Moeldoko Ingin Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik Di Indonesia

Moeldoko Ingin Bangun Pabrik Baterai Mobil Listrik Di Indonesia

PT Mobil Anak Bangsa (MAB), produsen kendaraan listrik berencana membangun pabrik baterai di Indonesia. Seperti yang diungkapkan langsung oleh pendiri PT MAB, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko. Menurut Moeldoko yang juga menjabat sebagai Kepala Kantor Staf Presiden, ada beberapa investor yang menyatakan ketertarikannya.

"Sudah ada pembicaraan dengan beberapa pihak dari luar negeri, seperti dari Shanghai (Cina), Taiwan dan Jepang. Mereka tertarik membangun pabrik baterai di sini," terang Moeldoko saat ditemui di Gaikindo Indonesia Commercial Vehicle Expo (GIICOMVEC) yang berlangsung di Jakarta Convention Center 1-4 Maret 2018.

Perusahaan yang didirikan Moeldoko, memang dikhususkan untuk memproduksi kendaraan listrik. Saat ini MAB tengah memamerkan bus karyanya di GIICOMVEC. Ada dua unit prototype bus yang sepenuhnya menggunakan tenaga listrik.

Saat ini bus MAB yang tengah dipamerkan di GIICOMVEC 2018 disebut-sebut sebagai hasil karya putra-putri terbaik bangsa. Meskipun perakitannya dilakukan oleh perusahaan karoseri New Armada, namun komponen lokal yang terkandung di bus MAB baru mencapai 45 persen. Bus listrik ini masih menggunakan baterai buatan Korea Selatan. Mesin yang digunakan didatangkan dari luar negeri. Harapannya di masa depan, seluruh komponen bus MAB bisa dibuat di dalam negeri.

Karena itu, mendirikan pabrik baterai listrik yang merupakan salah satu komponen utama dari kendaraan listrik dirasa perlu. Meski begitu, Moeldoko menyatakan, masih terdapat beberapa kendala yang dihadapi.

"Untuk membangun pabrik baterai itu kan isunya ada pada masalah limbah, faktor lingkungan. Kalau menurut saya, faktor limbah itu sebenarnya bisa dieliminasi. Caranya dengan standardisasi yang tinggi, dan punya rasa tanggung jawab. Saya tidak ingin seandainya membangun pabrik baterai di indonesia menimbulkan masalah lingkungan. Jadi nanti harus ketat, menjaga tanggung jawab sosial itu penting," papar Moeldoko.

 

Selain itu, kendala bahan material menjadi masalah lainnya. Logam yang menjadi bahan untuk membuat baterai kini masih sulit didapat. "Kami masih sulit mendapatkan logam. Semoga nanti ke depannya bila sudah berjalan, kami dapat mengembangkan pembuatan logam sendiri, seperti yang sudah kami miliki di Bangka," tambah Moeldoko. (Diro/RS)

Baca juga: Pemerintah Tegaskan Akan Larang Impor Truk Bekas

Jual mobil anda dengan harga terbaik

Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
Listing gratis Listing gratis
Daftarkan mobil Anda

GIIAS 2022

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil

Artikel Mobil dari Carvaganza

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature