Freelander Diperkenalkan, Lahir Kembali sebagai Brand EV
Akan meluncurkan SUV listrik dengan teknologi Huawei Qiankun, chip Qualcomm Snapdragon 8397, dan baterai Freevoy dari CATL
Lama tertidur, kini nama Freelander terlahir kembali. Tapi bukan menjadi model generasi terbaru dalam lini Land Rover, melainkan sebuah entitas baru atau brand tersendiri. Freelander berdiri sendiri sebagai merek kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV). Yang berarti fokus ke model elektrifikasi. Jaguar Land Rover (JLR) tetap berada di balik berdirinya Freelander. Namun andil besar berasal dari Chery, raksasa otomotif Tiongkok yang punya ambisi besar dalam ekosistem EV di dunia.
KEY TAKEAWAYS
Di mana model Freelander dirancang dan diproduksi?
Desain di Gaydon Global Design (Inggris) dan Shanghai, produksi di pabrik Changshu, TiongkokTeknologi apa yang diusung Freelander?
Sistem mengemudi cerdas Huawei Qiankun, chip Qualcomm Snapdragon 8397, dan Intelligent All-Terrain System (i-ATS)Kerja sama yang dijalin melalui perusahaan patungan Chery - JLR menandai babak baru dalam peta persaingan mobil listrik dunia. Freelander akan memanfaatkan platform elektrik canggih milik Chery yang sudah teruji, namun tetap mengadopsi standar desain dan kualitas premium khas JLR. Sinergi ini bertujuan untuk menciptakan SUV listrik yang tidak hanya efisien secara teknologi, tetapi juga memiliki karakter berkendara emosional.
Desain Global dan Produksi di Changshu

Freelander akan beroperasi terpisah dari lini produk Jaguar Land Rover dan Chery. Semua modelnya dirancang di Gaydon Global Design milik JLR di Inggris. Juga berkolaborasi dengan tim desain lokal di Shanghai. Rencana produksi Freelander bakal dalam skala besar. Model pertama mulai dirakit di pabrik Changshu akhir tahun ini. Rencananya, mereka akan merilis model baru setiap 6 bulan. Ditargetkan 6 model dalam 5 tahun.
Bersamaan dengan peluncuran Freelander, konsep model pertama yang diberi nama Concept97 turut dipamerkan ke publik. Visualnya menarik. Tetap membawa garis desain tangguh khas keluarga Land Rover. Ciri Freelander terdahulu tetap ada, tapi unsur Defender juga cukup kental. Siluetnya terlihat aerodinamis dengan sentuhan futuristik pada sektor pencahayaan, mencerminkan transisi penuh ke era elektrifikasi murni.
Freelander akan dipersenjatai dengan teknologi baterai dan sistem penggerak listrik generasi terbaru dari Chery. Hal ini memungkinkan jarak tempuh yang kompetitif serta kemampuan pengisian daya super cepat. Meski menggunakan basis teknologi Tiongkok, JLR memastikan bahwa pengaturan suspensi dan dinamika berkendara akan disetel oleh para teknisi mereka demi mempertahankan sensasi berkendara kelas dunia.
Teknologi Huawei Qiankun dan Qualcomm Snapdragon 8397

Banyak bocoran teknologi yang membuat Freelander akan menjadi game changer di kancah dunia SUV 4x4. Salah satunya kerja sama strategis dengan Huawei. Model pertama Freelander akan mengadopsi sistem mengemudi cerdas Huawei Qiankun generasi terbaru. Dipersenjatai dengan perangkat keras bantuan pengemudi tingkat lanjut, termasuk LiDAR kelas citra jalur optik ganda yang sangat presisi. Teknologi ini memastikan kendaraan mampu memetakan lingkungan sekitar dengan akurasi luar biasa untuk mendukung keamanan berkendara otonom.
Kemampuan jelajah di berbagai medan juga menjadi fokus utama dengan diperkenalkannya sistem i-ATS (Intelligent All-Terrain System) pertama di dunia. Sistem ini bekerja secara harmonis dengan peredam kejut pre-emptive dan tiga kunci diferensial untuk beradaptasi secara cerdas dengan berbagai kondisi alam ekstrem. Inovasi ini memungkinkan kendaraan menyesuaikan karakter suspensi dan penyaluran tenaga secara instan, memberikan kendali penuh bagi pengemudi baik di jalur berlumpur, berbatu, maupun tanjakan terjal.

Freelander juga akan menjadi salah satu kendaraan pertama di dunia yang ditenagai oleh chip Qualcomm Snapdragon 8397. Sebagai prosesor kelas otomotif terbaru dari Qualcomm, chip ini menjanjikan performa komputasi yang sangat cepat untuk mengelola sistem hiburan, navigasi, hingga fitur keselamatan aktif secara bersamaan tanpa kendala. Penggunaannya memastikan antarmuka kendaraan tetap responsif dan mampu menjalankan perangkat lunak kompleks pada masa mendatang.
Inovasi tak kalah revolusioner terletak dari teknologi baterai yang dikembangkan bersama raksasa energi CATL. Model baru ini akan menjadi debut bagi "Freevoy Range-Extended Hybrid Battery", baterai khusus medan berat pertama di dunia. Keunggulan utamanya adalah kemampuan supercharging 6C dengan daya pengisian hingga 360kW, yang memungkinkan pengisian daya dalam waktu sangat singkat. Baterai dirancang tangguh untuk penggunaan off-road berat berkat perlindungan bawah bodi khusus dan lapisan polimer FD untuk meningkatkan kekuatan benturan dari benda tajam atau batu.

Aspek keselamatan baterai juga menjadi prioritas dengan penerapan teknologi non-thermal propagation generasi kedua serta teknologi CTP (Cell-to-Pack) generasi ketiga. Inovasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi ruang dan kapasitas energi, tetapi juga memberikan performa pendinginan yang jauh lebih baik untuk mencegah panas berlebih saat bekerja keras. (ODI)
Baca Juga:
Era Baru Freelander Hasil Kolaborasi JLR dan Chery Siap Meluncur
Chery Omoda C5 EV Dapat Penyegaran, Baterai Lebih Kecil dan Daya Jelajah Turun
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Pilihan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Terbaru di Oto
Artikel Mobil dari Carvaganza
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature