Kia Seltos Dilepas Mulai Rp 300 Juta, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Kia Seltos Dilepas Mulai Rp 300 Juta, Simak Kelebihan dan Kekurangannya

Kreta Indo Artha (KIA) sebagai APM baru, coba membangun eksistensi bisnis di Indonesia. Dimulai dari kompak SUV melalui Seltos. Untuk menggairahkan usaha perdana, mereka tak mau menyuguhkan barang picisan. Ada banyak nilai jual tersuguh, namun bukan berarti ia paling sempurna. Jika berniat, sekarang unit dilego mulai dari Rp 300 juta E AT, Rp 325 EX AT dan Rp 360 juta guna mengongkosi EX P AT. Ada deret kelebihan serta kekurangan yang patut diperhatikan.

Kelebihan

Nilai kelebihan pertama berasal dari pahatan bodi. Sang perancang Seltos, Byung Chul-juh, piawai menata garis lekukan tubuh. Ia mentranslasi bahasa Tiger Nose menjadi roman elok khas pabrikan. Itu terpahat dari grille membentang, menyatukan dua rumah lampu utama. Sorot matanya tidak begitu mengintimidasi, tapi cukup bergaya dan kontemporer. Sudah pakai auto light, LED proyektor serta garis siang hari (DRL). Namun tipe termurah tidak dibekali sistem lampu otomatis.

Road Test - Kia Seltos (18)-018

Lalu skid plate depan dan belakang memperkuat unsur sporty. Tak lupa cladding hitam di sekeliling bodi,menggambarkan sifat kuat SUV. Coretan garis tegas tampak menghias bagian belakang. Taillight LED dengan ornamen futuristic, menghasilkan pendaran cahaya yang menarik perhatian. Ia mempunyai ukuran kompak. Panjang 4.315 mm, lebar 1.800 mm, tinggi 1.645 mm dan jarak sumbu roda 2.610 mm. Profil Seltos jadi kelebihan yang siap memikat konsumen berjiwa muda.

Baca juga: Road Test Kia Seltos EX+: Sarat Daya Tarik (Part-1)

Untuk bertarung di pasar kompak SUV, mereka berusaha membangun diferensiasi produk. Yakni menancapkan mekanikal pacu yang tak dimiliki lawan, sekelas Honda HR-V. Performa ini jadi keunggulan berikutanya. Seltos mengandalkan mesin 1,4 liter turbo GDi berdaya gahar. Rival lain belum pakai turbo. Lihat saja, torsi maksimal tersedia 242 Nm di rentang 1.500 – 3.200 rpm. Tenaga mesin bensin itu mencapai 140 PS pada 6.000 rpm. Transmisi menggunakan tipe otomatis 7-speed DCT. Kopling ganda diklaim sanggup menyalurkan tenaga ke roda depan lebih cekatan, mulus serta senyap. Makin mantap pula berkat enam opsi mode berkendara: Sport, Eco, Normal, Mud, Snow dan Sand.

kia seltos engine

Jujur, brand lain sementara ini belum ada yang menandingi kinerja Seltos. Bicara durabilitas, produk Kia sebetulnya tak bisa dipandang sebelah mata. Mesin terpasang bukan barang inferior atau bahkan kelas dua. Strata kualitas linear dengan mobil pabrikan Jepang. Meski, butuh waktu untuk benar-benar diterima khalayak. Lalu urusan konsumsi bahan bakar jua patut diuji lebih lanjut.

Fitur Safety juga jadi senjata Seltos. Bila produk lain hanya pakai dual SRS Airbags, Seltos malah punya enam buah. Bagian itu tertanam di sekitar driver, passenger, side and curtain. Tapi berlaku pada tipe tengah dan atas. Unit termurah E cuma dual SRS airbags. Pengereman pakai cakram di depan, sementara drum di belakang. Sudah tepasang ABS, Electronic Stability Control, Hill Assist di semua unit. Plus sisipan Cruise Control di EX+ sebagai poin lebih kasta tertinggi. Peranti ini jadi pasangan yang pas, saat berselancar ria dengan aliran daya kencang.

drive mode kia seltos

Baca juga: Road Test Kia Seltos EX+: Rayuan Turbo dan DCT Menggoda (Part-2)

Kekurangan

Entah kenapa, KIA tak menawari transmisi manual di Indonesia. Padahal tidak semua orang suka model otomatis. Memang sistem Dual Clutch Transmission (DCT) memiliki banyak kelebihan. Namun lantaran girboks lebih rumit, bila terjadi kendala, ongkos perbaikan tidaklah murah. Tentu bila dibanding kopling tunggal. Penyaluran macam itu seperti jadi pedang bermata dua.

Ia juga punya kekurangan soal nilai estetika di buritan. Coba cermati sepasang lubang knalpot palsu berkelir silver. Padahal pipa pembuangan asli melintang tepat di bagian kanan bawah, tanpa balutan apapun. Biar tak terlihat kotor, baiknya Anda membeli muffler kromium tambahan untuk menutupi itu. Sepele, itu penting bagi yang suka detail.

Seltos

Aftersales wajib dikalkulasi sebelum membeli Seltos. Betul, KIA bertekad mematangkan jaringan di penjuru negeri. Fokusnya pada layanan plus purnajual. Hingga sekarang, KIA mengantongi 24 diler 2S dan 3S. Itu tersebar di wilayah Jawa, Sumatera dan Bali. Kelak, untuk mendekatkan dengan konsumen, mereka siap tambah menjadi 38 diler resmi di Tanah Air. Butuh waktu termasuk pembuktian sebagai APM baru dalam menyuguh aftersales. Jadi sebelum Anda membeli, perhitungkan jarak bengkel atau diler resmi dari tempat tinggal. Urusannya soal suku cadang dan banyak hal, walau mereka menyatakan komitmen di sini.

Tapi misal pelanggan berasal dari wilayah Jabodetabek, masih relatif aman untuk melakukan perawatan rutin di bengkel resmi. Pasalnya diler resmi lumayan tersedia. Kemudian saat ingin membeli Seltos, pastikan bakal dipakai sendiri dalam jangka waktu lama atau tidak. Sebab nilai depresiasi jenama Korea Selatan kerap tinggi di pasar mobkas. Lain cerita kalau digunakan secara pribadi, durasi 10 tahunan. Nah, untuk melihat komparasi dengan produk lain detail varian, sila simak info terbaru di OTO.com. (Alx/Tom)

Baca juga: Opsi Kia Sonet 7 Seater yang Kaya akan Fitur Berkelas, Pilih Premiere atau Dynamic?

Jelajahi KIA Seltos

Model Mobil KIA

  • KIA Sonet
    KIA Sonet
  • KIA Picanto
    KIA Picanto
  • KIA Seltos
    KIA Seltos
  • KIA Rio
    KIA Rio
  • KIA Sonet 7-Seater
    KIA Sonet 7-Seater
  • KIA Grand Sedona
    KIA Grand Sedona
  • KIA K2700
    KIA K2700
Mobil KIA

Coronavirus

Anda mungkin juga tertarik

Video Mobil KIA Seltos Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil KIA Seltos

Bandingkan & Rekomendasi

Tren SUV

  • Yang Akan Datang