Digital Marketing Jadi Solusi Melumasi Sendi Industri Otomotif Nasional Kala Pandemi

Digital Marketing Jadi Solusi Melumasi Sendi Industri Otomotif Nasional Kala Pandemi

Pandemi Covid-19 mengubah paradigma pemasaran otomotif nasional. Yang dahulu hanya mengandalkan penjualan dari diler (off-line) kini mulai beralih ke sistem daring. Sejumlah Agen Pemegang Merek memahami ini. Sebelum adanya wabah virus, digital marketing kerap dijadikan sebagai pengisi strategi saja. Kini kondisi berubah dan berbalik jadi sarana utama dalam menjajakan mobil di Tanah Air. Apalagi saat PSBB, banyak diler harus tutup mengikuti protokol kesehatan.

“Banyak sekali fenomena menarik soal digital marketing. Sejak beberapa tahun terakhir memang masyarkat gencar untuk mencari informasi mobil baru. Namun adanya pandemi Covid-19 tren naik sekali. Contoh, dulu chatbot (layanan obrolan berbasis komputer) sekitar 20 hingga 30 konsumen sebulan. Sekarang bisa menangani calon konsumen 60 ribuan sebulan,” terang Anton Jimmi Suwandy, Marketing Director Toyota Astra Motor dalam diskusi otomotif secara virtual (22/9).

Implementasi langkah daring itu. Pada Juli tahun ini, mereka gencar melakukan virtual ekspo. Dan hasilnya diklaim lebih baik dari pada harus memajang mobil gres di mal-mal. Anton memaparkan, jumlah pemesanan unit bisa sampai 250 SPK selama dua hari. Bahkan Agustus 2020 mereka kerja bareng Google menggelar acara serupa. Tembus 600 SPK. Lalu contoh lain, Toyota Corolla Cross 400 unit pemesanan setelah peluncurkan sebulan. Padahal target 200 unit saban bulan.

Baca Juga: Menteri Perindustrian Usulkan Pajak Mobil Baru 0 Persen Demi Pacu Penjualan

“Dalam sebulan penjualan TAM mencapai 11 ribuan (retail) dan ini jujur ada pola yang berubah. Digitalisasi menjadi kunci atau marketing tools (perangkat pemasaran) yang bisa dikembangkan. Jadi program digital yang rencanannya untuk beberapa tahun mendatang, kini dimajukan, langsung diterapkan. Tapi tantangannya selain pelemahan ekonomi. Sekarang lembaga leasing atau pembiayaan kendaraan semakin berhati-hati dalam mengeluarkan peminjaman agar mengurangi rasio kredit macet,” imbuh dia.

Auto industry post COVID-19

Menukil data Gaikindo, dari Januari hingga Agustus 2020 hanya terbukukan penjualan retail 360 ribuan unit saja. Padahal hingga tahun fiskal 2020 dipatok target nasional 600 ribu unit. Lantas Kementerian Perindustrian mengusulkan relaksasi pajak pembelian mobil baru sebesar 0 persen. Atau pemangkasan pajak kendaraan bermotor (PKB). Menurut asosiasi ini, potensi pengembangan industri otomotif di Tanah Air juga besar.

Karena rasio pemilikan kendaraan bermotor masih lebih rendah. Kalau dulu sekitar 87 unit per 1.000 orang, kini mencapai 99 unit per 1.000 orang. Dibandingkan Malaysia yang sampai 450 unit per 1.000 orang. Lalu di Thailand bisa 220 unit per 1.000 orang. Sehingga dalam sudut pandang pasar, otomotif Indonesia adalah lahan terbesar di Asia. Pada 2019 lebih dari 1 juta kendaraan dijual di dalam negeri. Kemudian 300.000 telah diekspor ke seluruh dunia.

Baca Juga: Relaksasi Baru, Uang Muka Kendaraan Listrik 0 Persen per 1 Oktober 2020

“Sebetulnya Indonesia mampu menjadi negara swasembada roda empat. Kami beruapaya mendorong penjualan terus berlangsung. Kendala dari kebanyakan anggota kami ialah saat PSBB diler harus tutup walau bengkel tetap buka. Penjualan pun terhambat. Di sisi lain, Gaikindo juga cari jalan untuk melakukan relokasi order karena kapasitas produksi di sini ada. Misal meminta prinsipal APM agar menambah varian produksi di Indonesia dan diekspor ke negara lain,” ucap Kukuh Kumara, Sekretaris Umum Gabungan Industri Otomotif Indonesia, dalam webinar Automotive Industry Perspective.

Lalu, sebagai ketentuan baru, lanjut Kukuh, adanya komitmen untuk menurunkan emisi gas buang kendaraan. Ia memberi penekanan, “Kita tengah mengarah ke pengenaan pajak berdasar gas buang. Rencana mulai diterapkan tahun depan. Dengan begitu pajak negara meningkat, industri otomotif nasional juga tumbuh.” (Alx/Odi)

Baca Juga: Kinerja Semeter II Diyakini Positif, Bagaimana Neraca Perdagangan Otomotif Nasional?

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store