Toyota Bangun Fondasi Elektrifikasi Lewat Produksi Lokal Baterai Hybrid
Produksi battery pack pertama pada 2022 menggunakan teknologi NiMH, lalu dilanjutkan baterai Lithium-ion pada 2023
Perkembangan elektrifikasi di industri otomotif Indonesia kian menunjukkan arah yang jelas. Toyota menjadi salah satu produsen yang konsisten mengambil peran aktif melalui penguatan produksi kendaraan elektrifikasi di dalam negeri. Lewat Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), perusahaan kini telah mampu memproduksi battery pack untuk Hybrid Electric Vehicle (HEV) secara lokal, sebagai bagian dari pembangunan ekosistem elektrifikasi nasional.
KEY TAKEAWAYS
Apa peran produksi lokal baterai hybrid bagi Toyota di Indonesia?
Produksi lokal baterai hybrid menjadi fondasi penting strategi elektrifikasi Toyota di Indonesia, sekaligus mendukung penguatan industri nasional dan pengembangan ekosistem kendaraan elektrifikasi.Model Toyota apa saja yang menggunakan baterai hybrid produksi lokal?
Saat ini battery pack hybrid produksi lokal digunakan pada Toyota Kijang Innova Zenix HEV, Yaris Cross HEV, dan Veloz HEV.Proses menuju produksi tersebut telah dipersiapkan sejak 2021. Pada tahap awal, TMMIN mulai membangun fasilitas produksi battery pack xEV, dengan fokus utama pada kesiapan internal. Salah satu prioritasnya adalah pengembangan kompetensi sumber daya manusia yang terlibat langsung dalam perakitan komponen bertegangan tinggi.
Para karyawan dibekali pelatihan khusus di Toyota Learning Center. Materi yang diberikan mencakup aspek keselamatan kerja, proses perakitan battery pack, manajemen risiko, hingga prosedur pencegahan dan penanganan kebakaran. Langkah ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses manufaktur memenuhi standar keselamatan serta kualitas global Toyota.
Produksi battery pack HEV pertama dimulai pada 2022 dengan teknologi Nickel Metal Hydride (NiMH). Baterai ini digunakan pada Toyota Kijang Innova Zenix HEV. Setahun berselang, kapabilitas produksi diperluas melalui perakitan battery pack Lithium-ion (Li-ion), yang kemudian diaplikasikan pada Toyota Yaris Cross HEV.
Dalam kurun waktu tiga tahun, Toyota berhasil mengembangkan kemampuan produksi battery pack untuk tiga model HEV sekaligus, yakni Kijang Innova Zenix HEV, Yaris Cross HEV, dan Veloz HEV. Pencapaian ini turut didukung oleh penerapan desain fasilitas produksi yang fleksibel.
Fleksibilitas tersebut diwujudkan melalui konsep mix line dan common process, di mana satu lini produksi dapat digunakan untuk merakit lebih dari satu tipe battery pack. Untuk meningkatkan efisiensi, TMMIN juga mengimplementasikan konsep Kinsetsuka dan Direct Supply, dengan menempatkan proses manufaktur yang saling berdekatan agar alur kerja lebih ringkas serta perpindahan material lebih efektif.
Selain itu, produksi lokal battery pack HEV juga diperkuat dengan penggunaan komponen dalam negeri. Sejumlah komponen pendukung, seperti saluran sistem pendingin, bagian kemasan, dan komponen lainnya, kini dipasok oleh industri lokal. Langkah ini sejalan dengan kebijakan peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) sekaligus memperkuat daya saing sektor manufaktur nasional.
Fokus Toyota pada teknologi hybrid dinilai sebagai pendekatan yang realistis dan relevan dengan kondisi pasar. Perusahaan melihat transisi dari kendaraan bermesin konvensional menuju kendaraan listrik murni perlu dilakukan secara bertahap. Dalam konteks tersebut, teknologi HEV diposisikan sebagai solusi transisi yang mampu menjembatani kebutuhan mobilitas saat ini dengan arah elektrifikasi masa depan. (HFD/TOM)
Baca juga:
Sejarah dan Peran Strategis Toyota Karawang Plant
Di Balik Stabilnya Ekspor Toyota: Optimalisasi Pabrik dan Pelabuhan Indonesia
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
GIIAS 2025
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Pilihan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Terbaru di Oto
Artikel Mobil dari Carvaganza
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature