Tingkatkan Kualitas, Pelumas Mobil Lubricants Sudah Penuhi Standar API SP

Tingkatkan Kualitas, Pelumas Mobil Lubricants Sudah Penuhi Standar API SP

Teknologi dan kebutuhan mesin kendaraan terus berkembang. Para pabrikan membenamkan teknologi terkini ke jantung pacu dengan berbagai tujuan. Bisa untuk meningkatkan efisiensi bahan bakar atau sebaliknya bisa juga bertujuan mendongkrak tenaga. Untuk mengimbangi perkembangan mesin modern, tentunya dibutuhkan pelumas mesin yang dapat memaksimalkan kinerja mesin. Di saat yang sama juga memberikan perlindungan terhadap keausan.

ExxonMobil Lubricants Indonesia (PT EMLI) melalui merek Mobil Lubricants telah meluncurkan produk yang memenuhi standar API SP. Ini merupakan standar pelumas mesin terbaru yang dikeluarkan oleh American Petroleum Institute (API). API merupakan asosiasi perdagangan dan lembaga penguji serta pemeriksa kualitas pelumas yang mewakili segmen industri gas alam dan minyak.

Pelumas dengan standar spesifikasi API SP ini dapat dinikmati para pengguna kendaraan roda empat di tanah air melalui produk Mobil Super All-in-One Protection 0W-20 yang telah diluncurkan pada Agustus 2020 lalu. Mobil Super All-in-One Protection 0W-20 merupakan salah satu pelopor produk pelumas dengan standar API SP di Indonesia. Pelumas ini sudah menggunakan bahan dasar full synthetic yang telah dilengkapi dengan Heat Activated Anti-wear Molecule, yang secara spesifik diformulasikan untuk memenuhi kebutuhan kinerja teknologi mesin mobil keluaran baru.

Keunggulan API SP pada produk Mobil Lubricants adalah dapat memberikan perlindungan yang lebih baik terhadap keausan, serta menjaga kestabilan temperatur mesin. Pembaruan standar terbaru ini memungkinkan mesin modern yang dilengkapi dengan sistem injeksi. dan turbocharging dapat memaksimalkan efisiensi dan memberikan perlindungan ekstra bahkan saat mesin bekerja lebih keras.

Rommy Averdy selaku Mobil Consumer Brand General Manager mengatakan penggunaan oli dengan standar terkini API itu merupakan upaya ExxonMobil menjawab tantangan pasar otomotif yang semakin hari kian berkembang, dengan hadirnya teknologi modern pada mesin kendaraan roda empat. "Kami terus berkomitmen dan berupaya selalu terdepan dalam menghadirkan inovasi produk yang dapat memberikan perlindungan terbaik pada mesin kendaraan," katanya.

"Mobil Lubricants terus memperbarui standar dan kualitas pelumasnya dengan terus mengikuti perkembangan serta kebutuhan kendaraan, baik di tanah air maupun global. Kami meyakini ini merupakan langkah strategis kami untuk terus terdepan dalam persaingan di pasar otomotif, khususnya pelumas, dan target kami dalam waktu dekat ini adalah dapat menghadirkan standar spesifikasi API SP ini untuk seluruh line up produk pelumas kami," tambah Rommy.

Baca juga: Pahami Fungsi dan Tahap Pengecekan Oli Mesin

Mobil Lubricants

 

Klasifikasi Mutu Pelumas

Melansir popularmechanic.com, setidaknya ada dua kode international yang wajib diketahui pemilik mobil tentang oli mesin, yakni angka kekentalan yang ditandai SAE (Sociaty of Automotive Engineers) dan kegunaan berdasarkan API (American Petrolium Institute). API menetapkan standar kualitas untuk pelumas mesin berdasarkan tingkat kekentalan dari SAE, kemampuan proteksi gesekan, serta kemampuan mengendalikan temperatur mesin.

SAE adalah badan internasional yang indeks kekentalannya dipakai internasional. Untuk oli mesin kendaraan pada umumnya, angka indeks kekentalan itu biasanya diikuti huruf W (winter/musim dingin) yang berarti penggunaan sampai –20 derajat celcius. Misalnya, SAE 5 W, SAE 10 W, atau SAE 20 W. Jika indeks SAE kecil berarti oli semakin encer. Artinya, kemungkinan oli untuk mengeras pada suhu rendah semakin kecil, hal ini berguna saat mesin mobil dinyalakan pada suhu dingin.

Nah, bila angka yang tertera setelah huruf W makin berarti semakin kecil kemungkinannya menjadi kurus pada suhu panas API Mesin bensin dan diesel punya kode API yang berbeda. Pada mesin bensin kodenya dimulai dengan huruf “S”, sedangkan diesel “C”. Biasanya pada mesin bensin, kode oli yang tertera SA, SB, SC, SD, SE, atau SF. Semakin besar menurut abjad huruf kedua berarti digunakan untuk mesin yang bekerja lebih berat (modern).

API menetapkan standar kualitas untuk pelumas mesin berdasarkan tingkat kekentalan dari SAE, kemampuan proteksi gesekan, serta kemampuan mengendalikan temperatur mesin. Dilansir dari api.org, kode API SP merupakan standar terbaru yang ditetapkan. Disebutkan jika kode ini mulai berlaku sejak Mei 2020 lalu. Sebelumnya, yang banyak beredar adalah SN, kategori yang diperkenalkan pada Oktober 2010. (Raju)

Baca juga: Ini 6 Keuntungan Perawatan Mobil dengan Menggunakan Spare Parts Asli