• Wishlist

Opsi Mobil Bekas 7-Seater Daihatsu di Bawah Rp 150 Juta

Opsi Mobil Bekas 7-Seater Daihatsu di Bawah Rp 150 Juta

Mobil 7 penumpang paling digemari masyarakat Indonesia. Daya tampung menjadi poin utama, lantaran bisa membawa keluarga lengkap. Bahkan model ini bisa mengakomodasi banyak barang, berkat bagasi luas maupun fleksibilitas pengaturan jok. Daihatsu menjadi salah satu pabrikan yang menyajikan ragam lini 7-seater. Opsi bekasnya pun sudah tersaji cukup banyak. Berikut pilihan mobkas (mobil bekas) dengan harga terjangkau, di bawah Rp 150 jutaan.


Sigra


Sigra


Bertubuh kecil, tapi pamor low MPV ini terbilang besar. Tak sedikit konsumen kepincut memilikinya. Lantaran terjangkau dan dapat menampung 7 orang. Itu pun masih muat dijejali barang bawaan. Opsi bekas model awal sudah banyak beredar. Dari hasil pantauan OTO, Daihatsu Sigra keluaran 2017 di pasar mobkas banderolnya kisaran Rp 80 jutaan-Rp 110 jutaan. Tentunya ini tergantung varian yang dipilih. Produksi 2018 naik sedikit antara Rp 90 jutaan sampai 120 jutaan. Sedangkan 2019, model sebelum facelift dipatok Rp 105 jutaan hingga Rp 130 jutaan. Harganya masih stabil, memberikan value tersendiri bagi Sigra.


Daihatsu menawarkannya dalam banyak varian, dengan opsi mesin 3 dan 4 silinder. Berkode 1KR-VE, unit 3 silinder 1,0 liter dan punya daya tak besar, 67 PS dan torsi 89 Nm. Walau begitu angka segitu sudah cukup mumpuni, meski memang di jalan menanjak sering menjadi kendala. Versi lebih bertenaganya 3NR-VE bervolume 1,2 liter paling laris. Teknologi Dual VVT-I menghasilkan performa lebih galak, 88 PS dengan momen puntir 108 Nm. Distribusi daya ke roda mempercayakan transmisi manual 5-speed atau otomatis 4-speed.


Baca Juga: New Daihatsu Sirion 2020 vs Honda Brio RS, Siapa Lebih Menarik?


Harga terjangkau sebagai LCGC, bukan berarti fitur dikesampingkan. Sektor keselamatan dan keamanan misalnya, ada dual SRS airbags, Anti-lock Braking System (ABS) dan side impact beam. Perangkat kenyamanan meliputi head unit berkoneksi bluetooth, auto rear wiper, sein triple blink, multi information display, sampai sensor parkir. Pengaturan AC masih berupa model kenop. Tapi tidak double blower. Daihatsu mengandalkan rear air circulator untuk mengalirkan udara dingin dari baris depan ke paling belakang.


Luxio


Perawatan rutin Luxio


Lama hadir di Tanah Air, bentuknya yang kotak sangat multifungsi. Lantaran Luxio dapat mengangkut banyak penumpang atau barang, dan masih terasa lapang. Sejatinya basis yang dipakai sama dengan Gran Max, tapi lebih ditujukan untuk kebutuhan personal. Luxio bekas yang banderolnya di bawah Rp 150 jutaan dibatasi sampai unit buatan 2017. Banderolnya berkisar Rp 120 jutaan sampai Rp 145 jutaan. Bila ingin lebih murah bisa mengambil buatan 2016, antara Rp 117 jutaan sampai Rp 135 jutaan. Versi 2015 sepertinya masih masuk akal untuk dibeli, walau usianya sudah 5 tahun. Harganya dari Rp 80 jutaan hingga Rp 108 jutaan.


Keunggulan mobil ini tak hanya terdapat pada bentuk kotaknya. Tapi juga akses masuk yang praktis berkat pintu geser. Fitur yang dimiliki juga pas memenuhi kenyamanan. Perangkat head unit dan AC terpasang, power window juga sudah ada. Sistem keselamatan sayangnya hanya dibekali sabuk pengaman dengan Emergency Locking Retractor, serta sensor parkir di belakang. Sementara kantung udara harus absen, beserta ABS dan Electronic Brakeforce Distribution (EBD) yang mencegah bahaya ban selip.


