Oto
jakarta-selatan

Road Test Mini Cooper S Countryman Sports: Mini dengan Banyak Ekstra (Part-2)

  • 31 Des, 2018
  • 855 Kali Dilihat

Bagian kedua ini dimulai dari menilai fitur yang dimiliki Countryman. Harganya banyak berkurang dari versi CBU, namun dengan tambahan fitur, seharusnya punya value for money yang tinggi. Kemudian masuk ke sesi performa mesin dan pengendaraan. Apakah bodi yang besar tetap menghasilkan keasyikan berkendara khas Mini? Itu yang ingin kami buktikan.


Fitur



Harga turun, fitur malah bertambah. Semua itu berkat alokasi perakitan secara lokal. Countryman memang disesaki banyak fitur menarik. Tapi semuanya lebih untuk penunjang kenyamanan, hiburan dan asistensi pengendara. Fitur keselamatannya biasa saja. Bahkan lebih lengkap SUV Jepang seharga Rp 500 jutaan. Contoh, tidak ada fitur aktif Blind Spot Warning dan Lane Departure Warning. Sisanya, sewajarnya mobil Eropa seperti 6 airbag, ABS, EBD, Dynamic Stability Control (DSC), Dynamic Brake Control dan Cruise Control.


Fitur pemanja justru berlimpah. Membuka pintu bagasi elektrik hanya mengayunkan kaki ke bagian bawah bumper belakang. Yang unik, ada Picnic Bench. Sebuah alas empuk tersimpan di balik kompartemen bagasi. Bisa dijadikan tempat duduk saat ”kongkow” bersama teman-teman.



Mini menghadirkan fitur dalam satu bagian paket. Misalnya Mini Excitement Package yang terdiri dari ambient lighting LED dan proyeksi logo Mini, yang keluar dari bagian bawah gagang pintu kanan. Khusus versi CKD ini, dilengkapi head-up display yang memudahkan pantauan informasi berkendara untuk pengemudi.


Semua itu dapat diatur melalui monitor layar sentuh 8,8-inci yang tergabung dalam Mini Connected XL. Beragam fungsi ada di dalamnya, mulai dari telekomunikasi, sistem navigasi, sarana hiburan, informasi dan pengaturan seputar kendaraan. Aksesnya bisa langsung melalui monitor atau kenop putar ala iDrive di konsol tengah. Tersedia touch pad di bagian atas kenop untuk pengaturan dengan menuliskan huruf.


Performa Mesin



Unit tes ini adalah varian Cooper S, jadi tidak ditenagai mesin 3-silinder 1,5-liter turbo yang seolah terlalu mengejar efisiensi. Yang jelas semua opsi jantung mekanis disuplai oleh BMW. Termasuk mesin baru B48 sebagai pusat tenaga Mini Cooper S Countryman Sports. Mesin sama juga dipakai oleh BMW F30 320i, G20 320i, G30 520i, X1, X2 sampai Z4 sDrive20i.


Dengan konfigurasi 4-silinder, 1.998 cc dan TwinPower Turbo, didapat tenaga 192 hp dan torsi 280 Nm. Penyalur ke roda depan, transmisi otomatis 8-speed dari BMW, beserta klaim akselerasi 0-100 km/jam dalam 7,4 detik.



Sejak awal mesin menyala, terdengar hasrat yang cukup besar. Nada yang keluar dari bibir knalpot mampu menambah adrenalin. Senada dengan karakter sport yang ingin ditawarkan. Namun saat langsam, unit B48 terdengar kasar. Malah ada yang mengira mesin diesel karena mengeluarkan gemeretak yang tak sedap didengar.


Tarikannya kuat sampai membuat tubuh makin intim dengan jok. Sayang, semburan turbo menyimpan lag yang agak mengganggu. Baru terasa kuat ketika mesin berputar antara 3.500-4.500 rpm. Transmisi otomatis 8-speed menyajikan perpindahan antargigi yang cepat dan sangat halus. Tiga mode berkendara: Mid, Sport dan Green, disediakan, tergantung kebutuhan pengemudi. Di Mode Green tenaga mesin terlalu dikebiri, untuk penggunaan harian di dalam kota. Mode Mid sudah mencukupi. Ingin ngebut, tinggal mengalihkan tuas bundar ke Sport. Ada perubahan karakter suspensi menjadi semakin kaku berkat Dynamic Damper Control. Sehingga pergerakannya tambah agresif.


Walau mengumbar sensasi sport, BMW tak mau menghilangkan teknologi penghemat bahan bakarnya. Sistem idling stop BMW Efficient Dynamic turut ditanamkan, walau kinerjanya mengganggu kala berhadapan kemacetan ibukota. Selama proses pengetesan dengan jarak lebih dari 300 km, kami mencatat konsumsi bahan bakar sebesar 11,9 km per 100 km alias 8,4 km/liter. Semua itu berdasarkan perhitungan komputer MID dengan cara berkendara senormal mungkin mengikuti kondisi nyata jalan raya.


Pengendaraan dan Pengendalian



Basisnya memakai UKL platform yang juga dipakai BMW X1 dan X2. Bisa dibilang Countryman itu versi Mini dari kedua Bimmer penggerak roda depan (FWD). Konstruksi kaki-kaki terdiri dari single-joint spring strut di depan dan multi-link di belakang. Karakter pengendalian ala go-kart tetap dipertahankan seperti model Mini lain. Bantingannya memang relatif dibuat kaku tapi berdampak pada keakuratan kemudi saat melibas setiap tikungan. Tak ayal Countryman bisa selincah Mini Cooper S yang memiliki bodi lebih kecil. Tapi memang, taraf keasyikannya tidak setinggi saudara kecilnya itu. Bodi besar tak bisa menyembunyikan rasa berat. Ditambah ground clearance tinggi, pergerakan body roll terbilang lebih banyak dari Cooper hatch. Wajar sekali.


Meski begitu, Countryman masih pantas disebut crossover dengan pengendalian terbaik di pasaran saat ini. Respons setirnya tetap sigap mengikuti kemauan pengemudi. Rasanya pun memberikan umpan balik terukur ke tangan berkat sistem eletromechanical dengan Servotronic. Karakter go-kart yang dimaksud, pergerakan setir amat minim untuk mengarahkan mobil. Intinya, mobil ini mudah dikemudikan.



Bantingan suspensi keras tentu tidak memberi rasa nyaman. Naik Countryman ibarat seperti mobil sport. Tapi karena hanya mengandalkan FWD, gejala understeer mudah terjadi saat menikung cepat. Itupun dalam kondisi DSC tetap menyala. Asalkan dalam kecepatan wajar, bisa diajak bersenang-senang di jalanan berliku. Semua itu berasal dari keakuratan pengendalian dan feedback kemudi superior. Dan Ia pun punya ‘fun factor’ lain yang tidak dimiliki Cooper hatch 3-pintu maupun 5-pintu. Ya, cobalah berkelana sedikit lebih jauh keluar dari aspal mulus.


Namanya saja Countryman, tak salah membawanya lebih dalam ke daerah pedesaan. Jangan takut untuk menceburkan Countryman sesekali ke medan off road ringan asal menghindari kondisi medan berat. Tidak disarankan, sebab tanpa dilengkapi sistem penggerak empat roda (AWD) ALL4 yang berguna membantu meningkatkan pengendalian di kondisi jalan licin dengan memberi traksi merata ke setiap roda. Tepatnya ber-cross country saja sambil blusukan dan berwisata menjauhi kepadatan urban.


Kesimpulan



Ternyata Countryman menawarkan kesenangan lebih banyak. Bukan dalam hal performa mesin maupun pengendalian, melainkan arena bermain yang lebih luas ketimbang Mini Cooper biasa. Memang sedikit mengaburkan karakter lincah ciri khas model Mini lain. Tapi ini sebuah SUV crossover dengan DNA Mini yang kental. Ditambah ekstra-kabin lapang yang membuatnya jadi mobil keluarga yang pantas. (Odi)


Baca Juga: Road Test Mini Cooper S Countryman Sports: Mini dengan Banyak Ekstra (Part-1)

Galeri

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video MINI Countryman

Lihat video terbaru MINI Countryman untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Komparasi