jakarta-selatan
Bahasa en | id
Ubah Motor
Perkiraan Tanggal Peluncuran: Nov, 2020

V7 III : Dari Para Ahli

Kelebihan V7 III

Tenaga melimpah sejak putaran bawah

Karakter suara khas

Perangkat elektronik fundamental tersedia

Eksklusivitas

Kekurangan V7 III

Minim fitur hiburan

Harga lumayan tinggi

Merek belum lazim untuk banyak orang

Informasi Terkini V7 III

Moto Guzzi V7 III menjadi salah satu motor yang ditunggu keberadaannya. Ia merupakan lini paling kompak dari daftar produk Guzzi, sekaligus termurah. Saat ini PT Piaggio Indonesia selaku APM Moto Guzzi memang belum resmi memasarkannya. Namun bukan tidak mungkin dalam waktu dekat hadir, sebab sudah cukup lama mengaspal di daratan Eropa.

V7 dihadirkan dalam banyak varian. Dari mulai Stone 750 yang paling basic, Stone Night Pack dan Stone S 750. Sementara dua lagi punya interpretasi lain. Rough 750 dikemas semi Scrambler, serta seri Racer X Anniversary yang menganut pakem motor balap lawas.

Menyoal dapur pacu semua seragam. Memangku mesin Transversal 90 derajat V-Twin 744 cc. Bertenaga 50 Hp/6.500 rpm serta torsi 60 Nm muncul mulai 4.900 rpm. Padanan silinder khas Guzzi ini memang dikenal kuat melontar daya sejak putaran bawah, walaupun agak overbore. Sekaligus memiliki karakter suara khas nan intimidatif.

Menariknya, konsumsi bahan bakar diklaim tak terlalu haus. Satu liter bensin diklaim mampu membawa V7 sampai 18 km. Alias jika tangki penuh (21 liter), harusnya sanggup menjelajah sekitar 380 km. Selain itu, emisi gas buang telah memenuhi standar Euro 4.

Bagian unik lain, translasi tenaga bukan diprakarsai rantai. Melainkan model gardan mirip kepunyaan flagship BMW. Selain mudah perawatan, model seperti ini dikenal responsif menerjemahkan tenaga. Lantas girboksnya sendiri, memiliki enam tingkat percepatan.

Tak banyak fitur canggih, sebab memang interpretasinya motor klasik. Tapi paling tidak, hal fundamental sudah disediakan. Seperti kontrol traksi, hingga rem dengan sensor ABS dua kanal. Vendor peranti deselerasi pun sepenuhnya dibuat Brembo.

Harga Moto Guzzi V7 III

Simak daftar harga Moto Guzzi V7 III di bawah untuk melihat harga OTR dan promo yang tersedia.

Varian   Spesifikasi  
Moto Guzzi V7 III Stone    744 cc, 52 hp, Electric, Yang Akan Datang
Tanggal Peluncuran: 01 Nov, 2020

Gambar Moto Guzzi V7 III

Warna Moto Guzzi V7 III

V7 III tersedia dalam 4 warna yang berbeda - Azzurro Elettrico, Giallo Energico, Nero Ruvido and Verde Camouflage

  • Azzurro Elettrico

  • Giallo Energico

  • Nero Ruvido

  • Verde Camouflage

Video Moto Guzzi V7 III

Lihat video terbaru Moto Guzzi V7 III untuk mengetahui bagaiamana mesin, desain, konsumsi BBM, performa & lainnya.

Tetap berhubungan

Langganan dan aktifkan notifikasi untuk menerima penawaran terbaik dan berita terbaru.

Berlangganan

Alternatif Moto Guzzi V7 III

Motor Yang Akan Keluar Lainnya

Review Moto Guzzi V7 III

  • Overview V7 III
  • Fitur Moto Guzzi V7 III
  • Desain V7 III
  • Biaya BBM Selama Kepemilikan Moto Guzzi V7 III
  • Pengendalian & Pengendaraan V7 III
  • Mesin & Konsumsi BBM Moto Guzzi V7 III
  • Pengereman V7 III

Overview V7 III

Pamor Moto Guzzi boleh jadi tak sebesar Triumph dan Harley-Davidson. Namun bukan disebabkan kapabilitas, melainkan ia punya segmentasi khusus. Interpretasi klasik tak didesain orang Inggris atau Amerika Serikat seperti biasanya. Insinyur Italia bertanggung jawab penuh merancang bodi hingga area teknis, menciptakan cita rasa tersendiri.

Salah satu produk jagoan mereka ialah V7 III, seri lanjutan V7 II yang sebelumnya eksis. Beragam pembaruan tertera di sosok ini, namun baru tersedia di daratan Eropa saja. Sementara pasar Tanah Air belum kebagian. Kemungkinan segera datang di penghujung tahun.

V7 diposisikan sebagai lini terbawah Guzzi alias paling kompak. Secara dimensi dan konsep, sebetulnya ia berhadapan dengan Triumph Street Twin atau Bonneville. Namun jika ditelaah lewat kapasitas mesin, V7 jadi satu-satunya yang pakai jantung 750 cc, alias tak punya lawan sepadan.

Konfigurasinya juga unik. Khas Guzzi, ditanam dapur pacu Transversal 90 derajat V-Twin 744 cc. Ya, mesin V yang posisi kepala silindernya mencuat lewat samping. Beda total dengan Harley-Davidson.

Hasil ekstraksi daya terbilang memuaskan. Tenaga 50 Hp diklaim dapat keluar mulai 6.500 rpm serta torsi 60 Nm muncul mulai 4.900 rpm. Karakter konfigurasi unik ini memang dikenal merangsang torsi sejak putaran bawah, meski komposisi silinder sedikit overbore (80 mm x 74 mm). Selain itu, suara yang keluar begitu khas. Intimidatif meski tak nyaring.

Jantung edisi baru dapat upgrade, salah satunya sudah memenuhi regulasi Euro 4. Dan pentingnya lagi, konsumsi bahan bakar klaim terbilang impresif buat ukuran motor besar. Satu liter bensin dikatakan sanggup membawa hinga 18 km lebih. Artinya dalam keadaan penuh (21 liter) bisa berjalan 380 km.

Menariknya lagi, terjemahan tenaga bukan digerakkan mekanisme konvensional. Girboks enam percepatan dipadu gardan. Bukan Rantai. Selain hemat pemeliharaan, transfer tenaga biasanya lebih responsive ketimbang model biasa.

V7 dihadirkan dalam banyak varian. Dari mulai Stone 750 yang paling basic, Stone Night Pack dan Stone S 750. Sementara dua lagi punya interpretasi lain. Rough 750 dikemas semi Scrambler, serta seri Racer X Anniversary yang menganut pakem motor balap lawas.

Fitur Moto Guzzi V7 III

Komponen elektronik V7 III terbilang sederhana. Selayaknya tunggangan klasik, tak banyak basa-basi teknologi canggih. Tapi paling tidak, perangkat fundamental tetap jadi bekalan dasar tiap varian.

Seperti kontrol traksi. Mengingat tenaganya besar, semua motor gebagian traction control dengan beberapa tingkatan. Proses pengoperasiannya juga mudah, lewat tombol saklar dan divisualisasikan pada layar kecil di dalam panel analog.

Informasi soal motor juga lengkap. Hingga ke penghitung bahan bakar dan data penting tersaji. Secara bersamaan, tampilan minimalis ala motor klasik terjaga. Tak terlampau modern.

Sektor pencahayaan juga sudah Full LED. Bahkan ada DRL melingkar di sisi lampu utama. Cantik. Hanya saja belum tersedia di seri Rough. Mungkin Guzzi ingin mempertahankan sisi maskulinitas, sebab ia merupakan sebuah scrambler.

Lantas peranti deselerasi, seluruh line up diperbantukan sensor ABS dua kanal. Untuk menjaga proses pengereman tetap optimal dan mengurangi risiko gejala ban terkunci. Komponen di area ini sepenuhnya dibuat Brembo, yang kualitasnya tak perlu dipertanyakan lagi.

Desain V7 III

Sebetulnya mereka semua didesain seragam. Tangki dengan tonjolan kotak di sisi tertera di seluruh seri. Padanan panel samping hingga belakang juga kurang lebih dalam satu benang merah.

Namun, masing-masing diberi corak dan aksesori sesuai karakter. Line up Stone misalnya, lebih banyak dilabur tema gelap dan simpel. Masing-masing hanya dibedakan lewat pilihan kelir, serta aksesori warna suspensi dan finishing bingkai lampu.

Rough, dibuat agak berbeda. Khususnya area kaki-kaki, memakai ban dengan tapak kasar serta fender tinggi. Supaya dapat melewati medan lebih dinamis. Stang lebar juga jadi bawaan Rough. Dan serangkai aksesori tadi membuatnya lebih berat sedikit dari seri lain.

Paling ikonik adalah Racer. Ia tampil bak motor balap 50an, atau kerap disebut café racer. Cukup kentara atas pengaplikasian model sadel tunggal, serta buntut bulat khas. Fairing depan dan stang clip on juga jadi identitas tersendiri. Sementara corak, begitu ekspresif dengan tulang merah dan tangki kromium.

Biaya BBM Selama Kepemilikan Moto Guzzi V7 III

Mesin baru, juga lebih ramah lingkungan. Sudah memenuhi regulasi Euro 4. Lebih penting lagi, konsumsi bahan bakar diklaim 18 kpl. Alias dalam keadaan penuh (21 liter), harusnya V7 bisa melaju hingga 380 km lebih. Bukan angka buruk untuk ukuran motor 750 cc.

Pengendalian & Pengendaraan V7 III

Soal pengendalian, tak satupun dibedakan. Area depan ditopang fork teleskopik dengan tabung 41 mm, alias cukup besar. Sementara peredaman belakang diprakarsai dua suspensi yang menyangga pada swing arm. Setelan preload dapat diatur sesuai kebutuhan pengendara.

Mesin & Konsumsi BBM Moto Guzzi V7 III

Jantung V7 sama ikoniknya dengan Guzzi seri atas. Berkonfigurasi Transversal V-Twin 90 derajat 744 cc. Mesin V ini berbeda total dengan kepunyaan Harley, posisi kepala silinder mencuat ke sisi kiri dan kanan. Bukan depan dan belakang.

Karakter suara yang keluar begitu khas. Berderum intimidatif meski tak nyaring. DI samping itu, ia bisa mengekstraksi tenaga 50 Hp/66.500 rpm serta torsi 60 Nm/4.900 rpm. Kinerja padanan ini memang dikenal kuat pada putaran bawah, meski komposisi silinder agak overbore.

Penyalur tenaga tak kalah unik. Tenaga mesin ditransfer melalui penggerak gardan, mekanisme yang kurang lebih mirip dengan motor flagship BMW. Alhasil respons lebih cepat, ketimbang model rantai. Untuk jumlah giginya sendiri terdiri dari enam percepatan.

Pengereman V7 III

Urusan deselerasi sepenuhnya diserahkan pada Brembo. Cakram depan berdiameter 320 mm dan dijepit kaliper empat piston. Sementara belakang 260 mm diapit kaliper piston ganda. ABS dua kanal menjadi standar semua seri. Cukup untuk menghentikan laju kencangnya.

Motor Moto Guzzi V Series lainnya

Motor Moto Guzzi Pilihan

Berita Moto Guzzi V7 III

Dapatkan penawaran pertukaran terbaik di Motor Anda
Tolong beri tahu kami tentang mobil Anda di bawah ini dan kami akan menghubungkan Anda dengan mitra dealer kami.
Hanya 1 langkah dari penawaran terbaik. Harap masukkan detail kontak Anda
+62 -
Hampir Selesai

Mohon masukkan kode OTP 4 digit yang dikirim ke nomor SMS Anda

Terima kasih