Kenali Pelumas Mesin Mobil Lebih Dekat

Kenali Pelumas Mesin Mobil Lebih Dekat

Bila memperhatikan deskripsi pengerjaan dan angka nominal saat melakukan service berkala mobil baru, pasti tertera salah satu aspek yang wajib dicantumkan di lembar invoice. Ya, oli mesin atau pelumas mesin. Suku cadang yang satu ini merupakan hal yang penting untuk diperhatikan, mengingat lingkup pekerjaannya di jantung mekanis mobil. Kemampuan yang diproduksi oleh mesin, juga dipengaruhi oleh kinerja dari pelumas mesin yang baik.

Meskipun menjadi sesuatu yang penting, namun kita masih belum terlalu mengenalnya dan cukup sekadar mengetahui, bila sudah saatnya untuk mengganti pelumas sesuai dengan anjuran dari buku perawatan berkala. Oleh karenanya, dalam kesempatan kali ini, kami mengupas secara umum pelumas mesin mobil, mulai dari fungsi dari pelumas sampai dengan apa arti tulisan yang dapat ditemukan pada kemasannya. Penasaran? Berikut kami paparkan ulasannya.

Fungsi Pelumas Mesin

Sesuai dengan namanya, pelumas ini bekerja di area ruang bakar dan bertugas untuk mereduksi segala gesekan yang terjadi antar komponen mesin yang bergerak ketika memproduksi tenaga. Melalui kehadiran molekul ini, dinding-dinding pada setiap bagian yang saling bersentuhan akan diselimuti dengan bentuk filamen film, sehingga mereduksi kerugian performa yang terbuang akibat gesekan dan menjadikan daya yang lebih besar, usia depot tenaga menjadi lebih tahan lama serta bahan bakar yang efisien.

Macam-macam oli mesin

Selain menjalankan kewajibannya dalam mengurangi sentuhan, rupanya pelumas ini turut berkontribusi dalam mempertahankan suhu ideal saat terjadinya pembakaran. Berkat lapisan pada komponen mesin, maka sentuhan antar dindingnya tidak mengalami kontak langsung dan tentunya tidak menimbulkan kalor atau panas. Di sisi lain juga, cairan ini kadang ditembakkan ke arah gerak piston untuk menurunkan suhu yang meningkat di ruang silinder.

SAE dan Viskositas Pelumas

Salah satu yang menjadi pertanyaan umum ketika membeli atau mengganti pelumas adalah viskositas atau bahasa awamnya tingkat kekentalan pelumas. Pada umumnya, jenis kekentalan pelumas ini dikatikan dengan imbuhan SAE. Ya, kepanjangan dari tiga huruf tersebut merupakan Society Of Automotive Engineers yang berbasis di Amerika Serikat dan 'concern' terhadap industri transportasi global termasuk didalamnya ada mesin kendaraan.

Viskositas pelumas mesin

Bila terdapat tiga huruf tadi pada kemasan pelumas, artinya produk tersebut telah diuji dan diklasifikasikan dalam kategori yang berlaku dengan format viskositas seperti SAE 5W-30, SAE 5W-40, SAE 5W-50, SAE 10W-30, SAE 15W-40 dan masih banyak lainnya. Nah, apakah perbedaannya? Agar mudah, kami mengambil satu contoh saja yakni SAE 10W-40 yang umum digunakan di Indonesia. Bila ditafsirkan, angka sebelum W yang artinya Winter (dingin) merupakan besaran kekentalan oli saat depot tenaga di suhu rendah, sedangkan angka dibelakang garis strip merupakan kondisi viskositas ketika mesin sedang beroperasi.

Kategori kekentalan ini dirumuskan dengan dua syarat, yakni tergantung kondisi suhu udara di mana mobil digunakan dan mesin apa yang digunakan. Apabila berada di negara dengan cuaca yang dingin, disarankan untuk memakai pelumas yang encer seperti 5W kebawah, namun bila di wilayah beriklim panas maka angka 10W ke atas bisa menjadi rujukan. Akan tetapi, tidak hanya sekadar faktor cuaca, melainkan status mesin mobil di balik bonnet. Jikalau mengenakan depot tenaga keluaran terkini yang mengusung celah-celah kecil dalam ruang bakarnya, disarankan untuk menggunakan pelumas dengan nilai W yang kecil, karena dengan sifat encernya tersebut, dapat masuk ke dalam ruang yang sempit. Sedangkan, jika jantung mekanisnya sudah berumur, silahkan mengaplikasikan pelumas dengan nilai W besar yang lebih kental. Oh iya, pihak produsen kendaraan selalu menyajikan nilai viskositas yang direkomendasikan pada buku manual pemilik kendaraan di sub judul rekomendasi oli mesin.

Semi Synthetic atau Full Synthetic

Tidak berhenti di SAE dan viskositas, Pasalnya masih terdapat tulisan di kemasan pelumas yang keren saat diucapkan namun masih terasa asing untuk dipahami, yakni Synthetic. Beberapa produsen pelumas akhir-akhir ini sering menuliskan Pelumas Full Synthetic dan Semi Synthetic. Sebelum mengetahui beda keduanya, kami jelaskan terlebih dahulu secara garis besar definisinya, yang mana bahan pembuatannya tak berasal dari minyak bumi seperti halnya pelumas mineral, melainkan sintetis yang bersumber dari berbagai macam bahan kimia plus zat tambahan yang bersifat licin dan dapat memperlambat korosi serta oksidasi.

