Mobil Parkir Lama Karena WFH, Sudahkah Periksa Cairan Ini?

Mobil Parkir Lama Karena WFH, Sudahkah Periksa Cairan Ini?

Terkepung penyebaran corona, mobil pun ‘dimuseumkan’ karena  bekerja dari rumah. Meski demikian bukan berarti kendaraan ditinggal begitu saja. Tetap perlu perhatian, salah satunya kondisi berbagai jenis cairannya. Seperti darah, keberadaan cairan mobil memainkan peran penting agar kinerja mesin tetap optimal. Berikut beberapa jenis cairan yang harus dicek selama mobil berdiam di tengah pandemi.

Oli Mesin

 

 

Setiap moving parts lazimnya membutuhkan pelumasan. Untuk itu, jeroan di balik mesin memanfaatkan oli agar leluasa bergerak dan menghasilkan tenaga. Seiring berjalan waktu, kadar oli ikut terbakar sedikit demi sedikit. Tak cuma itu, mobil dalam kondisi diam dan tak dinyalakan, berpotensi membuat oli mengendap dan menjadi sludge (lumpur oli).

Cara mengetahui kondisi oli mesin cukup mudah. Cari dipstick oli dalam mesin kemudian tarik dan bersihkan batang indikator ketinggian dengan kain. Celupkan dan cabut kembali untuk mengetahui jumlah, kekentalan dan kondisinya.

“Sepanjang volume oli mesin antara maksimum minimum berarti aman tidak perlu dilakukan apa-apa,” jelas Boediarto, Head of After Sales & CS Operation Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia. ia kemudian menuturkan posisi terbaik untuk cek oli ini. ”Engine oil, khususnya oli mesin, kalau ngeceknya di tempat miring itu ga akurat. Kemiringan tertentu itu memengaruhi level oli mesin atau engine oil yang akan dicek,” jelas Boediarto.

Andai kurang, apalagi berada di bawah titik minimum, disarankan untuk ditambahkan. Hanya saja tidak bisa sembarang. “Oli yang ditambahkan harus sama dengan yang sudah terisi di dalam mesin,” pungkasnya. “Spesifikasi bahkan mereknya juga harus sama, karena setiap brand oli itu karakternya berbeda-beda. Jadi kalau dicampur apakah bisa atau engga? Belum tahu, sebaiknya sama persis olinya.”

Radiator Coolant

Cairan lain tak kalah penting adalah radiator coolant. Berfungsi sebagai pendingin mesin di saat mobil sedang beroperasi. Saat ini kebanyakan mobil modern tidak perlu lagi membuka tutup radiator untuk mengetahui air radiator. Dapat dicek lewat tabung reservoir, tak jauh-jauh dari radiator dan pasti ada selang terhubung dengan alat pendingin mesin itu.

Tidak berbeda dengan perlakuan pada oli mesin. Biarkan saja jika berada di antara titik maksimum dan minimum. “Teorinya kalau levelnya antara minimum maksimum ga usah khawatir, tidak harus ditambah. Kalau pun mau ditambah silahkan tapi ada batas maksimum,” papar Boediarto

Radiator coolant memang banyak dijual di pasaran. Namun mungkin membuat sebagian ragu karena salah coolant dikhawatirkan malah menciptakan korosi. Pasalnya terdapat bermacam jenis material mesin dan mungkin tidak cocok dengan bahan air pendingin di pasaran. Maka dari itu, disarankan untuk membeli coolant dari bengkel resmi jika ingin merasa pasti.

Brake Fluid

Jangan sampai lupa melihat ketinggian minyak rem. Hal ini bisa sangat fatal karena daya menghela laju mungkin hilang dan celaka tak terhindarkan. Fluida ini sendiri berfungsi mengkomunikasikan injakan pedal menjadi tekanan kampas rem ke piringan atau drum. Ketika habis atau bahkan berada di bawah level minimum, udara mungkin masuk ke sistem dan tekanan pedal tidak memberikan efek apa-apa ke roda.

Konsep serupa dengan fluida lain dalam mesin: pastikan dalam kondisi normal. Berhati-hati juga saat mengisi karena sifat brake fluid sangat keras dan sanggup merusak cat mobil bila terpapar.

Baterai

Terdapat dua jenis baterai/aki yakni kering dan basah. Mobil dengan aki basah biasanya memerlukan maintenance dengan mengisi air. Bertujuan agar arus listrik berada di tingkatan optimal. “Kalau mobil yang masih dilengkapi dengan baterai basah, yang perlu dilakukan pemeriksaan air baterainya ya. Di situ juga ada levelnya air baterai, minimum maksimum juga, perlu ditambah kalau kirang,” kata Head of After Sales & CS Operation Group PT MMKSI itu.

Bensin

Disarankan pula jika mobil akan disimpan untuk waktu lama, bensin harus terisi penuh. Alasan di balik itu adalah menghindari kekosongan ruang dalam tangki. Kekosongan ruang ini dapat memicu kondensasi bensin akibat terpapar perubahan temperatur panas-dingin dalam waktu lama.

Pasalnya, hasil dari kondensasi adalah butiran air. Nah, ketika di dalam tangki bahan bakar terdapat butiran air akan mengganggu kinerja sistem bahan bakar. Setelah itu malah berpotensi mengganggu komponen lain. Sistem suplai bahan bakar, injector, dan lain-lain dapat terganggu jika bahan bakar mengandung air atau kotoran.

“Worst case nya kalau memang kondisinya kandungan airnya tinggi kemudian kandungan air itu juga korosif sifatnya bisa saja tangkinya karatan. Lebih parah lagi kalau ga pernah dijalanin, ga pernah dikuras tangkinya, kalau yang terbuat dari logam keropos, kalau sudah keropos nanti bocor,” jelasnya.

Bagaimana Kalau Overfill?

Oke, Anda melihat cairan kurang dan berinisiatif mengisi sendiri. Cairan sudah sama persis namun tak sengaja menuangkan terlalu banyak. Kelewat penuh. Jadi harus bagaimana? Jawabnya tak lain adalah mengurangi karena cairan berlebih malah berdampak buruk.

Misal pada oli mesin. Andai mengisi terlalu penuh dan dibawa jalan, tekanan di dalam crankcase (area di kolong piston sampai oil pan) jadi terlalu besar. Dikhawatirkan seal oli malah bocor. “Jangan berfikir kalau lebih itu ‘oh aman mesin saya akan lebih awet karena olinya lebih banyak dari maksimum’ engga ya justru terbalik, sealnya bisa bocor dan lain-lain. Jadi kalau memang bisa dilakukan ya dibuang sebagian olinya. Tapi kalau ga bisa ya tinggal panggil pihak bengkel,” imbuh Boedi.

Juga pada radiator, tidak boleh berlebih. Sebab jika terlalu banyak bisa-bisa overflow alias muncrat keluar. Bila campuran coolant panas tumpah ke ruang mesin akan sulit untuk dibersihkan karena mengandung berbagai zat kimia. Apalagi minyak rem, reaksinya bisa membuat cat terkelupas. Disebutkan bahwa penanganan pertama bila brake fluid tumpah adalah menyiram dengan air sebanyak mungkin agar netral dan tidak merusak. (Krm/Van)

Baca Juga: Pilihan Toyota Kijang Innova dengan Captain Seat

Ahmad Karim

Ahmad Karim

Ahmad Karim bergabung bersama OTO.com pada bulan September 2019. Sebelumnya ia pernah magang di Majalah Autocar Indonesia, kemudian banting setir bekerja di bank. Tapi dasarnya memang doyan otomotif, bank ia tinggalkan dan bergabung bersama OTO. Penampilannya yang unik dengan rambut kribo dan dandanan era Flower Generation, bikin Karim mudah dikenali. Sehari-hari ia mengandalkan transportasi umum untuk wara-wiri. Tapi di garasinya tersimpan sebuah BMW E30 rakitan 1989.

Baca Bio Penuh

Jual mobil anda dengan harga terbaik

Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
Listing gratis Listing gratis
Daftarkan mobil Anda

IIMS 2026

Tren & Pembaruan Terbaru

Anda mungkin juga tertarik

  • Berita
  • Artikel feature

Mobil Pilihan

  • Yang Akan Datang
  • BYD Atto 4 ev
    BYD Atto 4
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Denza B5
    BYD Denza B5
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • Geely Star Wish ev
    Geely Star Wish
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Yangwang U8 phev
    BYD Yangwang U8
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Denza Z9 GT ev
    BYD Denza Z9 GT
    Harga menyusul
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
  •  ELECTRIA 2026: GEELY EX2, MOBIL LISTRIK RP200 JUTAAN PALING WORTH IT BUAT KENDARAAN TEMPUR HARIAN
    ELECTRIA 2026: GEELY EX2, MOBIL LISTRIK RP200 JUTAAN PALING WORTH IT BUAT KENDARAAN TEMPUR HARIAN
    10 Apr, 2026 .
  • PERJALANAN BYD MENJADI BAGIAN DARI TRANSFORMASI MOBILITAS DI INDONESIA
    PERJALANAN BYD MENJADI BAGIAN DARI TRANSFORMASI MOBILITAS DI INDONESIA
    01 Apr, 2026 .
  •  ELECTRIA 2026: UJI PERFORMA & FITUR WULING DARION PLUG-IN HYBRID BUAT MUDIK DARI JAKARTA KE SOLO
    ELECTRIA 2026: UJI PERFORMA & FITUR WULING DARION PLUG-IN HYBRID BUAT MUDIK DARI JAKARTA KE SOLO
    01 Apr, 2026 .
  •  ELECTRIA 2026: JAJAL PERFORMA DAN FITUR JAECOO J5 EV BUAT MUDIK LEWAT JALUR ALTERNATIF CIKAMURANG
    ELECTRIA 2026: JAJAL PERFORMA DAN FITUR JAECOO J5 EV BUAT MUDIK LEWAT JALUR ALTERNATIF CIKAMURANG
    24 Mar, 2026 .
  • LEPAS L8 PHEV: RESPONS INSTAN TAWARKAN KESTABILAN
    LEPAS L8 PHEV: RESPONS INSTAN TAWARKAN KESTABILAN
    24 Mar, 2026 .
  • ICar V23, LEBIH DARI SEKEDAR MOBIL OFFROAD. INI EV!
    ICar V23, LEBIH DARI SEKEDAR MOBIL OFFROAD. INI EV!
    06 Mar, 2026 .
  • INTIP MOBIL DAN MOTOR BARU SERTA BERAGAM AKTIVITAS SERU DI IIMS 2026.
    INTIP MOBIL DAN MOTOR BARU SERTA BERAGAM AKTIVITAS SERU DI IIMS 2026.
    11 Feb, 2026 .
  • GEELY EX2 SIAP MENGHAJAR PASAR MOBIL LISTRIK MURAH DI INDONESIA
    GEELY EX2 SIAP MENGHAJAR PASAR MOBIL LISTRIK MURAH DI INDONESIA
    04 Feb, 2026 .
  • HONDA PRELUDE 2026: 5 HAL MENARIK MENGAPA MOBIL INI PANTAS DIBELI
    HONDA PRELUDE 2026: 5 HAL MENARIK MENGAPA MOBIL INI PANTAS DIBELI
    04 Feb, 2026 .
  • KUPAS TUNTAS MAZDA6e FASTBACK DI SINGAPURA, KAPAN BAKAL MASUK PASAR INDONESIA?
    KUPAS TUNTAS MAZDA6e FASTBACK DI SINGAPURA, KAPAN BAKAL MASUK PASAR INDONESIA?
    19 Jan, 2026 .
Tonton Video Mobil

