Toyota Indonesia Investasi Rp 28,3 Triliun untuk Bikin Mobil Hybrid, Termasuk Kijang Innova?

Toyota Indonesia Investasi Rp 28,3 Triliun untuk Bikin Mobil Hybrid, Termasuk Kijang Innova?

Toyota mengaku serius menggarap segmen mobil hijau. Di model hybrid, mereka menjual Alphard, Camry, Prius dan C-HR. Pabrikan bahkan sepakat menyuntik investasi 28,3 triliun untuk menambah fasilitas produksi mobil hybrid baru. Kata kuncinya hanya dua yang bakal dibesut, MPV dan SUV. Apakah termasuk Kijang Innova Hybrid?

Camry hybrid

Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor manufacturing Indonesia (TMMIN) menanggapi. "Kami (TMMIN) produksi mobil hybrid pada 2022," ucapnya di sela acara Indonesia Electric Motor Show (IEMS) 2019 di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (4/9). Saat disinggung mengenai kemungkinan Kijang Innova Hybrid diproduksi TMMIN dalam waktu dekat, Warih enggan mengungkapkan lebih jauh. "Cukuplah infonya sampai di situ ya. SUV sama MPV (model yang akan diproduksi di Indonesia, Red)," singkat Warih.

Meski kini Toyota Astra Motor menjual mobil hybrid di Indonesia, seluruh model itu masih didatangkan langsung dari Thailand. Sementara, Kijang Innova yang diproduksi di sini berorientasi ekspor. Bahkan sudah mengantongi lokal konten (TKDN) tinggi, 85 persen. Namun beberapa negara tujuan ekspor mulai melakukan pengetatan emisi. Misal, India yang mengharuskan gas buang sesuai regulasi BS6 (setara Euro 6). Jika ingin mempertahankan pasar ekspor, mau tak mau TMMIN harus ambil langkah jitu, ubah strategi.

Innova hybrid pun sempat menjadi perbincangan hangat di sana. Bahkan berkembang rumor, Toyota India ingin mencoret Innova Diesel. Lalu menggantinya dengan varian hybrid. Tapi sampai sekarang masih sekadar wacana. Sebelum muncul aturan BS6, penjualan Innova diesel sangat tinggi. Akibat isu ini, penjualan Innova terjun 6 persen menjadi 74.137 unit selama 2019 di India.

Sementara di Indonesia, masih berkutat dengan pematangan regulasi elektrifikasi, termasuk mobil hybrid. Kemenperin dan APM Jepang di sini, telah melakukan studi pengembangan dan penggunaan kendaraan listrik. Tak sedikit yang “menyumbangkan” unit untuk kepentingan riset. Bahkan sampai melibatkan enam perguruan tinggi di Indonesia. Hasil studi itu menyebut, mobil hybrid menjadi salah satu alternatif. Melihat ekosistem pembangkitan energi hingga tatanan infrastruktur elektrifikasi, Indonesia lebih cocok dengan kendaraan hybrid.

Beberapa waktu lalu, petinggi Toyota juga datang ke Jakarta, menegaskan komitmen bisnis di sini. “Kami ingin memberikan pelayanan utama kepada konsumen. Sesuai budaya perusahaan, agar mereka praktis menggunakan jenis kendaraan listrik. Toyota siap memproduksi mobil hybrid di Indonesia pada 2022. Modelnya antara lain SUV dan MPV. Kami menilai, kedua jenis ini yang lebih diminati konsumen di Indonesia. Kami sedang menyiapkan produksinya,” imbuh Susumu Matsuda, Deputy CEO Toyota Corporation. (Alx/Odi)

Sumber: Liputan6.com

Baca Juga: Toyota dan Suzuki Jadi Mitra Aliansi, Hingga Ciptakan Teknologi Otonom Bersama

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store