Tubuhnya yang terlihat berat dapat dengan mudah digerakkan. Berkat mesin 3SZ-VE 1,5 liter yang juga dipakai Gran Max dan Terios generasi awal. Daya dorong tertinggi mencapai 97 PS dengan momen puntir 134 Nm. Tetap mumpuni meski kabin dijejali hingga 7 orang sekalipun. Konsumen ditawarkan dalam dua opsi transmisi, manual 5-speed atau otomatis 4-speed. Tersedia dalam dua varian, D dan X, Luxio juga cocok dijadikan tunggangan kebutuhan komersial, seperti ambulans.


Terios


Terios facelift


Penerus SUV legendaris Taruna ini merupakan saudara kembar dari Toyota Rush. Meluncur pada 2006, generasi terbarunya rilis 2018. Untuk pilihan bekasnya, anda harus menarik jauh tahun ke belakang agar dapat meminang dengan harga di bawah Rp 150 juta. Model yang didapat merupakan generasi pertama. Unit produksi 2015 bisa jadi pilihan. Dengan kondisi beragam, banderolnya berkisar Rp 130 jutaan sampai Rp 145 jutaan. Opsi 2014 dipatok antara Rp 120 jutaan sampai Rp 135 jutaan. Sedangkan 2013 yang merupakan tahun terjadinya facelift kedua dilego antara Rp 107 juta sampai Rp 126 jutaan.


Dapur pacunya menganut pembakaran 4 silinder 1,5 liter. Mesin berkode 3SZ-VE, sama dengan Gran Max dan Luxio, tapi output dibikin lebih bertenaga. Daya maksimal 109 PS dengan torsi 141,2 Nm. SUV ini dapat diandalkan untuk melewati berbagai kondisi jalan, ditambah kemampuan mengangkut hingga 7 penumpang. Meski memang, baris belakangnya tak begitu lega.


Walau tidak semodern model generasi kedua, tapi tampangnya tetap gagah dan mewah, terutama buritan. Pintu yang membuka ke samping dijadikan tempat menyimpan ban cadangan. Ini sangat mencirikan karakter SUV. Untuk model keluaran 2013 pun mendapat banyak perombakan. Fleksibilitas kabin layaknya MPV. Terdapat fungsi one touch tumble bagi jok baris kedua, agar memudahkan akses bangku belakang. Pendingin kabin lebih optimal, karena sudah double blower. Head unit bahkan dapat dikontrol lewat audio switch di kemudi untuk varian tertinggi.


Xenia


Xenia hantam mobilio di pasar retail


Daihatsu Xenia dapat menjadi pilihan aman memilih mobkas 7-seater Daihatsu. Mobil sejuta umat ini sangat dikenal masyarakat, dan telah terbukti ketangguhannya. Sama seperti Toyota Avanza saudaranya, harga di pasar mobkas terbilang sangat stabil dan masih tinggi. Produksi 2016 dibanderol antara Rp 100 jutaan sampai Rp 135 jutaan. Semakin naik tahun, selisihnya makin besar. VIN 2017 kisaran Rp 125 juta sampai Rp 145 juta. Untuk 2018 juga ada, tapi patokannya tipis menyentuh Rp 150 juta. Ditambah odometer yang sudah menunjukkan angka cukup besar. Mengingat mobil ini sangat dipercaya masyarakat sebagai angkutan mobilitas harian. Apalagi adanya tren taksi online, kemampuannya mampu memikat untuk menunjang bisnis.


Great New Xenia, inilah nama yang diusung untuk tahun produksi segitu. Ragam variannya banyak dari D, M, X sampai R. Namun, pilihan kami tetapkan untuk mesin 1,3 liter. Energi dorong tertingginya mencapai 97 PS dengan momen puntir 120,6 Nm. Penyaluran ke roda mempercayakan dua pilihan transmisi, manual 5-speed dan otomatis konvensional 4-speed.


Urusan fitur, terbilang standar saja. Keselamatan misalnya, terdiri dari dual SRS airbags, sabuk pengaman dengan pretensioner dan force limiter, sensor parkir, serta side impact beam. Sementara hiburan dipasangkan head unit baik 1DIN atau 2DIN. Pengaturan AC dengan konfigurasi single blower atau double blower. Tergantung varian dipilih. Kelapangan kabin mungkin tak seluas Luxio, tapi kemampuan mengangkut banyak penumpang atau barang sama hebatnya. (Hfd/Odi)


Baca Juga: Pilih Mana, Toyota Veloz 1.5 Anyar atau Kijang Innova 2.0 G Bekas?