Dengan Konsep Ini, Setiap Individu Bisa Menjadi Agen Perubahan Emisi Karbon

Tiap individu bisa turut aktif mengurangi emisi karbon dalam hal yang sekecil apa pun

Dengan Konsep Ini, Setiap Individu Bisa Menjadi Agen Perubahan Emisi Karbon

Kondisi global dan kesadaran akan bahaya pemanasan global, menyebabkan banyak pihak menghadirkan beragam upaya untuk turut serta mengatasi masalah lingkungan. Sudah banyak pendekatan dan konsep yang dihadirkan untuk mengatasi permasalahan lingkungan hidup di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah konsep carbon neutrality.

KEY TAKEAWAYS

  • Apa yang dimaksud dengan netralitas karbon?

    Netralitas karbon lebih ke upaya mengurangi emisi yang disebabkan oleh aktivitas manusia ke tingkat emisi karbon yang lebih rendah. Tingkat yang dimaksud ini adalah tingkat di mana alam memiliki kemampuan untuk menyerap sehingga planet dalam keseimbangan
  • Apa maksud istilah ini dan bagaimana dihubungkan dengan langkah industri secara global? Bagaimana pendekatan ini bisa mengajak semua elemen masyarakat baik individu maupun perusahaan menjadi agen perubahan? Serta apa perbedaannya dengan istilah net-zero emission yang juga kerap didengar?

    Netralitas Karbon

    Istilah netralitas karbon atau carbon neutral atau carbon neutrality, bermula dari kesadaran akan bahaya gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO2) dan metana yang memerangkap panas di atmosfer yang berakibat suhu bumi semakin meningkat. Proses ini dikenal sebagai efek rumah kaca dan diakui sebagai penyebab perubahan iklim yang kita alami saat ini.

    Efek rumah kaca yang berlebihan akan menyebabkan pemanasan global yang jika dibiarkan berlarut-larut akan sangat berbahaya bagi penghuni Bumi. Bermuasal dari itu, 195 negara di dunia melalui Panel Antarpemerintah untuk Perubahan Iklim (Intergovernmental Panel on Climate Change – IPCC) meneken perjanjian untuk mencapai target emisi jangka panjang. Salah satunya adalah Indonesia.

    Sebagai salah satu negara yang terlibat di dalam IPCC, Indonesia sudah berupaya untuk mencapai target emisi hingga nol pada 2060 mendatang dan saat ini sudah dilakukan berbagai langkah guna mencapai target tersebut.

    Secara umum, netralitas karbon artinya nol karbon. Pengertian ini diungkapkan Kenneth Gillingham, Associate Professor of Economics dari Yale University School of the Environment yang menjelaskan bahwa setiap tindakan yang menghasilkan emisi akan disertai dengan tindakan lain yang pasti akan mengurangi, setidaknya mengimbangi emisi yang dihasilkan.

    Guna mencapai netralitas karbon ini, hal pertama yang dilakukan adalah memperhitungkan seluruh emisi dari semua sumber, dan kemudian mengambil langkah-langkah untuk mengurangi emisi yang sudah dihasilkan. Cara untuk mencapai netralitas karbon bisa dilakukan dengan pengurangan konsumsi energi, peralihan ke sumber energi terbarukan, dan penanaman pohon. Sesuatu yang jamak dilakukan berbagai perusahaan yang menciptakan emisi karbon.

    Netralitas karbon sendiri bukan tentang bagaimana menghilangkan emisi karbon secara mutlak. Peter Boyd, Resident Fellow di Center for Business and the Environment mengungkapkan, netralitas karbon lebih ke bagaimana mengurangi emisi yang disebabkan oleh aktivitas manusia ke tingkat emisi karbon yang lebih rendah. Tingkat yang dimaksud ini adalah tingkat di mana alam memiliki kemampuan untuk menyerap sehingga planet dalam keseimbangan.

    Artinya di dalam hal ini, langkah-langkah mengurangi emisi karbon adalah tanggung-jawab bersama. Baik manusia selaku individu maupun perusahaan yang melakukan aktivitasnya di muka Bumi.

    Setiap Individu Bisa Menjadi Agen Carbon Neutrality

    Lantas bagaimana dengan manusia selaku individu bisa ikut berperan dalam menetralitas karbon di muka bumi? Artinya, kita semua bisa menjadi agen perubahan di dalam pengurangan emisi karbon dalam hal yang sekecil apa pun.

    Menurut Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika Serikat (EPA), carbon footprint setiap orang bisa dihitung. Dengan demikian, setiap orang bisa mengompensasi sumbangannya terhadap efek rumah kaca (greenhouse), dengan menjadi agen pengurangan emisi.

    Contoh yang kongkrit. Anda punya mobil yang suka dipakai pergi ke kantor, lantas kendaraan tersebut Anda kemudikan dengan efisien dan memakai bahan bakar fosil dengan kandungan emisi karbon yang rendah, Anda sudah menjadi agen carbon neutrality.

