Rekap 60 Tahun Perjalanan Si Mungil Daihatsu Hijet

Rekap 60 Tahun Perjalanan Si Mungil Daihatsu Hijet

Saat ini mungkin tak banyak lagi yang mengenal nama Hijet. Mungkin hanya penggemar otomotif atau anak-anak jaman old yang tahu dengan nama ini. Hijet atau disebut 'Haizetto' dalam bahasa Jepang merupakan microvan dan kei truck yang diproduksi dan dijual Daihatsu sudah cukup lama. Resminya, pada November lalu, Daihatsu Motor Co., Ltd. merayakan hari jadi Hijet yang ke-60.

Hingga saat ini, Hijet sudah menelurkan 10 generasi, dengan berbagai fungsi. Mengutip laman resmi, www.daihatsu.com, saat ini Hijet terdiri dari tiga model dan digunakan untuk berbagai kebutuhan komersial dan operasional pelanggan. Pada model Truck sering digunakan pelanggan terutama bagi mereka yang bekerja di bidang pertanian, kehutanan, dan perikanan. Sedangkan untuk model Cargo dan Caddy, pelanggan lebih banyak menggunakannya sebagai operasional pada bidang industri transportasi dan ritel.

Secara akumulatif, hingga September 2020, Hijet telah diproduksi dengan jumlah lebih dari 7,4 juta unit sejak generasi pertama diluncurkan, serta 2,2 juta unit diantaranya masih digunakan sampai dengan saat ini. Capaian ini membuktikan bahwa Daihatsu Hijet mendapat sambutan positif dari pelanggan di seluruh negeri.

Berikut perjalanannya:

Daihatsu Hijet Gen 1

Generasi 1 -- 1960-1966

Pada Hijet generasi pertama, mobil ini merupakan kendaraan roda empat mini pertama Daihatsu. Kendaraan ini diluncurkan sebagai pembaruan dari kendaraan roda tiga mini Daihatsu Midget yang populer dengan sebutan ‘bemo’ di Indonesia. Model pertama yang mengusung nama Hijet adalah kei truck yang diluncurkan pada November 1960. Kemudian disusul model light van pada Mei 1961.

Generasi pertama ini menggunakan format front engine dan rear-wheel-drive. Pengemudi duduk persis di bekakang mesin seperti kebanyakan mobil-mobil di jaman itu. Mengikuti regulasi kei class, Hijet diperkuat mesin 356 cc yang menghasilkan tenaga 17 PS dengan kecepatan maksimal adalah 75 km/jam. Ini catatan performa yang normal kala itu. Hasilnya, mobil ini tidak mampu mengangkut banyak barang.

Model facelift, New-Line, dibuat pada Januari 1962. Lebih panjang 20 inchi dan bisa menganggung beban hingga 500 kg. Ini berkat mesin baru yang lebih besar, 800 cc yang menghasilkan output 41 PS.

Generasi 2 -- 1964-1968

Daihatsu melakukan ubahan lumayan penting di generasi kedua. Untuk memaksimalkan kapasitas cargo namun tetap memenuhi regulasi kei car, Daihatsu menggunakan model cabover pada 1964. Wajah dibuat datar, hidung hilang, karena mesin mulai digeser ke bagian bawah bodi. Sehingga konsumen bisa punya pilihan. Hal ini juga lantaran persaingan pasar yang makin ketat. Pada 1950 muncul Volkswagen Type 2, Ford Econoline (1961), Chevrolet Greenbrier (1961), dan Dodge A100 di tahun yang sama.

Baca juga: Mobil Super Mewah Jepang Ini Ternyata Punya Paspor Australia

Daihatsu Hijet Gen 3

Generasi 3 -- 1968-1972

Generasi ketiga muncul pada 1968. Desainnya mulai mengotak (boxy). Ubahan dilakukan di beberapa bagian. Mesin ZMI berkapasitas 356 cc menghasilkan tenaga 23 PS pada 5.000 rpm. Hasilnya, mesin ini mampu membawa model truck maupun van, melaju sampai 85 km/jam. Menariknya, Daihatsu juga menawarkan varian all-electric untuk Hijet.

Generasi 4 -- 1971-1981

Pada September 1971, generasi keempat Hijet muncul. Bodi sudah mengunakan besi dengan mesin ZM 360 cc dua-tak dua silinder, sedangkan suspensi belakang kembali menggunakan model daun. Pada Februari 1972, model Van diperkenalkan menggunakan pintu geser alias slide.

Selanjutnya, pada Oktober 1976, Hijet 550 dengan mesin baru Ab20 550 cc empat-tak diperkenalkan. Penggunaan mesin baru dibarengi dengan sasis baru dengan kode "S40". Mesin memiliki tenaga 30 PS (22 kW) pada 5.500 rpm, dan torsi 41 Nm (4.2 kgm) pada 4.000 rpm.

Daihatsu Hijet Gen 5

Generasi 5 -- 1977-1981

Pada bulan April 1977, produksi versi truk generasi kelima dimulai. Disebut "Hijet Wide 55" sebagai tanda jika bodi yang digunakan lebih lebar dan mesin 550 cc yang lebih besar. Mesin AB20 547 cc dua silinder empat langkah, berpendingin air dengan camshaft overhead tunggal. Tenaga yang dihasilkan adalah 28 PS (21 kW) pada 5.500 rpm, sedangkan torsi maksimal adalah 39 Nm (4.0 kgm) pada 3.500 rpm. Transmisi adalah manual empat kecepatan dengan kecepatan tertinggi 105 km.

