First Drive Peugeot 3008 dan 5008 Allure Plus: Dua Jubah Satu Mesin (Part-1)

First Drive Peugeot 3008 dan 5008 Allure Plus: Dua Jubah Satu Mesin (Part-1)
Gambar
Review Pengguna

Peugeot Indonesia mencoba bangkit kembali. Mereka merilis 3008 dan 5008 varian Allure Plus pada 11 Februari 2020. Beberapa tahun belakangan, APM ini tak banyak lakukan kegiatan yang berelasi dengan citra merek. Seolah berpangku tangan dan mengharap pelanggan datang sendiri. Namun tidak tahun ini. Perusahaan mau menanggalkan taktik lama dan mulai atur strategi memasuki pasar SUV yang dinilai banyak peminatnya.

Alhasil mereka mendatangkan duo jagoan anyar dari Malaysia dengan banderol lebih murah ketimbang varian GT Line. Peugeot 3008 Allure Plus dilabeli harga Rp 670 juta dan Peugeot 5008 Allure Plus dijual Rp 720 juta. Semua berstatus on the road Jakarta. Secara visual keduanya sangat identik. Bagian berbeda hanya buritan dan konfigurasi tempat duduk antara lima dan tujuh penumpang. Sebelum berbincang sensasi berkendara, baiknya kita mulai dari bagian yang tampak mata dulu.

review peugeot 3008

Tampilan 3008 Allure Plus

Dilihat dari profil tubuh, keduanya nyaris sama. Dimulai dari Peugeot 3008. Ia memiliki panjang 4.510 mm, lebar 1.850 mm, tinggi 1.662 mm dan jarak sumbu roda 2.730 mm. Sorot mata depan sudah LED proyektor dengan bentuk pahatan di tengah. Rupa itu mencirikan cakar sang Singa kontemporer. Ornamaen kromium banyak bertebaran, terutama sebagai pembingkai kisi-kisi depan dan lampu kabut. Grille berwujud trapesium terbalik dengan corak garis putus-putus. Kaki mengandalkan pelek gaya Los Angeles 18 inci yang rupawan.

Tatanan itu menjadi perpaduan memesona sebuah medium SUV. Apalagi kaca depan tegak dan dada membusung. Karakter sebagai teman bertualang pun terpahat dari alis roda (fender), body moulding, pelek 18 inci dua warna dan roof top. Sehingga kala Anda mengajaknya bercengkerama ke habitat off-road dan perkotaan, tetap sedap dipandang.

Sementara di buritan, rupa lampu belakang bergaya Claw Effect 3D atau bekas cakaran Singa. Ada tiga garis lampu LED berjejeran sebagai ciri khas Peugeot mutakhir. Di bawahnya terdapat sepasang reflektor dan lapis kromium. Kemudian bagian atap terpasang kaca panoramic jembar, sehingga penghuni kabin bisa menikmati pemandangan. Apalagi saat melancong ke kawasan pegunungan dengan udara sejuk. Tinggal buka sunroof dan nikmati keasyikan berkendara.

peugeot 5008 review

5008 Allure Plus

Kakaknya (berdasar nomenklatur merek), punya dimensi sedikit lebih besar. 5008 Allure Plus berukuran 4.670 mm x 1.855 mm x 1.655 mm dan wheelbase 2.840 mm. Lebih panjang 110 mm dari 3008 Allure Plus. Lantas apa yang berbeda? Corak pelek 18 inci dengan pola garis vertikal lima palang. Bagian belakang lebih tegak dari buritan 3008 yang cembung. Sentuhan krom dan bumper belakang jua jadi diferensiasi. Secara umum kelengkapan eksterior pun sama.

Interior

Rancangan interior duo SUV ini agak mirip dengan ruang kendali pesawat. Peugeot menamainya sebagai i-Cockpit. Semua serbadigital. Baik di 3008 maupun 5008. Sebuah floating monitor (mengambang) 8 inci tertancap di tengah. Anda bisa mengintegrasi smartphone dengan Bluetooth, Apple CarPlay, voice recognition dan navigasi GPS. Bahkan gambar bangunan dan jalanan sekitar bisa muncul di meter cluster 12,3 inci. Tampilan antarmuka pun bisa diganti sesuai selera.

Lalu sistem audio tertanam pakai tipe 2-way dengan sebaran frekuensi detail. Mulai dari low, middle dan high yang terdenger jernih lewat sepasang tweeter. Itu berkat tatanan Arkamys 3D Sound Staging. Untuk mengisi baterai gawai Anda, tersedia power socket di semua baris. Namun agak disayangkan, jok semi bucket itu kurang memangku paha pengemudi (172 cm) sehingga mengurangi kenyamanan kala melancong jauh. Pun pada baris kedua. Seyogianya kendaraan Eropa punya kelebihan itu.

Sukar menemukan perbedaan kabin 3008 dan 5008, kecuali pada jumlah jok. Material soft touch dan balutan jok kulit sudah sewajarnya tersedia. Peugeot 5008 yang juga menjadi kendaraan dinas Presiden Prancis Emmanuel Macron, punya dua jok tambahan di baris tiga. Dan ukurannya amat kecil, hanya cocok buat anak-anak. Sementara 3008 punya kekurangan blind spot lantaran bentuk buritan. Tapi masih bisa terbayarkan dari pantauan kamera ekstralebar untuk menjangkau berbagai titik.

Peugeot 3008 Plus interior

Jantung Pacu

Berbagi mesin ialah salah satu cara pabrikan untuk meringkas dana riset dan memudahkan pemeliharaan bagi konsumen. Termasuk urusan suku carang. Peugeot menanam mekanikal pacu EP6FDTM 4-silinder 1,6-liter THP (Twin Scroll Turbo High Pressure). Engine inilah yang tertancap pula di sportscar RCZ, 3008 serta 5008.

Hasil pembakaran bensin dan induksi turbo membuncahkan daya maksimal 167 PS di 6.000 rpm dan torsi puncah 240 Nm mulai 1.400 rpm. Untuk melesat bisa mencapai kecepatan puncak 206 km/jam. Semua didistribusi melalui roda depan (FWD) via transmisi otomatis 6-speed. Saat dicoba di jalan bebas hambatan (Jakarta – Surakarta), tenaga terasa padat. Bahkan amat mudah mengilat. Untuk performa dan pengendalian tersaji pada artikel bagian kedua. (Alx/Odi)

Baca Juga: First Drive Peugeot 3008 dan 5008 Allure Plus: SUV Rasa Sedan (Part-2)

Jelajahi Peugeot 3008

Peugeot 3008 Rp 690 - Rp 750 Juta Cicilan : Rp 15,74 Juta

Bandingkan & Rekomendasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store