SUV Listrik BMW iX Dijadwalkan Mengaspal Akhir 2021 dalam Dua Varian

SUV Listrik BMW iX Dijadwalkan Mengaspal Akhir 2021 dalam Dua Varian

Perkenalan BMW iX mungkin menyisakan banyak rasa penasaran. Baru sebatas pamer lenggokan final alias belum benar-benar datang untuk mengaspal. Disebut masih dalam fase pengembangan terakhir. Produksi di fasilitas Dingolfing, Jerman sendiri direncanakan berjalan penuh akhir tahun berikut dibarengi peluncuran ke pasar.

Kendati begitu, satu per satu detail disingkap jelang hari besar sang flagship teknologi bertubuh Sport Activity Vehicle (SAV). Belum lama ini kecanggihan sistem infotainment iDrive generasi termutakhir yang dianutnya telah dirilis. Sekarang gilirannya opsi varian penentu performa untuk dibeberkan. Disebut akan tersedia dua model pada momen awal peluncuran yakni BMW iX xDrive40 dan xDrive50.

“Kami membuat janji dan akan memenuhi janji tersebut: peluncuran BMW iX akan terlaksana akhir tahun ini dengan pendekatan dua arah – dalam bentuk BMW iX xDrive40 dan BMW iX xDrive50,” ujar Pieter Nota sebagai anggota dewan manajemen BMW AG yang bertanggung jawab atas Customer, Brands, and Sales. Lanjut dijelaskan, mereka juga telah menetapkan harga untuk Jerman. Dipastikan setara dengan X5 bermesin konvensional.

BMW iX

Untuk diketahui, iX varian termurah bakal diberi banderol 77.300 Euro atau sekitar Rp 1,3 miliar. Sementara itu, model xDrive50 dilego di angka 98.000 Euro – kalau dikonversi, harganya hanya mencapai Rp 1,7 miliar. Sebagai perbandingan saja, angka terendah iX tak jauh lebih mahal dari BMW X5 xDrive40i trim standar yang dipasarkan mulai 74.299 Euro (Rp 1,28 miliar). Itu belum dengan tambahan fitur opsional. Harga jual bisa dibilang relatif terjangkau bagi sebuah mobil listrik dengan dimensi yang juga kurang lebih setara X5.

Baca juga: Rencana Ambisius BMW Group 2021, Rilis i4 Hingga Ubah MINI Jadi Merek Serbalistrik

Bisa diketahui bahwa kedua model mengusung sistem penggerak empat roda xDrive. Kemampuannya dihasilkan oleh penempatan motor listrik di poros depan dan belakang. Lalu, diferensiasi kemudian ditegaskan oleh angka “40” dan “50” sebagai dasar pembeda kasta performa. Memisahkan tingkatan baik itu di segi kekuatan memacu dan daya tempuh.

Tipe xDrive40 diklaim sanggup gelontorkan tenaga lebih dari 300 hp. Kombinasi dua motor listrik memungkinkan sang SAV menuntaskan akselerasi ke 100 kpj dalam tempo sekitar 6 detik-lebih-sedikit. Model xDrive50 tentu lebih bertenaga, torehkan angka impresif lebih dari 500 hp. Potensi kecepatan untuk mencapai 100 kpj juga lebih cemerlang. Disebut tak sampai 5 detik.

BMW iX electric SUV

Sumber velositas tadi tercipta dari paket powertrain dan drivetrain terintegrasi. Adalah teknologi eDrive generasi kelima yang berisi motor listrik, transmisi, dan komponen elektronik. Tak hanya itu, baterai pun merupakan bagian tak terpisah dari kecanggihan fifth-gen eDrive. Diposisikan pada lantai sebagai bagian dari bodi. Tidak dibuat lebih besar namun memiliki densitas energi lebih padat 20 persen ketimbang baterai generasi sebelum.

Ya, konten energy baterai dari dua model ikut dibedakan. Tipe terendah xDrive40 memiliki gross energy content lebih dari 70 kWh sementara xDrive50 dibekali unit 100 kWh. Hal ini berimbas pada daya tempuh masing-masing kontestan. Dalam siklus pengujian WLTP (Worldwide Harmonised Light Vehicles Test Procedure), tipe 40 sanggup menempuh jarak lebih dari 400 km dari satu kali pengisian penuh. Untuk bepergian jarak jauh, xDrive50 lebih mumpuni dengan torehan lebih dari 600 km.

Dua model ini disokong kemampuan pengisian ulang fast charging. Diklaim dapat mengisi ulang daya dari 10 ke 80 persen kurang dari 40 menit. Kapasitas pengisian tercepat hingga 200 kW pada xDrive50 dapat menambah jarak 120 km dalam 10 menit. Dalam waktu identik, varian lebih rendah hanya mampu tambah 90 km lantaran memiliki kapasitas pengisian maksimal 150 kW.

BMW iX

Harus diketahui, seluruh figur performa dan daya tempuh masih merupakan angka prediksi. Didapat berdasarkan tahap pengembangan terakhir sehingga boleh jadi sedikit berubah. Angka pastinya sendiri bisa diketahui ketika sudah resmi mengaspal sekitar akhir mengaspal 2021.

BMW iDrive Generasi Termutakhir Mejeng Perdana di iX

Baru saja dirilis detail kemampuan dari sistem infotainment kebanggaan pabrikan asal Munich, Jerman. Adalah iDrive dengan BMW Operating System 8 yang berisi deretan fungsi ambisius nan canggih. Termasuk di dalamnya pemanfaatan display, kontrol, dan perangkat lunak anyar berikut peningkatan kekuatan konektivitas dan pemrosesan data. Mejeng perdana di SUV listrik BMW iX, lanjut ke i4, dan kemudian diturunkan ke seluruh kasta kelas.

Komponen pendukung iDrive anyar adalah BMW Curved Display. Merupakan interpretasi modern dari ciri khas kokpit BMW yang berfokus pada pengemudi. Yep, dibuat mengkurva demi memudahkan pengoperasian sang pilot. Pada iX, aransemennya dibuat membentang dari balik roda kemudi sampai ke konsol tengah tanpa tudung. Memainkan perpaduan layar instrumen 12,3 inci dan display sarana hiburan nan lebar 14,9 inci.

BMW iDrive

Pengoperasian sistem sendiri bakal lebih memprioritaskan voice control dan fungsi sentuhan. Tak mengherankan bila akhirnya pabrikan terlihat lebih santai dalam menyebar tombol. Disebut sampai meminimalisir nyaris setengah tombol fisik. Aransemen dasbor pun kini terlihat lebih sederhana sekaligus futuristis. Kendati begitu, gugus kontrol untuk fungsi mendasar tetap dipertahankan. Misal silinder iDrive controller dan set tombol di konsol tengah.

Evolusi jelas membuatnya semakin pintar. Diklaim interpretasi BMW Operating System 8 “memungkinkan mobil untuk secara aktif terlibat dalam hubungan dengan penumpang”. Ia bakal menjadi rekan digital yang pintar dan proaktif di berbagai kondisi. Adalah pengembangan BMW Intelligent Personal Assistant, melakoni peran sebagai karakter digital BMW. Diklaim dapat berdialog lebih natural dengan pengemudi dan penumpang depan laksana hubungan antarmanusia. (Krm/Tom)

Baca juga: BMW iDrive Generasi Termutakhir Janjikan Dialog Laksana Hubungan Antarmanusia