Porsche: Tantangan Era Mobil Listrik Swakendali, Sulitnya Mencari Tenaga IT

Porsche: Tantangan Era Mobil Listrik Swakendali, Sulitnya Mencari Tenaga IT

Perkembangan teknologi membawa dampak signifikan bagi industri otomotif global. Tuntutan zaman, memaksa hampir setiap pabrikan mobil beralih dari mesin konvensional yang meminum bahan bakar minyak (fossil fuel) ke tenaga listrik. 

 

Porsche, salah salah satu produsen terkemuka tampak serius menghadapi era ini. Porsche mengeluarkan investasi senilai US$ 1,2 miliar dengan membangun pabrik dan pengembangan untuk mobil full electric pertamanya bernama Mission E, juga pengembangan versi full electric untuk lini SUV (Sport Utility Vehicle) mereka seperti Macan dan Cayenne.

Saat ini Porsche baru memiliki produk bermesin plug in hybrid. Salah satu produknya, Panamera Hybrid disambut antusias tinggi dari konsumen dunia. Menurut Gerd Rupp, kepala pabrik Porsche di Leipzig mengatakan kepada Reuters, (15/12) permintaan terhadap mobil ini meningkat dua kali lipat dalam satu tahun terakhir.

“Saat ini kapasitas pabrik dan sumber daya manusia kami masih mampu memenuhi tuntutan itu,” ujarnya. Namun ia mengatakan, konsumen harus menunggu lebih lama sebelum bisa menikmati mobil yang dibelinya lantaran ketersediaan baterai listrik yang tersendat.

“Dulu kami prediksi peminatnya tak sebanyak ini, volume pesanan baterai listrik dari suplaier kami belum sanggup penuhi itu. Jadi inden bisa sampai 4 bulan,” lanjutnya.

Tak cuma menghadapi kelangkaan baterai listrik, ada tantangan lain yang harus dihadapi. Perkembangan teknologi membawa mobil, kini bisa beroperasi secara otomatis (swakendali) atau disebut autonomous car.

Menanggapi hal ini, Rupp mengakui Porsche kesulitan merekrut tenaga mechatronic engineer, software expert dan tool mechanic yang dibutuhkan untuk memproduksi mobil-mobil berteknologi tinggi. Banyak produsen mobil yang berlomba menciptakan sistem swakemudi canggih, kebutuhan atas tenaga spesialis IT seperti ini pun semakin melonjak.

“Persaingan ketat semakin mempersulit kami menemukan ahli yang tepat,” ujar Rupp. Menurutnya, saat ini mereka tengah melatih dan meningkatkan kemampuan para insinyur dan pekerjanya di Leipzig Training Center.

“Kami tak boleh sepenuhnya bergantung pada lowongan pekerjaan di internet,” tutupnya.  (Rs/Van)

Baca Juga : Mobil Listrik Ini Lebih Cepat dari Tesla Roadster

GIIAS 2021

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil