Walau Paceklik COVID-19, Toyota dan Daihatsu Indonesia Masih Mendominasi Pasar

Walau Paceklik COVID-19, Toyota dan Daihatsu Indonesia Masih Mendominasi Pasar

Industri otomotif Tanah Air harus menelan pil pahit, lantaran dihantam COVID-19. Dari awal tahun hingga Maret 2020 hasilnya dekaden. Berdasar akumulasi penjualan dari pabrikan ke diler, dilansir PT Astra International Tbk, pasar mobil nasional turun 7 persen menjadi 236.825 unit dibandingkan kuartal I tahun lalu. Walau begitu, Toyota dan Astra Daihatsu Motor (ADM) tetap jadi pemain utama.

Dilihat secara menyeluruh dulu. Pada Maret kemarin market turun curam 15 persen. Atau menjadi 76.800 unit dari bulan sama tahun lalu. Masa pandemi COVID-19 mulai menggerogoti pasar otomotif nasional per Maret. Dari total wholesales (pabrik ke diler) 236.825 unit, Toyota mampu berjualan mobil di Indonesia dengan volume 75.677 unit atau menggenggam pangsa pasar 32 persen. Daihatsu di peringkat kedua dengan market share 18 persen.

Launching Daihatsu Ayla dan Sirion 2020

Peringkat ketiga dipijaki Honda dengan volume 36.218 unit. Kemudian disusul Mitsubishi Motors 33.557 unit dan Suzuki 24.210 unit. Itulah kelompok lima besar pasar mobil Indonesia per kuartal I tahun ini. Di kelompok non-Astra, pemasaran tercatat 107.082 unit dengan pangsa pasar 45,3 persen. Kelompok ini diwakili empat merek utama: Honda, Mitsubishi, dan Suzuki, dan Nissan.

Astra Grup

Namun bila dilihat dari kaca mata kelompok usaha, Astra Grup mencatat total penjualan 129.743 unit. Sehingga meraih pangsa pasar 54,7 persen secara nasional. Di bisnis otomotif, mereka mengayomi dan mengelola jenama seperti: Toyota, Daihatsu, Isuzu, UD Trucks serta Peugeot. Lalu khusus segmen mobil murah ramah lingkungan (LCGC). Market share Astra mencapai 73,4 persen. Perusahaan memimpin pasar dengan model Toyota Calya dan Agya, serta Daihatsu Ayla dan Sigra. Sedangkan non-Astra diwakili model Honda Brio Satya dan Suzuki Karimun Wagon R.

Raksasa otomotif yang sahamnya 50,1 persen dimiliki Jardine ini tak bisa menghindari serangan COVID-19. Pada April 2020, penjualan Astra Grup turun 91,9 persen menjadi 3.807 unit dibandingkan April tahun lalu yang mencapai 47.491 unit. Mengacu dari data wholesales Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales Toyota masih yang tertinggi di Astra Grup, yakni 2.093 unit. Padahal secara tahunan, penjualan T brand mencapai 29.217 unit. Kontributor kedua adalah Daihatsu dengan 1.330 unit. Disusul Isuzu dengan 335 unit, UD Trucks 27 unit dan Peugeot 22 unit.

Astra Auto Fest 2020

Kemerosotan hasil wholesales disinyalir maraknya penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Berlaku pada awal April terutama di kawasan Jabodetabek dan Jawa Barat. Wilayah ini merupakan pasar otomotif terbesar di Tanah Air bersama Jawa Timur. Lantas di ranah LCGC. Penjualan Astra Grup juga merosot tajam. Dari 14.663 unit menjadi 939 unit per April tahun ini. Terjadi penurunan 93,5 persen secara tahunan. Sementara dari sisi market wholesales Astra Grup mencatat 48 persen di April. Khusus kendaraan murah menguasai pangsa pasar 65 persen. (Alx/Tom)

Sumber: Merdeka.com

Baca juga: Daihatsu Sigra Bertahan di Tengah COVID-19, Xenia Turun

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store