    Memilih kendaraan jenis hybrid dengan tujuan ingin mengefisiensikan pemakaian bahan bakar dan menghasilkan emisi karbon yang rendah, juga sudah menjadi bagian dari aksi netralitas karbon. Mengurangi pemakaian kendaraan bermotor ke kantor, lantas menggantinya dengan transportasi umum atau bersepeda juga menjadi bagian dari aksi nyata carbon neutrality.

    Anda selaku individu juga bisa mengajak anggota keluarga di rumah berperan serta mengurangi emisi karbon. Misalnya dengan mengajak anggota keluarga memakai energi listrik secara efisien atau menghematnya. Misal, mengefisienkan pemakaian AC, mesin cuci, mengurangi penggunaan bahan plastik, memperbanyak pemakaian bahan-bahan yang bisa didaur ulang dan lain-lain.

    Mengumpulkan dan memilah sampah berdasarkan materialnya dan menjadikan sisa makanan sebagai kompos organik juga merupakan langkah nyata individu menjadi agen perubahan.

    Perbedaan Netralitas Karbon Dengan Net-Zero Emission

    Dalam isu emisi karbon, juga dikenal dengan istilah net-zero emission. Konsep ini juga sangat akrab di dunia otomotif. Lantas apa perbedaannya dengan konsep carbon neutrality?

    Sebenarnya kedua istilah ini serupa, yakni upaya untuk mengurangi dan menyeimbangkan jejak karbon. Netralitas karbon mengacu pada penyeimbangan jumlah total emisi karbon, sedangkan Net-zero berarti tidak ada karbon yang dilepas sejak awal, jadi tidak ada karbon yang perlu diserap atau diimbangi. Sebagai contoh, jika sebuah fasilitas sepenuhnya menggunakan tenaga surya dan tidak menggunakan bahan bakar fosil sama sekali, maka fasilitas tersebut dapat diberi label penggunaan energinya sebagai “zero carbon”.

    Kenneth Gillingham berpendapat, kondisi zero carbon adalah sesuatu yang dianggap mustahil dalam kondisi masyarakat saat ini. Itu sebabnya term netralitas karbon lebih banyak dipilih untuk langkah yang dilakukan saat ini sedangkan net zero dipilih sebagai sebuah kondisi ideal masa depan.

    Manfaat Netralitas Karbon

    Brad Gentry, Profesor FK Weyerhaeser dalam penjelasannya mengungkapkan, menjadi netralitas karbon adalah menjadi bagian dari tanggung jawab sebagai seorang warga negara, atau lebih luasnya warga dunia. Langkah ini sekarang dipandang paling penting untuk menjadi solusi terhadap perubahan iklim dengan mengurangi emisi dari kehidupan sehari-hari.

    Manfaat lainnya, ketika sebuah perusahaan besar menghilangkan atau menyerap lebih banyak CO2 daripada yang dihasilkannya, maka perusahaan memiliki jumlah emisi karbon negatif dan tentu saja berdampak positif terhadap iklim. Perusahaan perlu memahami dengan tepat apa saja jejak karbon yang dimilikinya. Perusahaan juga perlu menangani langkah tambahan untuk menyerap lebih banyak karbon.

    (OTO)

    Baca juga: Harga Bahan Bakar Oktober 2023, Makin Mahal!

    Contents

    OTO

    OTO

    Portal otomotif no.1 di Indonesia. Kami menyediakan informasi seputar industri otomotif nasional dan internasional.

    Baca Bio Penuh

    Jual mobil anda dengan harga terbaik

    Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
    Listing gratis Listing gratis
    Daftarkan mobil Anda

    IIMS 2026

    Tren & Pembaruan Terbaru

    Anda mungkin juga tertarik

    • Berita
    • Artikel feature

    Mobil Pilihan

    • Yang Akan Datang
    • MG 3 hev
      MG 3
      Rp 203,04 Juta Perkiraan Harga Seram Bagian Barat
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Mitsubishi Xpander Hybrid hev
      Mitsubishi Xpander Hybrid
      Rp 405,5 Juta Perkiraan Harga Seram Bagian Barat
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • BYD Atto 4 ev
      BYD Atto 4
      Rp 464,33 Juta Perkiraan Harga Seram Bagian Barat
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Neta U ev
      Neta U
      Rp 463,76 Juta Perkiraan Harga Seram Bagian Barat
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • CHERY TIGGO 4 PRO
      CHERY TIGGO 4 PRO
      Rp 457,02 Juta Perkiraan Harga Seram Bagian Barat
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

