Morris Garage Segera Masuk Indonesia, Model Apa Saja yang Cocok?

Morris Garage Segera Masuk Indonesia, Model Apa Saja yang Cocok?

Kabarnya Morris Garage atau MG segera masuk. Mereka jenama otomotif asal Inggris. Namun merek itu sekarang dikuasai penuh oleh Shanghai Automotive Industry Corporation. Sebuah perusahaan pelat merah Cina. Berembus, invasi segera dilakukan dan penetrasi ke market Indonesia. Perusahaan punya beberapa model SUV, hatchback serta mobil listrik (EV) yang populer di India. Mana yang paling cocok buat pasar sini?

Dimulai dari unit familiar dengan produk di Tanah Air. Perusahaan punya MG Hector atau Wuling Almaz yang berubah lencana. Alias hasil rebadge. Agaknya mereka tak memboyong ini, lantaran segmen medium SUV seperti diwakili Wuling Motor (SGMW) lewat Almaz. Masih ada hubungan darah, meski bukan aliansi langsung. SGMW merupakan anak usaha dari patungan SAIC dengan General Motors.

Lalu ada MG3, hatchback lima pintu seukuran Honda Jazz. Jujur, pasar kelas ini terus menyusut. Mungkin kurang menarik, bila langsung bermain di segmen ini. Di atasnya, disinggahi MG ZS, bila masuk bakal meramaikan pasar sekelas HR-V, Rush dan Terios. Di media sosial ramai dibincang. Unit tertangkap kamera, tengah menjalani tes jalan 11 Desember di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.

Dan ini yang paling masuk akal untuk segera dilego. Apalagi bila rentang harga ditawarkan di bawah HR-V, pasti lebih menarik. Kalau melihat spesifikasi global, ia punya mesin 1,5 liter NA plus beragam fitur dibenamkan. Lantas bagimana kualitas materialnya? Mobil blasteran Cina-Inggris ini punya desain cukup menggoda dan interior tidak terlihat murahan. Mereka ingin tampil lebih premium dari rival sekelas.

Sementara di India serta Thailand, ZS sudah ditawarkan dalam varian EV. Versi listrik sebetulnya potensial, bila ekosistem pasar, infrastruktur di Indonesia siap. Dimulai dari regulasi yang populis, juga industrialis. Jadi, ZS EV disimpan dulu dan dikeluarkan bila semuanya mustaid (siap).

Nah, selanjutnya MG HS, sebagai kakak ZS. Posisinya bersentuhan dengan Honda CR-V, Nissan X-Trail dan Mazda CX5. Unit sangat menggoda bila masuk sini. Dilihat dari fitur seabrek dan build quality (kualitas rakitan) yang oke. Plus mesin bensin 1,5 turbo. Diprediksi label harga tak lebih mahal dari SUV berlogo H tegak. Namun sebagus apapun sebuah produk, tidak bakal menarik konsumen tanpa layanan aftersales bagus.

Itulah yang menjadi pekerjaan rumah bagi MG bila kelak masuk. Nama itu bagi petrolhead atau pecinta otomotif bukan barang asing. Namun di telinga konsumen awam, belum tentu begitu. Kita lihat saja nanti, bagaimana mereka mengambil posisi kuda-kuda. Kemudian mengeluarkan jurus melawan dominasi pabrikan Jepang di sini. Entah pakai nama perusahaan apa. Mengusung PT MG Indonesia atau mungkin juga PT SAIC Motor Indonesia, misalnya. Sangat menarik untuk terus ditelisik. Kita nantikan saja kedatangan merek baru MG di pasar otomotif Indonesia. (Alx/Tom)

Baca Juga: MG Hector, Saudara Kembar Wuling Almaz Punya Mesin Multijet Diesel

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store