Operasi Patuh Jaya 2026 Dimulai 8 Juni, Fokus Tindak Pelanggaran TNKB
Terjunkan 2.798 Personel Gabungan di Jakarta, Korlantas Prioritaskan ETLE dan Tindak Tegas Manipulasi Pelat Nomor
Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menggelar Operasi Patuh Jaya 2026 mulai 8 hingga 21 Juni. Kegiatan ini berlangsung serentak bersama Operasi Patuh 2026 di seluruh Indonesia dengan tujuan meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas, serta mendukung terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran berlalu lintas.
KEY TAKEAWAYS
Kapan Operasi Patuh Jaya 2026 digelar?
Operasi Patuh Jaya 2026 berlangsung mulai 8 hingga 21 Juni 2026 dengan melibatkan 2.798 personel gabungan.Pelanggaran apa yang menjadi sasaran utama Operasi Patuh Jaya 2026?
Polisi memprioritaskan penindakan pelanggaran pelat nomor kendaraan, melawan arus, penggunaan ponsel saat berkendara, dan pelanggaran lalu lintas lainnya.Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Aries Syahbudin menjelaskan, pelaksanaan Operasi Patuh tahun ini mengedepankan transformasi digital dalam penegakan hukum. Karena itu, Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) menjadi instrumen utama dalam penindakan pelanggaran selama operasi berlangsung.
Salah satu pelanggaran yang mendapat perhatian khusus ialah penggunaan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB). Polisi bakal menindak kendaraan tanpa pelat nomor, pelat yang ditutup, dimodifikasi, atau disamarkan menggunakan stiker maupun cat. Praktik tersebut dinilai menghambat kamera ETLE dalam mengidentifikasi kendaraan saat proses penegakan hukum elektronik.
“Operasi Patuh tahun ini lebih mengedepankan penegakan hukum berbasis digital melalui ETLE, sehingga seluruh jajaran diminta mempersiapkan dukungan pelaksanaan secara maksimal,” ujar Aries.

Secara nasional, komposisi penindakan dalam Operasi Patuh 2026 terdiri dari 60 persen melalui ETLE, 30 persen tilang konvensional, dan 10 persen teguran simpatik. Meski demikian, pelanggaran tertentu seperti melawan arus tetap dapat langsung ditindak petugas di lapangan menggunakan tilang manual.
Khusus di wilayah Jakarta dan sekitarnya, Operasi Patuh Jaya 2026 mengusung tema “Terwujudnya Kamseltibcarlantas yang Berkeselamatan”. Sebanyak 2.798 personel gabungan dari Polri, TNI, Satpol PP, hingga Dinas Perhubungan DKI Jakarta akan diterjunkan selama 14 hari pelaksanaan.
Sementara menurut Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol Komaruddin, peningkatan jumlah kendaraan di Jakarta menjadi salah satu alasan perlunya pengawasan lebih ketat terhadap pengguna jalan. Berbeda dibandingkan tahun sebelumnya, tilang manual kembali diaktifkan dengan menempatkan petugas pada sejumlah titik untuk memperkuat pengawasan.
Menurut Komaruddin, porsi penegakan hukum dalam Operasi Patuh Jaya 2026 mencapai 50 persen. Sementara kegiatan preemtif mendapat porsi 20 persen dan preventif sebesar 30 persen.
Selain pelanggaran TNKB, sasaran operasi mencakup pengendara yang melawan arus, tidak menggunakan sabuk pengaman, memakai telepon genggam saat berkendara, mengemudi di bawah pengaruh alkohol, serta pelanggaran lalu lintas lain yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Polda Metro Jaya juga mengingatkan masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan dugaan penyimpangan saat pelaksanaan tilang manual. Warga dipersilakan merekam dan melaporkan petugas yang terbukti melakukan pungutan liar agar dapat ditindak tegas sesuai aturan yang berlaku. (BGX/ODI)
Baca Juga:
Spyshot: Calon Suzuki XL7 Facelift Muncul dengan Grille Lebih Besar?
Tambah Lini SUV, Jetour Resmi Meluncurkan T1 di Indonesia
Berbasis Toyota Voxy, Suzuki Landy Hybrid 2026 Meluncur Berbandrol Rp430 Jutaan
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Pilihan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Terbaru di Oto
Artikel Mobil dari Carvaganza
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature