jakarta-selatan

Road Test Hyundai Santa Fe XG CRDi: Tenang Tapi Menghanyutkan (Part-2)

  • Nov 07, 2018
  • 213 Dilihat

Ubahan total pada desain eksterior maupun interior, tidak menghilangkan kesan Hyundai Santa Fe sebagai SUV yang ganteng. Format 7 penumpang, juga dapat menjadikannya sebagai mobil keluarga yang dapat diandalkan. Berikut kami bahas soal pembaruan dari sektor fitur. Lalu, bagaimana impresi berkendara Santa Fe terbaru? Masih sama seperti dulu atau semakin mengasyikkan?


Fitur



 


Fiturnya jelas mengalami peningkatan dibanding Santa Fe sebelumnya yang terkenal amat minim. Namun tidak signifikan dan belum sebanding dengan harga yang ditawarkan. Persepsi itu terlihat dari sudut pandang persaingan melawan SUV Jepang. Bisa dibilang, fitur Santa Fe tidak sebanding dengan SUV 7-seater lain seperti Honda CR-V turbo, Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport dan lain sebagainya. Malah Toyota Rush dan Daihatsu Terios saja bisa lebih lengkap.


Setidaknya, apa yang Hyundai tawarkan dari Santa Fe sangatlah mencukupi untuk kebutuhan dasar. Lampu depan dan belakang sudah pakai LED yang hemat daya, ditambah pula lampu siang (DRL) dan lampu kabut. Dari luar tampak mewah dan terlihat berkelas. Apalagi ditambah penggunaan pelek 19-inci untuk tipe XG ini.



Anggapan fitur yang “kopong” itu, baru terasa ketika masuk ke dalam. Pengaturan jok elektrik ada, tapi untuk kursi pengemudi saja. Sudah cukup untuk mendapat posisi mengemudi sempurna. Lagipula kemudinya bisa diatur ketinggian maupun jangkauan (tilt and steering).


Dalam panel instrumen, selain berbagai indikator analog, ada Multi Information Display (MID) berupa layar TFT yang isinya untuk mengatur beragam fungsi. Pengaturan AC melalui tombol dan kenop putar, ditampilkan dalam bentuk digital. Sistemnya otomatis dengan Micro Air Filter dan Cluster Ionizer. Ventilasi AC tersedia untuk penumpang baris kedua sampai ketiga. Tombol di kemudi terhitung banyak, mulai dari mengatur audio, telepon, cruise control dan MID.


Bagian menyedihkan berasal dari head unit. Dengan desain mengambang seolah tertancap di atas dasbor, sayangnya bukan berupa monitor layar sentuh yang dapat memutar video atau format DVD, melainkan TFT LCD berukuran 5-inci. Seperti head unit 2DIN biasa dengan fitur standar audio masa kini. Tidak ada yang istimewa sama sekali, bahkan tidak punya kamera belakang untuk parkir.



Area konsol tengah tampak lebih mewah. Rem parkir sudah elektrik yang ditemani beberapa tombol: Auto Hold, Drive Mode, Downhill Brake Control (DBC) dan sensor parkir. Atapnya hampir keseluruhan kaca, berupa panoramic yang dapat terbuka sangat lebar, poin ini boleh diacungi jempol.


Minimnya fitur, kembali kami temukan pada sektor keselamatan. Airbag hanya dua buah untuk depan saja. Kalah dari Toyota Rush yang punya 6 airbag. Apakah Santa Fe kalah aman, belum tentu. Pastinya rangka dan bodi kedua SUV itu tak sebanding. Pengendali laju ada Anti-lock Braking Syste (ABS), Electronic Brake Distribution (EBD) dan Electronic Stability Control (ESC) lengkap dengan Hill Assist Control (HAC). ESC akhirnya ada untuk Santa Fe diesel. Fitur yang amat penting, terutama bagi mobil bertorsi besar. Sebab mudah membuat pengemudi terlena ingin tancap gas terus. Torsi yang berlebih mudah membuat roda spin dan mobil tergelincir. Makanya ESC begitu vital untuk mencegah itu terjadi.


Performa Mesin



Masih pakai mesin lama R-engine common rail diesel 4-silinder 2.199cc yang didukung variable geometry turbocharger (E-VGT). Tenaga dihasilkan sebesar 193 PS dan torsi 436 Nm untuk menggerakkan roda depan via transmisi otomatis baru 8-speed. Hasilnya amatlah menyenangkan. Akselerasi kencang dengan torsi sangat padat mulai dari putaran mesin rendah. Bodi Santa Fe CRDi yang besar, selalu bergulir ringan seolah tanpa perlu banyak usaha. Kalau Anda doyan mengemudi sendiri, jelas pilih varian diesel ini ketimbang mesin bensin.


Transmisi baru cukup menambah kenikmatan itu. Tingkat percepatan lebih banyak, membuat shifting lebih cepat, halus dan mengurangi power loss. Tak sulit mengembangkan kecepatan di tiap tingkatan. Bahkan transmisi ini tergolong pintar, mau menahan di putaran mesin yang optimal. Tidak serta merta langsung berpindah gigi dan tanpa gejala kebingungan karena jumlah gigi yang banyak.



Ingin lebih asyik lagi, mainkan paddle shift atau mode manual di tuas. Karena matik torque converter biasa, terasa entakan untuk sensasi sport walau demikian perpindahaannya terbilang cepat. Mode berkendara Comfort, Eco, Sport dan Smart, mengubah karakter mesin dan perpindahan transmisi. Tapi tidaklah signifikan, saya cukup puas berada di mode Comfort saja.


Konsumsi bahan bakar pun tergolong hemat layaknya mesin diesel modern. Sepanjang proses pengetesan dengan rute dalam kota antara Bekasi sampai sekitaran Tangerang Selatan, kondisi lalu lintas selalu padat. Sesekali ngebut di jalan tol untuk bersenang-senang bila kondisi lengang dan tidak ada niatan sama sekali untuk mengirit. Konsumsi Pertamina DEX tertera di MID mencatat 10,3 km/liter. Dengan ukuran tangki bahan bakar 64 liter, secara matematis Anda dapat melaju sampai 500an kilometer.


Pengendaraan dan Pengendalian



Tidak perlu waktu lama untuk menemukan jati diri Santa Fe sesungguhnya. Merasakan pengendaraan mobil ini, seketika langsung tersadar kelasnya berada di atas SUV yang sudah saya sebutkan. Kabinnya kedap, bantingan suspensi empuk dan diredam mantap seperti rasa mobil Eropa, membuat pengendaraan nyaman dan berkualitas tinggi.


Sasis monokok berpadukan suspensi MacPherson strut di depan dan Multi-link di belakang, menghasilkan kenyamanan ala sedan-sedan bongsor. Tentu saja tidak selincah sedan karena ground clearance tinggi. Tapi pengendalian mobil ini tergolong responsif dan cukup menuruti kemauan pengemudi.


Jangan pula bandingkan dengan dengan SUV diesel ladder frame, karena terasa jauh perbedaannya. Semuanya serba stabil tanpa bodi harus banyak bergoyang kesana kemari. Tidak terdapat efek ‘nose dive’ saat mengerem atau moncong sampai mendongak bila akselerasi kuat. Pada kecepatan tinggi juga lebih anteng dan terasa menjejak aspal. Mobil ini enak untuk diajak touring jarak jauh.


Simpulan



Kembali memandang mobil ini secara keseluruhan. Jika memakai sudut pandang hanya harga, maka jadi begitu mahal. Karena dibandingkan dengan SUV 7-seater yang menawarkan fitur lebih lengkap, membuat value Santa Fe tergolong rendah. Bagi Anda pemuja fitur berlimpah, lebih baik tidak memilih SUV ini, karena itu bukan sajian utamanya.


Tapi bagi Anda yang ingin menyalurkan hasrat mengemudi, Santa Fe menawarkannya. Bagian ini menunjukkan kelas sesungguhnya, yang tidak bisa dilihat oleh orang awam otomotif. Di antara SUV segmen D lain, hanya Santa Fe CRDi yang dilabeli harga paling murah, mampu menampung 7 orang dengan kualitas berkendara jempolan. (Odi/Van)


Baca Juga: Hyundai Santa Fe XG CRDi: Tenang Tapi Menghanyutkan (Part-1)

Galeri

Shares

Harga dan Promo Varian Santa Fe

  • 2.4L MPI GLS | Rp504 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp97,8 Juta
    Angsuran Rp11,52 Juta
    Tenor 60 Bulan
    Lihat Promo
  • 2.4L MPI XG | Rp525 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp102 Juta
    Angsuran Rp12 Juta
    Tenor 60 Bulan
    Lihat Promo
  • 2.2L CRDi GLS | Rp554 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp107,8 Juta
    Angsuran Rp12,65 Juta
    Tenor 60 Bulan
    Lihat Promo
  • 2.2L CRDi XG | Rp574 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp111,8 Juta
    Angsuran Rp13,11 Juta
    Tenor 60 Bulan
    Lihat Promo

Video Hyundai Santa Fe

Lihat video terbaru Hyundai Santa Fe untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi