk membangun industri electric vehicle di Indonesia. Target produksinya pada 2022. Dan, ini dapat mendukung target kita di 2025 nanti. Sebanyak 20% adalah electric vehicle,” papar Menperin.

Lalu mereka juga sedang menunggu percepatan perjanjian kerja sama ekonomi dengan Australia. Ada satu juta potensi pasar yang menganga lebar. Ia yakin bila upaya itu terealisasi, sanggup mendongkrak penjualan mobil di Indonesia mencapai 2 juta unit saban tahun. Dari sinilah ekspor dipacu agar bisa berperan menjadi substitusi impor.

Menperin memastikan, kemampuan industri otomotif nasional saat ini telah kompetitif. Struktur manufaktur juga makin dalam dengan didukung banyaknya industri komponen di dalam negeri. Sehingga beberapa kendaraan yang diproduksi, punya tingkat kandungan lokalnya sangat tinggi. Bisa mencapai 75% sampai 94%.

Di dalam peta jalan itu, juga terdapat tahapan dan target dalam upaya pengembangan kendaraan berbasis energi listrik di Indonesia. Diharapkan, pada 2025 kelak sekitar 400 ribu unit kendaraan yang diproduksi di Indonesia adalah produk LCEV. Sekarang tinggal bagaimana pemangku kepentingan saling terintegrasi. Kejelasan regulasi pun bisa berdampak pada prestasi otomotif nasional di kancah global. (Alx/Odi)

Baca Juga: Ekspor 2018 Naik, Toyota Indonesia Yakin Performa 2019 Tetap Positif

Anjar Leksana

Anjar Leksana

Anjar Leksana adalah wartawan multitalenta. Ia pernah jadi guru bahasa Inggris, sebelum kepincut jadi wartawan ekonomi di salah satu majalah. Tidak lama, ia lantas tertarik dengan dunia otomotif, yang hingga sekarang dilakoni. Kiprahnya di dunia jurnalistik otomotif diawali dengan menulis untuk majalah otomotif ternama seperti Autocar Indonesia, Autobild, hingga Black Experience. Pengalamannya mengulas mobil serta pengetahuannya di bidang industri menjadi modal berharga untuk menyuguhkan tulisan yang berkualitas.

Baca Bio Penuh

Jual mobil anda dengan harga terbaik

Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
Listing gratis Listing gratis
Daftarkan mobil Anda

GIIAS 2025

Tren & Pembaruan Terbaru

Anda mungkin juga tertarik

  • Berita
  • Artikel feature

Mobil Pilihan

  • Yang Akan Datang
  • MG 3 hev
    MG 3
    Rp 203,04 Juta Perkiraan Harga Jeneponto
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • Mitsubishi Xpander Hybrid hev
    Mitsubishi Xpander Hybrid
    Rp 405,5 Juta Perkiraan Harga Jeneponto
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Atto 4 ev
    BYD Atto 4
    Rp 464,33 Juta Perkiraan Harga Jeneponto
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • Neta U ev
    Neta U
    Rp 463,76 Juta Perkiraan Harga Jeneponto
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • CHERY TIGGO 4 PRO
    CHERY TIGGO 4 PRO
    Rp 457,02 Juta Perkiraan Harga Jeneponto
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
  • COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
    COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
    30 Dec, 2025 .
  • FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
    FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
    30 Dec, 2025 .
  •  Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
    Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
    22 Dec, 2025 .
  • NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
    NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
    10 Dec, 2025 .
  • TEST DRIVE TOYOTA VELOZ HYBRID, BAWA STANDAR BARU MOBIL KELUARGA
    TEST DRIVE TOYOTA VELOZ HYBRID, BAWA STANDAR BARU MOBIL KELUARGA
    10 Dec, 2025 .
  • TEKNOLOGI HYBRID MILIK TOYOTA YANG BIKIN BERKENDARA MAKIN ASIK DAN MENYENANGKAN
    TEKNOLOGI HYBRID MILIK TOYOTA YANG BIKIN BERKENDARA MAKIN ASIK DAN MENYENANGKAN
    18 Nov, 2025 .
  • ALASAN MENGAPA MITSUBISHI DESTINATOR JADI PILIHAN TEPAT BUAT KELUARGA
    ALASAN MENGAPA MITSUBISHI DESTINATOR JADI PILIHAN TEPAT BUAT KELUARGA
    18 Nov, 2025 .
  • COBA LANGSUNG OMODA 9, SUV KAYAK GINI PANTAS DIJUAL BERAPA?
    COBA LANGSUNG OMODA 9, SUV KAYAK GINI PANTAS DIJUAL BERAPA?
    18 Nov, 2025 .
  • LIHAT MOBIL LISTRIK & KENDARAAN MASA DEPAN HONDA DI JAPAN MOBILITY SHOW 2025
    LIHAT MOBIL LISTRIK & KENDARAAN MASA DEPAN HONDA DI JAPAN MOBILITY SHOW 2025
    18 Nov, 2025 .
  • WULING DARION EV dan PHEV NGACAK-NGACAK HARGA PASAR, JADI BIKIN PUSING PABRIKAN LAIN!
    WULING DARION EV dan PHEV NGACAK-NGACAK HARGA PASAR, JADI BIKIN PUSING PABRIKAN LAIN!
    18 Nov, 2025 .
Tonton Video Mobil

