jakarta-selatan

First Drive Toyota C-HR Hybrid: Efisiensi dalam Keheningan

  • 24 Apr, 2019
  • 990 Kali Dilihat

Harganya mulai Rp 523,35 juta. Hanya beda Rp 30 jutaan dari model bermesin konvensional. Dengan diferensiasi itu, Toyota C-HR Hybrid sudah memiliki dua mesin untuk meningkatkan efisiensi sang SUV nyentrik.



Dalam catatan kami, selisih harga ini yang terendah dibanding model-model hybrid versus konvensionalnya. Kalau Anda beli dengan metode mencicil, kami yakin perbedaannya cuma ratusan ribu rupiah perbulannya. Dengan jargon efisiensi yang lebih baik, seperti apa rasa mengendarai C-HR Hybrid?


Hening


Itulah sensasi pertama yang kami rasakan saat mulai menyalakan C-HR Hybrid. Dari kondisi diam hingga ke kecepatan menengah (40 kpj), energi listrik digunakan untuk menggerakkan roda. Dalam proses ini, mesin dalam kondisi mati.


Tanpa suara mesin, maka kabin terasa hening. Indikasi mobil menyala, hanyalah dari panel instrumen yang berpendar. Tak ada suara gerungan mesin, persis mobil listrik murni.


Proses ketika mesin menyala pun terasa lebih halus. Konfigurasi unik dalam mesin dengan sokongan motor yang menyambung ke kruk as, memungkinkan ruang bakar bekerja tanpa banyak getaran.


Spesifikasi Toyota C-HR Hybrid, kami ulas di artikel ini.


Mesin C-HR Hybrid


Akselerasi Singkat?


Sejatinya, mobil hibrida punya akselerasi yang lebih greget dibandingkan mobil konvensional. Apalagi, Toyota C-HR Hybrid punya mode sport, yang bisa memanfaatkan kombinasi motor listrik dan mesin untuk memicu torsi lebih besar.


Sayang, kondisi unit tes yang kami jajal, dalam level baterai rendah. Kondisi jalan pengujian singkat, juga tidak memungkinkan kami untuk mengisi baterai dengan metode pengereman. Alhasil, mode sport tidak bisa diaktifkan. Oh ya, kami mengujinya bersama brand ambassador C-HR Hybrid, dan pemilik pertamanya di Indonesia, Rio Haryanto.


Jadinya, selama pengujian, kami hanya menjajal dua mode, Normal dan Eco. Dua mode ini memang masih memanfaatkan energi listrik secara minimal. Mode Eco menggunakan energi listrik secara optmal. Begitu C-HR Hybrid terdeteksi butuh energi, maka mesin diaktifkan. Pada mode normal, sistem mengombinasikan mode EV di setiap kecepatan.



Melaju Lebih Jauh


Klaimnya demikian, dan kami yakin itu. Toh orientasi C-HR Hybrid memang pada performa mengolah bahan bakar. Karenanya, tangki bensin yang disiapkan pun lebih ringkas, hanya 43 liter. Beda 7 liter dengan model gasoline konvensional (50 liter). Nampaknya, ruang bahan bakar di bawah jok, turut berbagi dengan baterai nikel.


Efisiensi yang lebih hemat hingga 62% diklaim PT Toyota Astra Motor. Contoh kasarnya: kalau Anda mengisi bensin C-HR konvensional ke kondisi penuh dari kosong seminggu sekali, maka Anda bisa mengisi penuh C-HR Hybrid, dua kali dalam tiga minggu.


Contoh lainnya: dalam melajukan C-HR konvensional, Anda bisa menembus hingga 400 km dalam sekali pengisian. Dengan C-HR Hybrid, berkat keunggulan efisiensi 62%, Anda bisa melaju lebih dari 650 km. (Disclaimer: hitungan kasar, bukan pengujian nyata).


Toyota C-HR Hybrid


Simpulan


Selain performa efisiensi dan keheningan kabin, kami tak temukan perbedaan lain saat mengendarai C-HR Hybrid. Handling dan karakter suspensinya tak beda dengan versi reguler (Daftar perbedaan C-HR biasa dan Hybrid, bisa dibaca di sini). Tetap sporty dan punya kesan berkendara yang mengasyikkan dibanding model Toyota lainnya.


Perbedaan harga hanya Rp 30 jutaan, tentu membuat C-HR biasa jadi tak menarik. Pihak TAM pun tak menampik. Mereka memang punya misi untuk mengalihkan calon pembeli C-HR konvensional ke model hibrida.


Untuk Anda ketahui, mobil hibrida masuk dalam jenis kendaraan listrik. Ada energi listrik yang memang dimanfaatkan secara khusus untuk menggerakkan roda. Ia diklasifikasikan sebagai mobil berenergi listrik hibrida, yang masih bekerja tandem dengan mesin konvensional. Hybrid yang digunakan oleh C-HR, memanen energi listrik dari proses deselerasi. Energi saat pengereman, dipanen ke baterai nikel untuk digunakan sebagai penggerak motor. Beda lagi dengan model Plug In Hybrid (PHEV), yang bisa diisi baterainya dengan mencolok kabel ke mobil. (Van/Odi)


Baca Juga: First Drive All New Nissan Serena: Makin Berkelas!

kali dibagikan

Harga dan Promo Varian CHR Hybrid

  • 1.8L | Rp 523,35 Juta (OTR)
    DP (mulai dari) Rp 151,05 Juta
    Angsuran Rp 10,72 Juta
    Tenor 48 Months
    Lihat Promo

Video Toyota CHR Hybrid

Lihat video terbaru Toyota CHR Hybrid untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Toyota Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi