jakarta-selatan

Mobil Otonom Cegah Terorisme?

  • Nov 14, 2017
  • 957 Dilihat

Teroris mengendarai mobil dan merangsek kerumunan orang yang berjalan di trotoar. Dalam tiga bulan terakhir terjadi hal serupa di New York, Edmonton dan Barcelona, merenggut 20 nyawa serta mencederai lusinan orang. CNN Bahkan mencatat, setidaknya ada 9 serangan teroris dengan mobil atau kendaraan bermotor sebagai senjata dalam setahun terakhir.


Tragedi paling memilukan sejauh ini terjadi di Nice, Prancis yang dikenal dengan sebutan Bastille Attack. Kelompok teroris menggunakan truk kontainer berukuran besar menerjang keramaian orang dan menewaskan 86 orang. Serangan teroris semacam ini, mulai sering terjadi di Eropa karena senjata ilegal sulit didapatkan di sana. Mobil menjadi senjata mematikan yang paling mudah didapat. Teroris telah mengubah mobil menjadi senjata.


Tak hanya dilakukan kelompok ISIS atau Al Qaeda, serangan teror yang menggunakan mobil sebagai senjata juga dilakukan James Alex Fields, Jr. Fields menyeruduk rombongan pendemo anti-rasisme menggunakan Dodge Challenger. Penganut paham supremasi kulit putih itu, membunuh seorang wanita berusia 32 tahun dan mencederai puluhan orang lainnya.


Volvo-Accident-avoiding-Self-driving-Car-for-2020-2


Pengembangan teknologi mobil swakendali (autonomous) diharapkan dapat mencegah tragedi serupa terulang kembali. Seperti dikutip dari situs Inverse, Dr. Junfeng Jiao, director of the urban information Lab, University of Texas mengatakan, “Perusahaan seperti Tesla dan Google harus ikut mempertimbangkan kejadian-kejadian ini saat mengembangkan teknologi otonom.”


Saat ini, banyak kendaraan yang dilengkapi fitur keselamatan emergency autonomous braking, yang dapat menghentikan kendaraan secara otomatis bila sensor mendeteksi ada halangan. Apakah itu mobil, pejalan kaki atau lainnya di depan kendaraan. Namun fitur ini umumnya berfungsi hanya pada kecepatan tak lebih dari 30 kpj. Teknologi sistem otonom yang sekarang berkembang, diharapkan dapat lebih dikembangkan lagi. Misalnya, sistem ini dapat menghentikan mobil atau mengalihkan arah kendaraan jika mendeteksi situasi yang berbahaya bagi pejalan kaki.


Teknologi mobil otonom semakin canggih di masa depan. Dan melihat situasi ini, pemerintah berhak mengadaptasi kebijakan terhadap mobil otonom. “Ini adalah tugas besar generasi mendatang untuk menjadikan mobil sebagai kendaraan yang aman bagi semua orang,” lanjutnya.


Pelaku teror selalu dapat menemukan cara dan senjata lain untuk melakukan aksinya. Namun sulitnya menemukan alat untuk dijadikan senjata, dapat mengurangi risiko terjadinya serangan teror. Sayangnya, saat ini ada jutaan kendaraan bermotor di dunia dan sampai saatnya teknologi itu tiba, mobil masih bisa digunakan sebagai senjata serangan teror. (RS/Odi)


Baca Juga: Mobil Otonom Renault Bisa Hindari Kecelakaan Layaknya Pengemudi Profesional

Shares

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi
Pilih kota untuk memulai pencarian
Atau pilih dari daftar kota populer