Artikel Mobil dari Carvaganza

  • Pemasok Baterai BYD Gandeng Zhongwei, Kembangkan Baterai Solid-State 60 Ah
    Pemasok Baterai BYD Gandeng Zhongwei, Kembangkan Baterai Solid-State 60 Ah
    Muhammad Hafid, 31 Des, 2025
  • KALEIDOSKOP 2025: 10 Mobil Paling Banyak Dicari, Mobil Murah Masih Incaran
    KALEIDOSKOP 2025: 10 Mobil Paling Banyak Dicari, Mobil Murah Masih Incaran
    Zenuar Yoga, 31 Des, 2025
  • Toyota Operasikan 3 Posko Siaga 24 Jam Selama Mudik Nataru 2025–2026
    Toyota Operasikan 3 Posko Siaga 24 Jam Selama Mudik Nataru 2025–2026
    Anjar Leksana, 31 Des, 2025
  • Kolaborasi Suzuki x Monster Hunter di Tokyo Auto Salon 2026, Ada Jimny Bergaya Ekstrem
    Kolaborasi Suzuki x Monster Hunter di Tokyo Auto Salon 2026, Ada Jimny Bergaya Ekstrem
    Setyo Adi, 31 Des, 2025
  • Dreame Rilis Teaser Perdana Hypercar Listriknya, Siap Debut Dengan 1.000 HP Lebih
    Dreame Rilis Teaser Perdana Hypercar Listriknya, Siap Debut Dengan 1.000 HP Lebih
    Muhammad Hafid, 30 Des, 2025

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature
  • 10 Kendaraan Bensin dan Diesel yang Mengaspal di Indonesia pada 2025
    10 Kendaraan Bensin dan Diesel yang Mengaspal di Indonesia pada 2025
    Anjar Leksana, 31 Des, 2025
  • Ada Kans Masuk Indonesia, Intip Spesifikasi Wuling Starlight 560
    Ada Kans Masuk Indonesia, Intip Spesifikasi Wuling Starlight 560
    Anjar Leksana, 26 Des, 2025
  • Ini Alasan Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel Masih Punya Banyak Peminat
    Ini Alasan Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel Masih Punya Banyak Peminat
    Anjar Leksana, 23 Des, 2025
  • Kembaran Toyota Yaris Cross Mengaspal, Harga Mulai Rp312 Jutaan
    Kembaran Toyota Yaris Cross Mengaspal, Harga Mulai Rp312 Jutaan
    Anjar Leksana, 22 Des, 2025
  • Vinfast e-scooter Siap Diproduksi di Pabrik Subang pada 2026
    Vinfast e-scooter Siap Diproduksi di Pabrik Subang pada 2026
    Anjar Leksana, 19 Des, 2025
  • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Anjar Leksana, 29 Des, 2025
  • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Setyo Adi, 12 Agu, 2025
  • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Setyo Adi, 04 Des, 2024
  • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Setyo Adi, 20 Sep, 2024
  • Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
    Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
    Anjar Leksana, 06 Sep, 2024
  • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Setyo Adi, 01 Sep, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    Setyo Adi, 24 Jun, 2025
  • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Alvando Noya, 13 Jun, 2025
  • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    Anjar Leksana, 16 Okt, 2025
  • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Setyo Adi, 08 Sep, 2025
  • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Anjar Leksana, 04 Agu, 2025
  • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    Setyo Adi, 04 Agu, 2025
  • Tambah Honda HR-V e:HEV, Ini Pilihan SUV Hybrid di Bawah Rp500 Juta
    Tambah Honda HR-V e:HEV, Ini Pilihan SUV Hybrid di Bawah Rp500 Juta
    Setyo Adi, 12 Jun, 2025

Bandingkan

You can add 3 variants maximum*