Tiga bulan setelahnya (pada Juni 1977), van dengan pintu geser juga diperkenalkan. Secara spesifikasinya sama. Daihatsu memperkenalkan versi facelift Hijet Wide 55 pada September 1979. Produksi Hijet generasi ini berlanjut sebelum digantikan Hijet generasi keenam pada 1981.

Generasi 6 -- 1981-2002

Nama Hijet makin menyebar di kawasan Asia. Pada Maret 1981, all new S65 Hijet diperkenalkan. Mesin lebih baik dengan tenaga 28 PS dan torsi 41 Nm. Kemudian ada vesri S70 untuk pasar Indonesia yang diproduksi Astra International. Bedanya model ini menggunakan mesin 1 liter sesuai dengan kebijakan pemerintah Indonesia saat itu. Model ini berkembang dan dijual sampai 1992.

Baca juga: Catatan Persaingan MPV di 2020, Tersisa Laga Jepang Vs Cina

Daihatsu Hijet Zebra 1.3L

Generasi 7 -- 1986-2002

Generasi ketujuh Hijet (S80) diperkenalkan pada Mei 1986. Ada upgrade penting dengan menggunakan mesin 3 silinder meski kapasitasnya tetap 550 cc. Sukses Hijet membuat Daihatsu juga melakukan kerjasama dengan beberapa merek lain. Muncul Hijet dengan badge lain yaitu Daihatsy Atrai, Daihatsu Zebra 1.3L (Indonesia, Daihatsu D130 Jumbo, Kia Towner (Kore), dan Piaggio Porter (Eropa).

Di Indonesia, Daihatsu Zebra mulai diproduksi pada 1986. DIpersenjatai mesin 1.0-liter 3-cylinder dari generasi sebelumnya. Pada 1989, ada mesin baru 1.3-liter 16-valve HC engine. Mesin 1298 cc ini menghadilkan tenaga 72 PS (53 kW) dan didampingi transisi maunual 4-speed. Vesri pickup menggunakan nama D130 Jumbo.

Generasi 8 -- 1994-1999

Generasi kedelapan Hijet masuk pasar pada Januari 1994. Ia diperkenalkan lebih dulu pertama kali di 30th Tokyo Motor Show pada Oktober 1993. Ia meraih sukses di banyak negara sebelum digantikan generasi kesembilan pada 1999. Banyak versi dibangun, mulai dari van, pickup, dan truck. Mesin yang dipakai 659 cc dengan pilihan transmisi manual 5-speed dan otomatis 3-speed.

Daihatsu Hijet Gen 9

Generasi 9 -- 1999-2014

Ketika generasi kesembilan Hijet diperkenalkan pada 1999, ada pebagian antara truck dan van (Cargo). Model van mengunakan mesin depan sedangkan truck mempertahankan versi mid-engined cabover design. Hijet Cargo didesain oleh Italdesign Giugiaro, sementara Hijet Truck tetap dirancang para desainer Daihatsu.

Selain itu, kerjasama dengan beberapa merek juga berlanjut. Selain Hijet ia juga disebut Daihatsu Atrai (van dan minivan), Daihatsu Hijet Gran Cargo/Extol (commercial minivan), Toyota Pixis (kei truck), Toyota Sparky (minivan), dan Subaru Sambar (kei truck). Mesin mulai banyak variai. Mulai 658 cc sampai 1.296 cc.

Generasi 10 -- 2014-sekarang

Edisi generasi ke-10 iperkenalkan pada Desember 2004 untuk model van. Model truck baru diluncurkan pada September 2014. Selain mesin standar 660 cc dengan tenaga 53 PS jufa ada versi turbo dengan tenaga 64 PS. Ia juga dijual dengan nama Toyota Pixis di pasar Jepang pada DEsember 2011.

Selama 60 tahun, Daihatsu Hijet selalu memberikan fitur unggulan sesuai dengan kebutuhan pelanggan terhadap kendaraan niaga, seperti kemudahan dalam akses masuk-keluar pada kabin, serta kapasitas ruang bagasi yang luas. Pengembangan Daihatsu Hijet juga fokus pada peningkatan fitur lainnya seperti kemudahan dalam melakukan bongkar-muat barang, membongkar kargo; daya tahan kendaraan; kemudahan dalam bermanuver yang memungkinkan kendaraan untuk dikendarai di jalan yang sempit seperti pada jalan setapak di area persawahan dan gang-gang kecil di pusat kota; serta harga yang terjangkau.

Dalam hal keamanan, Daihatsu Hijet dilengkapi dengan sistem keamanan aktif Smart Assist. Sehingga, pelanggan dapat tetap beraktivitas sehari-hari dengan lebih aman serta dapat berbisnis dengan lebih tenang. Dari semua keunggulan tersebut, membuktikan bahwa Daihatsu Hijet dapat menjadi mitra bisnis yang tepat dan handal. (Raju)

Baca juga: List Mobil Berpenggerak Listrik yang Masuk Indonesia di 2020, Siapa Termurah?