Pedagang Malas Beli Mobil Anda, Kalau Mereknya Ini

Pedagang Malas Beli Mobil Anda, Kalau Mereknya Ini

Mobil bekas selalu jadi alternatif kala kantong cekak. Banyak kelebihan saat membeli mobil itu. Depresiasi nilai jual pun bisa lebih kecil. Terjadi bila Anda menjual kembali unit yang pernah dipakai, ketimbang unit baru. Situs jual beli mobkas juga menjamur. Namun bila Anda butuh dana cepat, mau tak mau jual ke showroom tertentu atau pedagag. Namun mereka juga enggan membeli beberapa merek dari Amerika Serikat misalnya.

Buying used car in the UAE

Itu semua bukan tanpa alasan. Misal Ford Motor Indonesia yang sempat masuk Indonesia pada Juli 2000. Sebagai APM, mereka berwenang impor mobil dari principal luar negeri ke Indonesia. Kemudian unit didistribusikan ke main diler. Namun mereka “tutup warung” pada Januari 2016. Itulah yang membuat konsumen cemas pada layanan purnajual dan rentetannya.

Baca Juga: Punya Budget Rp 150 jutaan? Pilihan MPV Seken ini Bisa Menjadi Penghuni Baru Garasi Anda

Andi, pemilik diler mobkas (Jordy Mobil), mengaku enggan membeli mobil unit Ford. "Saya menghindari merek Ford kecuali model SUV, Everest. Kalau yang lain saya tak mau ambil," papar dia, saat ditemui Liputan6.com di Mega Glodok Kemayoran, Jakarta.

Kenapa? Mobil Ford selain Everest acap kali alami masalah. Tak hanya itu, biaya yang harus dikeluarkan untuk perbaikan cukup mahal. "Kalau Everest itu banyak komunitasnya. Jadi memang buat membetulkan mobil itu lebih gampang. Kalau model yang lain itu sering banget masalahnya," ujar Andi.

Selain itu, ia mengaku malas membeli mobil pabrikan Cina. Itu lantaran peminat masih sedikit dan harga jual unit bekas terjun bebas. "Pembeli mobil Cina itu masih lebih memilih unit baru. Sebab garansi yang diberikan pabrikan panjang. Untuk unit bekas masih belum ya. Ada beberapa pedagang yang berani ambil, tapi saya melihat lakunya lama," pungkasnya.

Beli Mobil Bekas

Namun sebaliknya, bila Anda membeli mobil bekas dari pedagang. Sebaiknya jangan terburu nafsu atau ambil keputusan impulsif. Kenapa? Pedagang mobil bekas biasanya mempunyai naluri, bisa mengetahui hal ini. Sehingga harga yang ditawarkan bisa terlalu tinggi dibanding harga pasar. Jadi, mulailah dengan perbincangan santai. Kemudian tidak disarankan mendatangi showroom saat hari sudah petang apalagi malam hari. Ini menunjukkan, Anda ingin segera memiliki mobil.

Jangan lupa periksa detail interior dan eksterior. Barulah lihat di sekeliling ruang mesin. Apakah ruang mesin terdapat lapisan cat yang relatif baru. Jika ada, ini mengindikasikan adanya turun mesin. Banyak penyebabnya, mulai dari kebanjiran, tabrakan dan kerusakan lain.

Langkah selanjutnya, lihat apakah ada kebocoran mesin. Pada bagian bawah dan juga periksa selang yang terhubung dengan mesin. Biasanya pedagang berupaya menutupinya dengan cara mencuci mesin mobil supaya tidak terlihat kalau ada oli yang rembes.

Cek, apakah ujung baut mesin ada yang lecet atau cacat karena sering buka-tutup. Sebab cara ini juga menentukan apakah mesin sering dibuka atau tidak. Perhatikan suara mesin saat kali pertama dihidupkan. Dengarkan apakah ada suara atau getaran yang tak wajar atau tak seirama. (Alx/Odi)

Sumber: Liputan6.com

Baca Juga: Menghadapi Musim Hujan, Honda CR-V Bekas Bisa Dilirik

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store