    Video Mobil Terbaru di Oto

    Oto
    • INTIP MOBIL DAN MOTOR BARU SERTA BERAGAM AKTIVITAS SERU DI IIMS 2026.
      INTIP MOBIL DAN MOTOR BARU SERTA BERAGAM AKTIVITAS SERU DI IIMS 2026.
      11 Feb, 2026 .
    • GEELY EX2 SIAP MENGHAJAR PASAR MOBIL LISTRIK MURAH DI INDONESIA
      GEELY EX2 SIAP MENGHAJAR PASAR MOBIL LISTRIK MURAH DI INDONESIA
      04 Feb, 2026 .
    • HONDA PRELUDE 2026: 5 HAL MENARIK MENGAPA MOBIL INI PANTAS DIBELI
      HONDA PRELUDE 2026: 5 HAL MENARIK MENGAPA MOBIL INI PANTAS DIBELI
      04 Feb, 2026 .
    • KUPAS TUNTAS MAZDA6e FASTBACK DI SINGAPURA, KAPAN BAKAL MASUK PASAR INDONESIA?
      KUPAS TUNTAS MAZDA6e FASTBACK DI SINGAPURA, KAPAN BAKAL MASUK PASAR INDONESIA?
      19 Jan, 2026 .
    • PREDIKSI SPESIFIKASI NEW KIA CARENS 2026 BUAT PASAR INDONESIA
      PREDIKSI SPESIFIKASI NEW KIA CARENS 2026 BUAT PASAR INDONESIA
      19 Jan, 2026 .
    • TEST JETOUR T2 DI 2 ALAM BERBEDA
      TEST JETOUR T2 DI 2 ALAM BERBEDA
      07 Jan, 2026 .
    • COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
      COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
      30 Dec, 2025 .
    • FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
      FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
      30 Dec, 2025 .
    •  Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
      Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
      22 Dec, 2025 .
    • NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
      NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
      10 Dec, 2025 .
    Tonton Video Mobil

    Artikel Mobil dari Carvaganza

    • Refleksi Pameran Otomotif: Inchcape Sebut Hybrid dan Diesel Modern Masih Jadi Kunci Dekarbonisasi
      Refleksi Pameran Otomotif: Inchcape Sebut Hybrid dan Diesel Modern Masih Jadi Kunci Dekarbonisasi
      Setyo Adi, Hari ini
    • Tegaskan Debut, MGS5 EV Tebar Pesona Serempak di Mall Besar Jabodetabek
      Tegaskan Debut, MGS5 EV Tebar Pesona Serempak di Mall Besar Jabodetabek
      Anjar Leksana, Hari ini
    • GAC Catat Rekor SPK di IIMS 2026, AION UT Jadi Primadona Baru
      GAC Catat Rekor SPK di IIMS 2026, AION UT Jadi Primadona Baru
      Zenuar Yoga, Hari ini
    • Sub-brand Baru, Chery Siapkan Pikap Hybrid Penantang Ford Ranger
      Sub-brand Baru, Chery Siapkan Pikap Hybrid Penantang Ford Ranger
      Muhammad Hafid, Hari ini
    • Lebih Tangguh, Toyota bZ4X Touring Tawarkan Daya Jelajah Lebih Tinggi
      Lebih Tangguh, Toyota bZ4X Touring Tawarkan Daya Jelajah Lebih Tinggi
      Setyo Adi, Hari ini

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature
    • Toyota Raih 2.793 SPK selama IIMS 2026, Mobil Keluarga Paling Dominan
      Toyota Raih 2.793 SPK selama IIMS 2026, Mobil Keluarga Paling Dominan
      Anjar Leksana, 23 Feb, 2026
    • Daihatsu Kirimkan 137 Ribu Mobil ke Tangan Konsumen Sepajang 2025
      Daihatsu Kirimkan 137 Ribu Mobil ke Tangan Konsumen Sepajang 2025
      Anjar Leksana, 18 Feb, 2026
    • Wuling Darion PHEV Dimodif Sederhana untuk Menunjang Mobilitas Bersama Keluarga
      Wuling Darion PHEV Dimodif Sederhana untuk Menunjang Mobilitas Bersama Keluarga
      Anjar Leksana, 17 Feb, 2026
    • Denza Kenalkan B5 Sebagai SUV PHEV Canggih untuk Market Indonesia
      Denza Kenalkan B5 Sebagai SUV PHEV Canggih untuk Market Indonesia
      Anjar Leksana, 12 Feb, 2026
    • MG Masih Sediakan Benefit Pembelian Rp100 Juta dan Program Spesial di IIMS 2026
      MG Masih Sediakan Benefit Pembelian Rp100 Juta dan Program Spesial di IIMS 2026
      Anjar Leksana, 11 Feb, 2026
    • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
      Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
      Anjar Leksana, 29 Des, 2025
    • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
      Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
      Setyo Adi, 12 Agu, 2025
    • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
      Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
      Setyo Adi, 04 Des, 2024
    • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
      Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
      Setyo Adi, 20 Sep, 2024
    • Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
      Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
      Anjar Leksana, 06 Sep, 2024
    • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
      Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
      Setyo Adi, 01 Sep, 2025
    • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
      First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
      Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
    • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
      First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
      Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
    • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
      First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
      Setyo Adi, 24 Jun, 2025
    • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
      Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
      Alvando Noya, 13 Jun, 2025
    • Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
      Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
      Anjar Leksana, 02 Jan, 2026
    • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
      5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
      Anjar Leksana, 16 Okt, 2025
    • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
      Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
      Setyo Adi, 08 Sep, 2025
    • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
      Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
      Anjar Leksana, 04 Agu, 2025
    • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
      GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
      Setyo Adi, 04 Agu, 2025

    Bandingkan

    You can add 3 variants maximum*