• Wishlist

Rolls-Royce Silver Ghost, Pembuktian Kualitas Tinggi Sejak Awal Perusahaan Terbentuk

Tidak mengherankan bila Rolls-Royce dipersepsikan sebagai puncak kualitas dan kemewahan dunia otomotif. Selalu konsisten sejak mobil pertama mereka, 40/50 atau dikenal juga Silver Ghost, lahir. Semua ini diawali dalam pertemuan bersejarah di Manchester, Inggris, 4 Mei 1904.


Saat itulah dua individu berbeda latar belakang dengan satu kesamaan hobi otomotif bertemu. Ialah Henry Royce – seorang pebisnis komponen elektrik yang beralih menciptakan mobil – dan pengusaha diler mobil impor, Charles Stewart Rolls. Pemegang saham Royce sekaligus teman Rolls, Henry Edmunds, menjadi dalang di balik perbincangan keduanya kala itu.



[caption id="attachment_156764" align="alignnone" width="852"]Rolls-Royce Sir Henry Royce (kiri), Charles Stewart Rolls (kanan)[/caption]

Royce baru saja selesai membuat mobil pertama, 10 hp, satu bulan sebelum bertemu. Sementara itu, Rolls sedang frustasi karena hanya bisa menjual mobil impor seperti Peugeot dari Prancis dan Minerva dari Belgia. Terkesima dengan 10 hp setelah mencoba, Rolls langsung setuju untuk menjual mobil ciptaan Royce di bawah nama Rolls-Royce.


Pertemuan itu kemudian melahirkan 40/50 hp. Mendebut pada 1906, pada saat mobil masih menjadi sebuah barang hobi kaum berduit. Kualitas dan kecanggihan adalah prioritas. Ia menggendong pemacu daya enam silinder 7.000 cc termutakhir di zamannya. Dirancang sedemikian rupa agar menyajikan penyaluran tenaga ekstra halus. Komposisi tarian piston dalam ruang bakar, cara pelumasan mesin dibantu pelumasan bertekanan, dual ignition, sistem karburator canggih serta terobosan lain menciptakan karakter lembut mesin ini.


Royce 10hp


Kesuksesan 40/50 hp tidak akan terbentuk tanpa campur tangan rekan Rolls, Claude Johnson. Seorang jenius jika berbicara soal publisitas. Ia berperan sebagai Managing Director yang mengembangkan reputasi Rolls-Royce. Sangat berpengaruh, bahkan disebut sebagai ‘tanda penghubung’ dalam jenama asal Inggris ini. Ia mempromosikan 40/50 hp sebagai ‘bukan salah satu, melainkan mobil terbaik di dunia.'


Baca juga: Asal Muasal BMW 3-Series Touring, Keinginan Seorang Ayah Membawa Keluarga Berlibur


Tak hanya itu, ia juga merangkai kegiatan agar publik menyadari ketahanan dan kualitas Rolls-Royce enam silinder. Sebagai informasi, saat itu pabrikan hanya menjual sasis dan mesin untuk kemudian pembeli merakit bodi dengan menunjuk coachbuilder. Hal serupa dilakukan oleh Claude, perusahaan karoseri Barker dipercaya merakit salah satu bodi dengan kancing berlapis perak. Unit ini lantas diberi nama Silver Ghost, diciptakan guna membantu trik promosi Claude.


Marketing Rolls Royce Silver Ghost


Nama Silver Ghost dipakai untuk menekankan kesenyapan mesin enam silinder. Bak hantu. Tubuhnya pun dikelir aluminium, senada dengan kancing perak. Jarak antarsumbu panjang disertai dimensi besar memberikan kesan tersendiri sebagai mobil mewah. Apalagi atap dibuat terbuka bertubuh klasik ‘Roi des Belges’. Faktanya hanya satu Silver Ghost dibuat oleh Rolls-Royce. Tapi berkat pamor tinggi, nama ini justru melekat kepada model 40/50 hp.


Reputasi Silver Ghost sendiri dibuktikan lewat tes jarak jauh. Contoh adalah pengujian resmi di bawah pengawasan Royal Automobile Club (RAC) pada 1907. Jarak sejauh 400 mil (644 km) antara London dan Glasgow dilahap setiap hari hingga mencapai 15 ribu mil (24 ribu km) tanpa kendala.


Julukan mobil terbaik di dunia dibuktikan pula dengan memenangkan reli Alpine Trial 1913. Bukan sekadar reli biasa, ajang ini dikenal sebagai reli terberat di Eropa. Ketahanan tiap mobil diuji melintasi Austria, Kroasia, Slovenia, dan Italia. Seorang pembalap privateer, James Radley, berhasil memimpin di tiap etape. Berkat ketahanan ini boleh dibilang Rolls-Royce sebagai mobil terkuat di masanya.


Rolls Royce


Filosofi dasar Rolls-Royce sebenarnya bukan pionir teknologi. “Ambil yang terbaik dan buatlah lebih baik” menjadi pilar filosofis mereka. Atas dasar ini, model 40/50 dikenal sebagai mobil terbaik yang dibuat serta paling teruji.


Terbukti banyak peminat, model 40/50 hp diproduksi selama dua dekade. Namun pengembangan segera dilakukan tidak lama setelah resmi berkenalan. Pada 1909 kapasitas mesin ditingkatkan, serta mendapat pelek jari-jari dan girboks anyar. Transmisi kemudian direvisi ulang pada 1913. Peredam getar mesin berjenis Lanchester ditambahkan pada 1911. Sistem pengereman ditingkatkan pada 1913 dan 1924. Canggih, sampai menganut brake booster mekanikal untuk titik pengereman di keempat roda. Karakter pengendalian diperbaiki saat mengadopsi gardan lebih senyap dan peredaman suspensi pada 1923 dan 1924.


Bukan Kali pertama Melewati Pandemi


Semasa nama ini eksis, tentu ada saja aral melintang. COVID-19 dikabarkan sebagai salah satu permasalahan terberat. Yang pasti bukan pertama, karena cerita tidak selalu berjalan mulus selama 116 tahun mereka hadir. Kalau diingat kembali, masalah besar pertama mengacu saat pandemi global 1918: Flu Spanyol.


Alpine Trial Top Gear


Walau pandemi belum berakhir sampai 1919 di Eropa, Rolls-Royce tetap menorehkan prestasi. Hasil modifikasi dua mesin pesawat Eagle VIII 300 hp bantu menyukseskan penerbangan Transatlantic pertama tahun itu. Menerbangkan Kapten John Alcock dan Letnan Arthur Brown dari St. John’s, Newfoundland menuju County Galway di Irlandia. (Krm/Tom)


Sumber: Rolls Royce, Hagerty, Top Gear


Baca juga: Dinamika Petualangan Norton: Dari Prajurit Perang Hingga Mengibarkan Bendera Putih

Jelajahi Rolls Royce Ghost

Rolls Royce Ghost Rp 18 - Rp 25 Milyar Cicilan : Rp 410,7 Juta

Bandingkan & Rekomendasi