• Wishlist

Penjualan Toyota Indonesia pada Masa COVID-19 dan Peluncuran 4 Unit Anyar

Penjualan Toyota Indonesia pada Masa COVID-19 dan Peluncuran 4 Unit Anyar

Industri otomotif nasional babak belur dihajar wabah COVID-19. Bahkan Gaikindo sebagai asosiasi industri, memprediksi capaian jualan merosot 50 persen dari satu juta unit tahun lalu. Bagaimana dengan nasib produsen mobil? Toyota Astra Motor (TAM) sebagai pemain besar menjabarkan, penjualan wholesales (dari pabrik ke diler) tidak terlalu berbeda dibandingkan Februari. Namun retail sales Maret 2020 terjun bebas. Tapi mereka tetap mengagendakan peluncuran mobil baru.


“Secara suplai (penjualan wholesales) masih angka yang sama dengan Februari. Yakni sekitar 25.000-an unit. Retail sales turun lumayan jauh jadi 17.000-an. Mulai berimbas pada satu dan dua pekan terakhir. Semenjak mulai work from home, social distancing dan lain-lain,” terang Dimas Aska, Interactive Communication Department Head Toyota Astra Motor, dalam video conference dengan sejumlah media.


Menukil data Gaikindo, penjualan retail TAM pada Februari kemarin tercatat sebanyak 23.884 unit. Kalau mereka mengaku hanya mengantongi 17.000-an unit. Artinya torehan perusahaan yang bermarkas di Sunter ini dekaden sekitar 6.800 unit atau 29 persen. Jelas penurunan dua digit bukan angka kecil bagi perusahaan.


Dimas mengaku, pemesanan model terbaru Toyota New Agya, alami kenaikan. Walau permintaan mobil lain secara menyeluruh turun. “Memang karena baru, permintaannya tetap ada yang naik. Cuma secara total model semua pasti kena (turun, red). SPK Agya Februari itu 1.814 unit, kemudian pada Maret naik menjadi 1.901 unit. Itu gara-gara baru diluncurkan, jadi masih bisa dibilang cukup baguslah walaupun di tengah wabah COVID-19,” akunya.


toyota raize meluncur


Mobil Baru


Nah, di sisi lain Toyota tetap berencana merilis unit baru buat market sini. Awal tahun mereka meluncurkan Alphard 2020, Prius Pug-In Hybid dan New Agya. Mengenalkan model anyar sebetulnya bisa menjadi salah satu stimulus mendongkrak jualan. “Secara planning sih harusnya ada tiga atau empat mobik baru. Tapi, kami belum tahu masih bisa tetap dengan jadwal yang sama atau tidak,” dia menuturkan.


Jelas ia tak bisa secara gamblang menyebut model mana saja yang bakal mengaspal di pasar Indonesia. Tapi sekadar prediksi, unit paling realistis ialah Hilux, Fortuner dan Raize. Lantaran mereka gencar di kendaraan listrik, tak menutup kemungkinan datang sebuah model baru di sektor ini. Sebetulnya agenda itu bisa terlaksana di IIMS atau GIIAS 2020. Namun lagi-lagi tantangan COVID -19 mengaburkan semua itu.


“Rencananya ada yang baru, lalu facelift atau penyegaran dan terdapat minor change (minim ubahan) juga. Memang bakal ada model outline untuk pasar yang baru. Tetapi karena marketnya agak terganggu, ya kami belum tahu nantinya bakal seperti apa,” pungkas Dimas.


Program Khusus


TAM tak mau berpangku tangan kala wabah COVID-19. Mereka membawa program spektakuler, lewat bunga rendah untuk mencoba pertahankan bisnis. Tersedia special rate mulai dari 3,7 persen serta flat selama tiga tahun. Selain itu, konsumen mendapatkan gratis servis berkala selama empat tahun atai 50.000 km. Berlaku untuk model Rush, Alphard, Vellfire, Land Cruiser 200 dan FT 86 dengan VIN code 2020.


Lalu Toyota jua menawarkan program Deal Cermat. Tersedia tiga manfaat utama bagi pelanggan. Yakni cicilan rendah, free paket servis dan asuransi, serta jaminan harga jual kembali di depan. Bahkan dengan kegiatan ini, Anda berkesempatan untuk mendapatkan cicilan 30 persen lebih rendah dari angsuran reguler. Tersedia pula fasilitas trade-in setiap dua sampai empat tahun sekali. (Alx/Odi)


Baca Juga: Wujud Toyota Fortuner Facelift Bocor di Dunia Maya, Direncanakan Meluncur Tahun ini