• Wishlist

Tanggapan Asosiasi Soal Kesiapan Industri Otomotif Indonesia Produksi Ventilator Coronavirus (COVID-19)

Tanggapan Asosiasi Soal Kesiapan Industri Otomotif Indonesia Produksi Ventilator Coronavirus (COVID-19)

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian mendorong industri otomotif supaya bikin ventilator. Pabrikan mobil diajak memproduksi alat bantu pernapasan yang dibutuhkan dalam penanganan pandemi COVID-19 di Tanah Air. Lantas asosiasi seperti Gaikindo (roda empat) dan AISI (roda dua) kemudian memberi respons soal kesiapan perusahaan dalam mencipta alat itu. Dan mereka butuh pendampingan dari pihak kompeten.


Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi menyatakan, dalam upaya mendorong para anggotanya untuk memproduksi ventilator. Ia meminta kepada pemerintah agar dapat menyediakan rekanan ahli. “Kami membutuhkan pendamping, khususnya industri yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam pembuatan ventilator,” ujar dia.


Pendamping itu, lanjutnya, membantu dalam menjabarkan blueprint terkait teknis pembuatan ventilator. Lalu alih teknologi, sampai memodifikasi fasilitas perakitan mobil yang ada saat ini agar dapat digunakan memproduksi ventilator. Kemudian dapat pula menentukan standar bahan baku kepada supplier. “Kemudian, partner yang sudah berpengalaman itu menentukan standar bahan baku kepada pemasok. Kami hanya membantu menjahitkan,” Yohannes Nangoi menambahkan.


BYD bikin pabrik masker


Di sisi lain, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) siap menunggu arahan pemerintah. Khususnya soal teknis dalam memproduksi ventilator dibutuhkan. Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala memberi pernyataan senada. Organisasi yang membawahi lima merek motor di Tanah Air ini butuh gambaran detail. Tentu dalam melakukan produksi massal ventilator.


Baca Juga: Dampak COVID-19, Kemenperin: IKM Otomotif Berjibaku


“Berdasar arahan Menteri Perindustrian, kami telah meminta pelaku industri otomotif melalui Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo). Tak lain, agar beberapa anggotanya dapat memproduksi ventilator,” ucap Putu Juli Ardika, Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan (IMATAP) Kemenperin di Jakarta (5/4).


Menurut Putu, sudah ada industri otomotif nasional yang siap memenuhi permintaan pemerintah. “Dan kami memberikan apresiasi kepada pelaku industri dengan menyambut baik terhadap upaya kemanusiaan ini. Semoga produksi ventilator nantinya bisa menjadi solusi, untuk mempertahankan kinerja sektor otomotif di tengah kondisi sulit sekarang,” tuturnya.


Ia juga mengemukakan, produsen otomotif itu tengah menindaklanjuti kerja sama dengan industri komponen. Tepatnya dalam melakukan reverse engineering untuk pengembangan prototipe ventilator. “Perusahaan itu juga telah mengidentifikasikan ada beberapa tim. Baik di lembaga pendidikan maupun penelitian yang sedang bekerja mengembangkan ventilator,” lanjut Putu.


Untuk diketahui, saat ini sejumlah rumah sakit rujukan COVID-19 membutuhkan banyak ventilator. Seiring dengan bertambahnya penderita imbas Corona baru. Alat ini dibutuhkan oleh pasien guna menghindari terjadinya gagal nafas, akibat infeksi virus. Ambil contoh di beberapa negara seperti Amerika Serikat dan Inggris. Mereka sudah mengerahkan kemampuan industri otomotifnya supaya membantu produksi ventilator. Soalnya jumlah pasokan amat terbatas dalam upaya penanganan. (Alx/Odi)


Baca Juga: Tahun Ini Jadi Mudik Lebaran? Pemerintah Siapkan Tiga Skenario