Artikel Mobil dari Carvaganza

  • iCAR Hadir di Beijing Auto Show, Fokus Pada NEV dan Pasar Enthusiast
    iCAR Hadir di Beijing Auto Show, Fokus Pada NEV dan Pasar Enthusiast
    Eka Zulkarnain H, Hari ini
  • Mobil Listrik Polytron G3+ Jadi Official Electric Car Partner Indonesia Open
    Mobil Listrik Polytron G3+ Jadi Official Electric Car Partner Indonesia Open
    Anjar Leksana, Hari ini
  • Update Harga Jaecoo J5 EV April 2026, Banderol Baru Mulai Rp279 Jutaan
    Update Harga Jaecoo J5 EV April 2026, Banderol Baru Mulai Rp279 Jutaan
    Anjar Leksana, Hari ini
  • Isuzu Kantongi 354 SPK di GIICOMVEC 2026, Sukses Jadi Mitra Niaga
    Isuzu Kantongi 354 SPK di GIICOMVEC 2026, Sukses Jadi Mitra Niaga
    Anjar Leksana, Hari ini
  • Wuling Eksion Siap Menggebrak, Ini 5  Hal Menarik Darinya
    Wuling Eksion Siap Menggebrak, Ini 5 Hal Menarik Darinya
    Anjar Leksana, Hari ini

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature
  • Chery QQ3 EV Jadi Mobil Listrik Terjangkau, Harga Setara LCGC
    Chery QQ3 EV Jadi Mobil Listrik Terjangkau, Harga Setara LCGC
    Anjar Leksana, 15 Apr, 2026
  • Hyundai Boulder Concept: Gebrakan SUV Ladder-Frame Penantang Pick-up Amerika
    Hyundai Boulder Concept: Gebrakan SUV Ladder-Frame Penantang Pick-up Amerika
    Anindiyo Pradhono, 14 Apr, 2026
  • Mengenal Lebih Dekat Isuzu D-Max Rodeo 2026 yang Baru Mengaspal di Indonesia
    Mengenal Lebih Dekat Isuzu D-Max Rodeo 2026 yang Baru Mengaspal di Indonesia
    Anjar Leksana, 13 Apr, 2026
  • Ini Alasan Baterai Toyota Veloz Hybrid EV Tidak Dapat Dicas Sampai Penuh
    Ini Alasan Baterai Toyota Veloz Hybrid EV Tidak Dapat Dicas Sampai Penuh
    Anjar Leksana, 10 Apr, 2026
  • GAC Aion N60, Kompak EV SUV Keren yang Segera Meluncur di Tiongkok
    GAC Aion N60, Kompak EV SUV Keren yang Segera Meluncur di Tiongkok
    Anjar Leksana, 07 Apr, 2026
  • Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
    Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
    Anjar Leksana, 10 Mar, 2026
  • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Anjar Leksana, 29 Des, 2025
  • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Setyo Adi, 12 Agu, 2025
  • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Setyo Adi, 04 Des, 2024
  • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Setyo Adi, 20 Sep, 2024
  • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Setyo Adi, 01 Sep, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    Setyo Adi, 24 Jun, 2025
  • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Alvando Noya, 13 Jun, 2025
  • Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Anjar Leksana, 02 Jan, 2026
  • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    Anjar Leksana, 16 Okt, 2025
  • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Setyo Adi, 08 Sep, 2025
  • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Anjar Leksana, 04 Agu, 2025
  • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    Setyo Adi, 04 Agu, 2025

Bandingkan

You can add 3 variants maximum*