jakarta-selatan

Road Test Jeep Compass 2018: Jeep Berwajah Manis, Masih Tangguh? (Part-2)

  • Nov 28, 2018
  • 334 Dilihat

Kami sudah membahas eksterior dan interior Jeep Compass di bagian pertama. Itulah gambaran produk Jeep, modern tanpa mengorbankan utilitasnya ketika dihadapkan pada medan menantang. Di bagian kedua, kami membahas fitur dan performa. Pengendaraan dan pengendalian serta simpulan dari hasil pengujian, dibahas di bagian ke-3.


Fitur



Memiliki harga lebih dari setengah miliar rupiah, tentu konsumen punya harapan tinggi pada kelengkapan fitur. Apalagi setelah tahu kalau jok mobil ini belum dibalut kulit. Lalu pengaturan posisi berkendara juga masih manual. Begitupun fitur sunroof yang biasanya melekat di SUV berbanderol tinggi, tak ada di mobil ini.


Fitur kemudahan yang diterima pemilik Compass adalah smart key dengan tombol start-stop. Compass juga memakai elektrik parking brake, cruise control dengan speed limiter dan yang paling menonjol, sistem multimedia layar sentuh 7-inci dengan kemampuan Apple CarPlay atau Android Auto.


Jadi konektivitas tak hanya melalui Bluetooth, USB dan AUX saja, tapi sistem multimedia Uconnect miliknya dapat menirukan tampilan layar smartphone. Seperti memutar aplikasi yang ada di dalamnya termasuk navigasi. Konektivitas ini menjadi penting, lantaran head unit audio Compass tak punya fitur navigasi terintegrasi.



Head unitnya itu juga bisa menampilkan gambar yang diproyeksikan oleh kamera parkir, serta berfungsi untuk mengoperasikan penyejuk kabin (AC). Menariknya, Jeep juga menyediakan tombol pengaturan AC konvensional di dashboard. Sebagai tambahan, kualitas audio yang dihasilkan oleh 7-speaker miliknya, tidak mengecewakan. Audio steering switch dan power socket melengkapi kelengkapan kabin.


Fitur keselamatan yang dimiliki Jeep Compass juga lengkap. Mulai dari rem ABS+EBD, front and curtain airbag serta hill start assist. Ditambah lagi fitur keselamatan aktif Electronic Stability Control (ESC), Electronic Roll Mitigation, All Speed Traction Control hingga Rain Brake Support. Ada pula Tire Pressure Monitoring System (TPMS) untuk mendeteksi tekanan angin di setiap roda.


Performa



Tenaga sebesar 164 PS pada 5.500 rpm dengan torsi puncak 250 Nm pada 2.500 rpm tersedia untuk dipacu. Performa mumpuni dihasilkan oleh mesin yang berkapasitas kecil, cuma 1,4 liter. Wow! Ini karena mesin berbahan bakar bensin Compass dibekali turbocharger. Siapa sangka, mesin hasil pengembangan milik city car mungil Fiat 500 sanggup menghasilkan performa seperti itu setelah diimbuhi turbo.


Layaknya mesin dengan bantuan induksi turbo pada umumnya, respons mesin baru terasa padat ketika putaran mesin menyentuh rpm tinggi. Tapi bukan berarti kemampuannya tidak baik. Lihat saja catatan akselerasi 0-100 kpj Compass yang menurut klaim 9,5 detik.



Tapi sejujurnya, ada satu hal menarik yang perlu disoroti dari komponen mekanis Jeep Compass, yakni penggunaan transmisi otomatis 7-percepatan berjenis Dry Dual Clutch Transmission (DDCT). Sederhananya begini, Dual Cluctch Transmission (DCT) sangat cepat dalam perpindahan gigi karena menggunakan dua kopling, satu untuk gigi ganjil dan satunya genap. Dua kopling juga menghilangkan jeda di setiap pergantian gigi, hampir tak ada energi yang terbuang sehingga meningkatkan efisiensi bahan bakar.


Sistem transmisi ini juga bisa dioperasikan secara manual (sequential) karena sebetulnya secara fundamental transmisi bisa disebut juga sebagai dua transmisi manual yang digabungkan menjadi satu dan dioperasikan secara otomatis. Makanya banyak mobil sport atau mobil balap yang memakai DCT karena keunggulannya itu.


Tapi karakter berkendara mobil dengan DCT tentu berbeda dengan mobil bertransmisi otomatis konvensional. Anda bisa merasakannya saat menghadapi situasi stop and go di kemacetan. Karena dalam kondisi diam, walau gigi di posisi ‘D’, namun mesin tak menyalurkan tenaga ke roda. Ada jeda setelah melepas pedal rem sampai kopling menyambungkan tenaga dari mesin ke roda melalui transmisi.



Jadi setelah melepas pedal rem, mobil tak langsung jalan. Rasanya sama ketika Anda menginjak kopling dan memilih gigi satu pada mobil bertransmisi manual. Hanya saja di Compass, komputer yang melakukan itu semua untuk Anda. Dari dalam kabin Anda bisa merasakan entakannya, saat tenaga dari mesin terhubung dengan roda bahkan ketika pedal gas belum diinjak sekalipun. Kalau di kemacetan, jelas ini mengganggu bila Anda belum terbiasa. Apalagi ada fitur auto start-stop yang menghidupkan dan mematikan mesin secara otomatis.


Begitupun saat menghadapi tanjakan. Lebih mantap kalau transmisi mobil ini dioperasikan secara manual waktu mobil kehilangan momen atau butuh torsi yang lebih besar. Bukan masalah besar, tinggal bagaimana Anda menyiasatinya saja. Karena jujur, transmisi ini benar-benar mendukung performa mesin turbo saat asyik dipacu kencang di jalan bebas hambatan.


Catatan konsumsi bahan bakar mobil ini pun tidak buruk. Bahkan Jeep Mengklaim Compass sebagai Jeep teririt. Dalam kota dengan Stop n Go Compass mencatatkan konsumsi BBM 10,6 kpl dan 15,4 kpl di tol. Tentu saja, catatan ini bergantung dari kondisi lalu-lintas, kontur jalan dan cara berkendara. (RS/Odi)


Baca Juga: Road Test Jeep Compass 2018: Jeep Berwajah Manis, Masih Tangguh? (Part-1)

Galeri

Shares

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Jeep Compass

Lihat video terbaru Jeep Compass untuk mengetahui interior, eksterior, performa, dan lainnya.

Mobil Pilihan

  • Populer
  • Komparasi