Pelumas Sintetik

Kemudian apakah yang membedakan Full Synthetic dengan Pelumas Semi Synthetic? Melihat proses produksi yang cukup tinggi saat pembuatan Full Synthetic, maka disajikannya jalan tengah dengan mencampurkan bahan sintetis dengan mineral. Dengan demikian, nilai jual dari Semi Synthetic menjadi lebih terjangkau dan peranan yang dikerjakan tetaplah sama, walaupun kualitas performanya yang diberikan kurang sepadan.

Sebagai informasi tambahan, depot tenaga dari mobil-mobil terbaru saat ini membutuhkan pelumas Full Synthetic, karena karakter partikel sintetis yang berukuran mikro sehingga bekerja optimal ketika melumasi bagian terkecil dari mesin. Tetapi, perlu diingat, bila mengaplikasikannya ke pabrik tenaga mobil lawas, maka cenderung merugikan. Musababnya, partikel tersebut ikut terbakar dan menyebabkan kekurangan pelumas.

Standar Baku Pelumas

Bukan hanya helm dan ban yang memiliki standar SNI, tetapi pelumas mesin pun ada standar bakunya. Biasanya, tulisan inisial standar ini ditemukan pada balik kemasan dan membuat penasaran. Yang paling sering ditemukan adalah API atau American Petroleum Institut, JASO atau Japanese Automotive Standards Organization dan ILSAC atau International Lubricant Standardization and Approval Committee. Lembaga-lembaga tersebut berperan dalam menetapkan batasan dasar dan juga mengembangkan inovasi dari pelumas.

Standar baku pelumas

Disamping mengawasi standar baku, API dan ILSAC turut mengeluarkan kode yang mengartikan bahwa pelumas tersebut sudah dibekali dengan manfaat tambahan. Misalnya GF-5 yang dirancang untuk meningkatkan emisi gas buang, efisiensi bahan bakar dan melindungi mesin dari kandungan ethanol, lalu, SN untuk mobil dengan depot tenaga bensin yang kemampuannya sama seperti GF-5 dengan tambahan ramah untuk turbocharge dan bagi kendaraan diesel berkode CJ-4 yang optimal melindungi katalisator dari partikel sulfur.

Baca Juga: Transmisi Otomatis, dulu dibensi sekarang dicari

Brian Gomgom

Brian Gomgom

Brian memiliki kecintaan terhadap dunia otomotif baik roda empat maupun roda dua sejak kecil. Kini, kecintaannya diwujudkan dengan menjadi seorang jurnalis. Hal yang saat ini dikoleksinya adalah beragam pengalaman berkendara baik di dalam maupun luar negeri.

Baca Bio Penuh

Jual mobil anda dengan harga terbaik

Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
Listing gratis Listing gratis
Daftarkan mobil Anda

IIMS 2026

Tren & Pembaruan Terbaru

Anda mungkin juga tertarik

  • Berita
  • Artikel feature

Mobil Pilihan

  • Yang Akan Datang
  • MG 3 hev
    MG 3
    Rp 203,04 Juta Perkiraan Harga Lebak
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • Mitsubishi Xpander Hybrid hev
    Mitsubishi Xpander Hybrid
    Rp 405,5 Juta Perkiraan Harga Lebak
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • BYD Atto 4 ev
    BYD Atto 4
    Rp 464,33 Juta Perkiraan Harga Lebak
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • Neta U ev
    Neta U
    Rp 463,76 Juta Perkiraan Harga Lebak
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
  • CHERY TIGGO 4 PRO
    CHERY TIGGO 4 PRO
    Rp 457,02 Juta Perkiraan Harga Lebak
    Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
  • INTIP MOBIL DAN MOTOR BARU SERTA BERAGAM AKTIVITAS SERU DI IIMS 2026.
    INTIP MOBIL DAN MOTOR BARU SERTA BERAGAM AKTIVITAS SERU DI IIMS 2026.
    11 Feb, 2026 .
  • GEELY EX2 SIAP MENGHAJAR PASAR MOBIL LISTRIK MURAH DI INDONESIA
    GEELY EX2 SIAP MENGHAJAR PASAR MOBIL LISTRIK MURAH DI INDONESIA
    04 Feb, 2026 .
  • HONDA PRELUDE 2026: 5 HAL MENARIK MENGAPA MOBIL INI PANTAS DIBELI
    HONDA PRELUDE 2026: 5 HAL MENARIK MENGAPA MOBIL INI PANTAS DIBELI
    04 Feb, 2026 .
  • KUPAS TUNTAS MAZDA6e FASTBACK DI SINGAPURA, KAPAN BAKAL MASUK PASAR INDONESIA?
    KUPAS TUNTAS MAZDA6e FASTBACK DI SINGAPURA, KAPAN BAKAL MASUK PASAR INDONESIA?
    19 Jan, 2026 .
  • PREDIKSI SPESIFIKASI NEW KIA CARENS 2026 BUAT PASAR INDONESIA
    PREDIKSI SPESIFIKASI NEW KIA CARENS 2026 BUAT PASAR INDONESIA
    19 Jan, 2026 .
  • TEST JETOUR T2 DI 2 ALAM BERBEDA
    TEST JETOUR T2 DI 2 ALAM BERBEDA
    07 Jan, 2026 .
  • COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
    COBAIN CHERY J6T PAKAI OBSTACKLE JALUR OFFROAD, BEGINI SENSASINYA!
    30 Dec, 2025 .
  • FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
    FIRST DRIVE HONDA PRELUDE: DEFINISI SPORTSCAR RAMAH PAKAI
    30 Dec, 2025 .
  •  Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
    Veloz Hybrid EV Lintas Nusa (Eps 3): Menantang Batas, Sisir Jalur Magis Banyuwangi ke Gunung Bromo
    22 Dec, 2025 .
  • NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
    NEW TOYOTA VELOZ HYBRID: CEK KELENGKAPAN SEMUA VARIAN
    10 Dec, 2025 .
Tonton Video Mobil

Artikel Mobil dari Carvaganza

  • Tegaskan Debut, MGS5 EV Tebar Pesona Serempak di Mall Besar Jabodetabek
    Tegaskan Debut, MGS5 EV Tebar Pesona Serempak di Mall Besar Jabodetabek
    Anjar Leksana, Hari ini
  • GAC Catat Rekor SPK di IIMS 2026, AION UT Jadi Primadona Baru
    GAC Catat Rekor SPK di IIMS 2026, AION UT Jadi Primadona Baru
    Zenuar Yoga, Hari ini
  • Sub-brand Baru, Chery Siapkan Pikap Hybrid Penantang Ford Ranger
    Sub-brand Baru, Chery Siapkan Pikap Hybrid Penantang Ford Ranger
    Muhammad Hafid, Hari ini
  • Lebih Tangguh, Toyota bZ4X Touring Tawarkan Daya Jelajah Lebih Tinggi
    Lebih Tangguh, Toyota bZ4X Touring Tawarkan Daya Jelajah Lebih Tinggi
    Setyo Adi, Hari ini
  • Industri Kaca Nasional Desak Pemerintah Tinjau Ulang Rencana Impor 105.000 Unit Mobil dari India
    Industri Kaca Nasional Desak Pemerintah Tinjau Ulang Rencana Impor 105.000 Unit Mobil dari India
    Editorial, 25 Feb, 2026

Artikel Mobil dari Zigwheels

  • Motovaganza
  • Tips
  • Review
  • Artikel Feature
  • Toyota Raih 2.793 SPK selama IIMS 2026, Mobil Keluarga Paling Dominan
    Toyota Raih 2.793 SPK selama IIMS 2026, Mobil Keluarga Paling Dominan
    Anjar Leksana, 23 Feb, 2026
  • Daihatsu Kirimkan 137 Ribu Mobil ke Tangan Konsumen Sepajang 2025
    Daihatsu Kirimkan 137 Ribu Mobil ke Tangan Konsumen Sepajang 2025
    Anjar Leksana, 18 Feb, 2026
  • Wuling Darion PHEV Dimodif Sederhana untuk Menunjang Mobilitas Bersama Keluarga
    Wuling Darion PHEV Dimodif Sederhana untuk Menunjang Mobilitas Bersama Keluarga
    Anjar Leksana, 17 Feb, 2026
  • Denza Kenalkan B5 Sebagai SUV PHEV Canggih untuk Market Indonesia
    Denza Kenalkan B5 Sebagai SUV PHEV Canggih untuk Market Indonesia
    Anjar Leksana, 12 Feb, 2026
  • MG Masih Sediakan Benefit Pembelian Rp100 Juta dan Program Spesial di IIMS 2026
    MG Masih Sediakan Benefit Pembelian Rp100 Juta dan Program Spesial di IIMS 2026
    Anjar Leksana, 11 Feb, 2026
  • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
    Anjar Leksana, 29 Des, 2025
  • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
    Setyo Adi, 12 Agu, 2025
  • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
    Setyo Adi, 04 Des, 2024
  • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
    Setyo Adi, 20 Sep, 2024
  • Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
    Supaya Hemat Baterai, Terapkan Cara Mengendarai Mobil Listrik Seperti Ini
    Anjar Leksana, 06 Sep, 2024
  • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
    Setyo Adi, 01 Sep, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
    Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
  • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
    Setyo Adi, 24 Jun, 2025
  • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
    Alvando Noya, 13 Jun, 2025
  • Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
    Anjar Leksana, 02 Jan, 2026
  • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
    Anjar Leksana, 16 Okt, 2025
  • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
    Setyo Adi, 08 Sep, 2025
  • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
    Anjar Leksana, 04 Agu, 2025
  • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
    Setyo Adi, 04 Agu, 2025

Bandingkan

You can add 3 variants maximum*