• Wishlist

Berbagai Langkah Toyota untuk Selamat di Tengah COVID-19

Berbagai Langkah Toyota untuk Selamat di Tengah COVID-19

Otomotif menjadi salah satu sektor yang terdampak cukup parah akibat COVID-19 ini. Banyak perusahaan perlu beradaptasi dengan kondisi abnormal seperti sekarang. Tak ketinggalan grup otomotif terbesar Astra, dan khususnya Toyota. Begini langkah mereka menghadapi tantangan berat ini.

Menjaga Keberlangsungan Hidup

Henry Tanoto pada peluncuran Toyota Avanza

Keberlangsungan hidup perusahaan menjadi penting di saat krisis seperti ini. Dalam gelaran webinar lembaga konslutan marketing, Markplus, Direktur Astra Internasional dan Vice President PT Toyota Astra Motor, Henry Tanoto, menjelaskan strateginya. Mereka disebut punya dua fokus utama demi mempertahankan nyawa perusahaan. “Pertama, bagaimana kita survive secara people-nya, dalam arti karyawan dan juga customer di tengah pandemi covid ini. Dan yang kedua adalah fokus untuk bagaimana kita bisa survive secara business," jelas Henry.

Astra jelas merupakan sebuah grup raksasa. Lebih dari 200 anak perusahaan dibidaninya. Tak kurang 200 ribu pekerja bernaung pada payung ini. Pun tidak berdiri sendiri, dikelilingi berbagai rekanan supplier dan diler yang jumlahnya tidak sedikit. Lebih dari 400 perusahaan.

Diakui Henry saat pertama kasus virus korona merebak, mereka langsung membentuk COVID-19 task force. Hal ini merupakan bagian dari fokus mereka terhadap SDM. Langsung dilaksanakan berbagai langkah proteksi guna melindungi karyawan dan pelanggan yang bertransaksi.

Secara bisnis juga tercatat beberapa fokus. Dijelaskan bahwa kekhawatiran paling pertama adalah dampak dari sisi suplai. Pasalnya, saat pasokan dari luar terhenti dapat berpengaruh terhadap perusahaan. Kendati begitu, seiring berjalannya waktu masalah justru datang dari demand side. Untuk itu, perlu penyesuaian cepat tanggap terkait manufaktur.

“Jadi akhirnya dari manufacturing itu ada dua hal. Yang utama bagaimana memiliki multisource dari supplier, yang kedua adalah bagaimana cara meng-adjust suplai secara cepat untuk bisa sesuai dengan demand yang ada. Karena demand-nya yang tadi diceritakan drop sangat signifikan terutama mulai April," imbuh Henry.

Perhatian terkait rantai pasokan tidak usai di titik suplai menurutnya. Ia menambahkan,  “Kami secara total supply chain diperhatikan, jadi ga bicara tentang Astra Company saja tapi kami juga bicarakan tentang partner-partner bisnis kita agar mereka semua bisa survive berbarengan dengan kami. Itu juga menjadi hal yang sangat penting.”

Keuangan perusahaan tentu ditinjau ulang, terkait pengeluaran operasional serta belanja modal. Namun tidak terhenti sampai penanganan pandemi, dipertimbangkan pula skenario setelah pulih dan persiapan untuk masa mendatang.

Toyota global production

COVID-19 membuat perusahaan memutar otak agar tetap dapat berjualan. Akibatnya pemasaran, aktivitas, dan pendekatan lain jadi berubah. Digitalisasi sangat mungkin menjadi jawaban untuk penjualan mobil. Seperti temuan Astra bahwa kanal digital mereka meningkat cukup signifikan. Disebutkan sampai 50 persen. “Jadi memang akhirnya banyak proses penjualan kita akhirnya dimulai dari digitalisasi yang kita punya,” pungkas Henry.

Terbatasnya mobilitas boleh jadi membuat orang beralih ke kanal digital. Meski begitu, pembatasan sosial turut menciptakan permintaan baru seperti home service. Terbukti permintaan mobile service Toyota meningkat signifikan sampai 30 persen.

Persiapan ke Depan

Henry mengatakan bahwa mereka tetap optimis menghadapi masa depan. Ia yakin semua ini akan berlalu. Ia juga percaya bahwa pasar otomotif Indonesia masih menyimpan banyak potensi. Bukan tidak mungkin market akan booming, hanya saja dihadapi ketidakpastian pasca korona.

Untuk itu, bagian dari persiapan pertama adalah mengetahui siapa konsumen (Know Your Customer). Mereka mempelajari survey eksternal serta kondisi negara lain yang duluan menghadapi Covid. Dilihat seperti apa konsumennya, ditambah juga melakukan internal survey di Astra.

“Jadi cukup menarik temuan-temuannya. Misal kami jadi tahu segmen customer mana yang sebenarnya menunda. Itu menjadi input buat kami. Kemudian kami jadi tau juga attitude customer terhadap kesehatan itu seperti apa. Jadi ternyata mereka cukup tinggi sangat concern terhadap kesehatan,” papar Henry

Temuan dari survey juga membuktikan kalau digitalisasi bukanlah opsi sementara bagi konsumen. Bukan sekadar karena keterbatasan mobilitas di tengah pandemi. Dikabarkan bahwa konsumen akan tetap menggunakan kanal daring untuk pembelian online dan lain-lain. Pada intinya Astra ingin mengetahui seperti apa konsumen mereka nanti.

Pandemi juga mengakibatkan berbagai perubahan lain bagi Toyota. Contoh eksekusi omnichannel offline dan online akan semakin terakselerasi. “Mungkin ga usah heran lagi dalam waktu ga lama lagi akan banyak customer kita membeli mobil itu pure lewat online bahkan tidak ada offline nya sama sekali. Jadi itu juga bukan hal yang aneh rasanya akan terjadi.” Sama halnya terkait home service, dinilai akan banyak konsumen meminta pick up delivery dan home service.

Toyota COVID-19 ambulance cover photo

Portfolio produk boleh jadi berkembang. Apalagi jika berhubungan dengan kesehatan. Misal di ranah after sales, car care product diekspektasikan bakal lebih diminati. Selain itu service delivery yang memerhatikan kesehatan sekaligus kebersihan kendaraan.

Di sisi produksi, multi sourcing akan memberikan fleksibilitas proses. Ia beranggapan hal ini dapat memberikan kesempatan bagi Indonesia. Pasalnya jatah supplier komponen tidak lagi terpusat di China, mereka bakal berbagi dengan negara lain dan bukan tidak mungkin Indonesia dipilih.

Untuk mendukung semua ini, tentu dibutuhkan SDM yang mumpuni. “People yang dibutuhkan dari situasi ini akan kelihatan bahwa mungkin capability digital online penting, tapi yang adaptive dan juga inovatif rasanya juga akan menjadi people capability yang kami butuhkan.”

“Kami dari astra merasa sangat optimis bahwa otomotif ini akan terus growing. Memang ini adalah fase kita turun dulu berhenti dulu sebentar, tapi rasanya mulai Q3 dan Q4 mulai ada pergerakan dan semoga di tahun depan kita akan merasakan market yang lebih pulih dari sekarang,” tutupnya. (Krm/Van)

Baca Juga Carvaganza: Tips Jaga Kondisi Cairan Mobil Saat Pandemi 

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store