Peugeot dan Fiat Chrysler Dikabarkan Lakukan Merger, Ini Targetnya

Peugeot dan Fiat Chrysler Dikabarkan Lakukan Merger, Ini Targetnya

Peugeot (PSA) dan Fiat Chrysler (FCA) bergabung. Dalam pertemuan terpisah pada 17 Desember 2019, dewan direksi menyetujui perjanjian yang mengikat untuk merger US$ 50 miliar. Hasrat berkolaborasi begitu menggelora, agar jadi produsen mobil nomor 4 di dunia. Kemudian membentuk pemetaan industri global.

Keduanya sadar, tengah menghadapi tantangan besar di industri otomotif. Termasuk penurunan permintaan global dan kebutuhan mengembangkan mobil yang lebih bersih. Namun dihadang ongkos riset dan produksi tak murah, untuk bisa mengimbangi ketatnya regulasi emisi. Dan sayang, kedua perusahaan enggan berkomentar lebih jauh.

Lantas siapa saja pemegang saham grup otomotif besar itu? Rupanya ada perusahaan pelat merah Cina. Dongfeng Motor Group Co Ltd (0489.HK) sekarang memiliki 13,68 persen ekuitas di PSA. Pemerintah Prancis dan keluarga Peugeot pun sama. Masing-masing 13,68 persen. Bila kabar merger itu benar adanya, saham Dongfeng berkurang sekitar 4,5 persen dalam gabungan kelompok. Itu menurut sumber Reuters.

Suara Keluarga

Menjelang pertemuan, entitas yang mewakili keluarga Peugeot, Etablissements Peugeot Freres (EPF) dan FFP, dengan suara bulat menyetujui nota kesepahaman. Betul, mereka mufakat untuk merger sesuai yang direncanakan. FCA dan PSA diperkirakan menyelesaikan kesepakatan pada akhir 2020. Dengan grup yang lebih besar, targetnya bisa mengantongi penjualan 8,7 juta unit saban tahun, secara global.

Bila tercapai, berarti mereka mengamankan urutan keempat dunia, di belakang Volkswagen AG (VOWG_p.DE), Toyota Motor Corp (7203.T) dan aliansi Renault-Nissan. Padahal sekitar enam bulan lalu, FCA meninggalkan pembicaraan merger dengan pesaing, PSA Prancis Renault (RENA.PA). Kini rumornya tidak begitu.

Apa benefit yang didapat bila bergabung? FCA mendapatkan akses menggunakan platform kendaraan PSA yang lebih modern. Jelas ini membantunya memenuhi peraturan emisi baru yang berat. Sementara PSA yang berfokus di Eropa, bisa mendapat manfaat dari bisnis di Amerika Serikat yang menguntungkan FCA. Sebuah pabrikan yang menampilkan merek seperti Ram dan Jeep.

Namun, kesepakatan itu masih bisa menghadapi pengawasan peraturan yang ketat. Sementara pemerintah Roma, Paris dan serikat pekerja semuanya cenderung mewaspadai potensi kehilangan pekerjaan. Sebab ada gabungan tenaga kerja sekitar 400.000 orang. Carlos Tavares, Pimpinan PSA diprediksi bakal menjadi kepala eksekutif. Dan John Elkann, cucu Gianni Agnelli pendiri FCA Italia, menjadi ketua perusahaan gabungan itu. Kini Elkann menggendalikan FCA melalui perusahaan induk mereka, Exor (EXOR.MI).

Secara komunal bila semuanya melebur, grup membawahi jenama seperti Fiat, Jeep, Dodge, Ram, Chrysler, Alfa Romeo, Maserati, Peugeot, DS, Opel, Citroen dan Vauxhall. Jadi semakin lengkap strata segmen yang disasar. Untuk melayani pasar mobil penumpang massal, premium, truk dan kendaraan komersial ringan. (Alx/Tom)

Sumber: Reuters, Newspress

Baca Juga: Morris Garage Segera Masuk Indonesia, Model Apa Saja yang Cocok?

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store