Apple CarPlay vs Android Auto, Ini Fungsi dan Bedanya

Apple CarPlay vs Android Auto, Ini Fungsi dan Bedanya

Apple CarPlay dan Android Auto, istilah yang sering terdengar di mobil modern. Keduanya adalah sistem yang sama mengizinkan head unit (HU) kendaraan terhubung dengan smartphone. Keberadaan fitur itu bergantung pada HU, karena tak semua punya. Apa perbedaannya?



Pada dasarnya, dengan sistem ini, tampilan pada gawai komunikasi elektronik dapat diproyeksikan pada layar HU. Bahkan, pengguna mampu mengakses aplikasi yang tersedia di dalam. Tak hanya melakukan panggilan telepon, tapi juga menayangkan navigasi yang tersimpan dalam smartphone; streaming musik kesukaan memakai sambungan internet; berinteraksi dengan seseorang lewat layanan pesan singkat.


Urusan teknis untuk mengoneksi, keduanya bisa memanfaatkan sambungan USB atau nirkabel. Namun untuk wireless, tak semua mobil memilikinya. Biasanya hanya yang model terbaru atau bahkan premium seperti dinukil dari digitaltrends.com (27/11). Selain itu, pertimbangan daya baterai smartphone. Karena ketika terhubung dengan kabel, sekaligus mengisi daya. Kalau nirkabel, biasanya mobil juga sudah disokong pengisi daya smartphone nirkabel (wireless charging). 


Walau punya fungsi yang sama, pembeda keduanya terletak pada perangkat komunikasi yang terhubung. Apple CarPlay hanya bisa dikoneksikan ke smartphone yang sistem operasinya (OS) iOS yakni iPhone. Android Auto, jelas ke OS Android. Terkait aplikasi yang digunakan, kebanyakan dapat diakses keduanya. Tapi ada beberapa yang tak bisa dioperasikan salah satunya. Contohnya Google Maps. Ini mampu diaktifkan baik oleh Apple CarPlay dan Android Auto. Tapi Apple Maps yang punya kegunaan sama tak bisa untuk Android Auto.


Ekosistem Apple lebih tertutup, lantaran hanya untuk iPhone. Itu pun dengan model mulai dari 5 hingga yang teranyar, selama mereka menggunakan OS terbaru yang punya colokan kilat (lightning port). Android di lain sisi punya rentang gawai yang lebih luas. Banyak merek smartphone mengusungnya. Tapi perlu diingat, minimal OS yang dipakai versi 5.0 Lollipop ke atas.


Hyundai Santa Fe 2019 interior


Kemudian Google Assistant dan Apple Siri. Ini aplikasi asisten yang dapat diperintah dengan suara. Google Assistant biasa diselipkan pada Android, sementara sesuai namanya Siri ditujukan pada Apple CarPlay. Dari segi fungsionalitas, Google Assistant lebih baik dalam hal penerimaan perintah. Variasinya juga banyak. Dengan kata lain, lebih fleksibel.


Meski begitu, perlu diketahui, baik tidaknya kinerja turut dipengaruhi smartphone. Semakin baik performa perangkat, maka pengoperasiannya lebih mulus. Tak kalah penting jaringan koneksi internet. Sebagus apa pun perangkat head unit dan smartphone, tanpa jaringan memadai bakal berkurang pengalaman menggunakan Apple CarPlay dan Android Auto. Terlepas dari itu, kedua fitur sangat membantu pengguna kendaraan. Bukan cuma praktis, tapi juga memastikan keselamatan di jalan. Fokus pengemudi tetap bisa terjaga, sambil mengoperasikan fitur smartphone. (Hfd/Tom)


Sumber: Digitaltrends.com, Newspress


Baca Juga: Akses Kunci Mobil Pakai Smartphone Bukan Lagi Sekadar Imajinasi

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store