• Wishlist

Strategi Baru, Nissan Siap Luncurkan 12 Model Baru dan Fokus ke Elektrik

Strategi Baru, Nissan Siap Luncurkan 12 Model Baru dan Fokus ke Elektrik

Dunia otomotif cukup dikejutkan dengan perubahan strategi aliansi Renault Nissan Mitsubishi. Ini menjadi cara bagi ketiga merek untuk memperkuat bisnis. Menyusul pengumuman, Nissan pun menindaklanjuti dengan penjelasan detail rancangan usahanya ke depan. Pabrikan mencanangkan rencana untuk empat tahun ke depan, yang bertujuan membantu pertumbuhan berkelanjutan, stabilitas keuangan, dan profitabilitas perusahaan.


Lewat strategi baru, Nissan dipastikan mengurangi produksi global sebesar 20 persen, menjadi 5,4 juta unit per tahun. Begitu pula lini yang dipasarkan. Reduksinya tak tanggung-tanggung, sampai 14 produk. Menyisakan 55 dari 69 model. Siasat anyar pun mengubah peta fasilitas produksi Nissan. Mereka ingin meningkatkan utilisasi pabrik hingga di atas 80%, dengan berencana menutup pabrik Barcelona di Eropa Barat. Sementara pabrik di Indonesia positif ditutup, dan dialihkan semua ke Thailand sebagai satu-satunya basis bagi regional ASEAN.


Nissan di Indonesia memang memiliki fasilitas di kawasan Purwakarta. Sebelumnya pabrik secara bertahap mengurangi aktivitas, dengan menyetop produksi mobil Nissan sejak Maret 2019. Sehingga hanya dipakai membuat mobil merek Datsun. Sempat ada kabar pabrik itu dimanfaatkan untuk menyuplai kebutuhan Xpander dan Livina di fasilitas Mitsubishi di Cikarang. Namun rencana itu tampaknya kandas.


Baca Juga: Penampilan Perdana Generasi Baru Nissan Fairlady Z Terkuak dalam Video


"Rencana transformasi kami bertujuan memastikan pertumbuhan yang stabil, ketimbang ekspansi penjualan berlebihan," ucap Makoto Uchida, Nissan Chief Executive Officer.


Meski banyak menutup pabrik, merek itu akan mengenalkan 12 model baru selama 18 bulan ke depan. Dengan fokus mobil besar (segmen D), medium (segmen C), elektrifikasi dan sports. Model listrik memainkan peranan penting dalam usaha Nissan nanti, lantaran adanya target penjualan lebih dari 1 juta unit hingga 2023.


Untuk menyokong elektrifikasi, pabrikan bakal menyematkan sistem asisten ProPilot pada 20 model di 20 pasar global. Secara keseluruhan, Nissan akan memfokuskan operasinya di Jepang, Cina dan Amerika Utara. Sementara Korea Selatan akan dilepas, begitu juga Rusia untuk merek Datsun. Strategi ini diharapkan dapat membuat Nissan mampu mencapai margin keuntungan operasi 5% dan market share global 6% hingga tahun fiskal 2023. Ini termasuk kontribusi dari 50% perusahaan patungannya di Cina.


"Kami akan fokus pada kompetensi inti dan meningkatkan kualitas bisnis. Sambil menjaga disiplin finansial dan fokus pada revenue bersih per unit untuk mendapatkan keuntungan. Ini bertepatan dengan pemulihan budaya yang didefinisikan oleh 'Nissan-ness' untuk era baru," tambahnya. (Hfd/Odi)


Sumber: Nissan


Baca Juga: Gambar Versi Produksi SUV Listrik Nissan Ariya Terkuak dalam Dokumen Paten

    • Overview
    • Tentang Kami
    • Kontak Kami
    • Others
    • Kebijakan Privasi
    • S&K
    • Dapatkan di Google Play
    • Tersedia di App Store