Mudik Lewat Tol atau Jalan Biasa, Ini Kelebihan dan Kekurangannya

Mudik Lewat Tol atau Jalan Biasa, Ini Kelebihan dan Kekurangannya
Contents
Baca SelengkapnyaSembunyikan

Masyarakat bersiap untuk menyambut Hari Raya Idul Fitri dengan gempita. Ritual mudik ke kampung halaman menjadi pilihan. Pemerintah membuka pembatasan mobilitas masyarakat untuk kembali mudik setelah dua tahun terkendala pandemi.

KEY TAKEAWAYS

  • Dua Tipe Jalanan yang Bisa Dilalui

    Tol maupun Non Tol, Anda tetap bisa menuju tujuan saat mudik. Keduanya punya kelebihan dan kekurangan.
  • Ragam Kelebihan dan Kekurangan

    Infrastruktur sudah baik namun bayar mahal dan berpotensi macet, atau jalan biasa, tapi pemandangan indah dan tak bayar tol?
  • mudik 2022

    Data dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyebutkan diperkirakan sekitar 14 juta orang pemudik dari Jabodetabek akan bergerak selama libur Lebaran nanti. Ini hanya sebagian kecil dari total 49,9 juta pemudik di Pulau Jawa saja. Kemenhub sendiri mengungkapkan puncak arus mudik akan terjadi pada tanggal 29 dan 30 April mendatang dan berharap untuk menghindari tanggal tersebut dengan melakukan perjalanan lebih awal.

    Salah satu yang dipilih untuk mudik adalah moda transportasi darat. Saat ini kepemilikan kendaraan pribadi meningkat dan ditambah dengan akses jalan yang semakin banyak membuat pilihan mudik dengan kendaraan selalu menjadi prioritas.

    Namun pertanyaannya, memilih jalur mudik yang mana? Apakah jalan tol atau menggunakan jalur non tol? Semua ada plus dan minusnya. Mari kita simak bersama.

    Jalan Tol

    Ini merupakan pilihan paling umum. Fasilitas jalan tol sudah tersedia di beberapa daerah, terutama Pulau Jawa yang kini memiliki jaringan tol Trans Jawa. Bagi pemudik di wilayah Jabodetabek, ini akan menjadi pilihan utama.tol mudikIni juga sesuai dengan survey Badan Litbang Kemenhub di mana pemudik akan memilih tol Trans Jawa sebesar 24,1 persen. Angka ini lebih tinggi dari pilihan jalur lintas tengah Jawa sebesar 9,7 persen, tol Cipularang 9,2 persen, jalur Pantai Utara Jawa 8,2 persen, trans Sumatera non tol 4,7 persen, Tol Jagorawi 4,2 persen, jalur lintas selatan (pansel) Jawa 3,7 persen, Tol Jakarta-Merak 3,5 persen dan Tol Bocimi (Bogor-Ciawi-Sukabumi) 0,7 persen, sisanya jalan lainnya 31,8%.

    Melihat data di atas bisa dipastikan rute tol menjadi pilihan utama. Selain itu keberadaan tol dapat mengurangi waktu tempuh. Tol Trans Jawa misalnya membentang dari Cilegon hingga Pasuruan sepanjang 933 kilometer. Pernah disebutkan, tol Trans Jawa mengurangi waktu perjalanan dari Jakarta ke Yogyakarta hanya dalam 9 sampai 10 jam.

    Selain waktu yang lebih singkat, pemudik juga tidak perlu khawatir dengan layanan pada rest area. Terutama di tol Trans Jawa kini sudah tersedia layanan lengkap yang dibutuhkan pengguna kendaraan. Sebut saja area makan dan minum, tempat istirahat, pengisian bahan bakar, tempat ibadah serta beragam fasilitas lainnya sepanjang jalur tol.

    Penggunaan tol juga membuat perkiraan ke berbagai tempat tujuan lebih mudah. Misal soal waktu tempuh, kemungkinan selama perjalanan jika lancar bisa membuat pengguna kendaraan merencanakan rute perjalanan dengan lebih pasti untuk tiba di tempat tujuan.

    Namun, kemudahan-kemudahan di atas juga dibarengi dengan beberapa kekurangan. Salah satunya, pemilihan jalur tol tentu membutuhkan dana yang tidak sedikit, terlebih jika tempat tujuan merupakan titik paling jauh. Jasa Marga mengungkapkan untuk pemudik dari Jakarta yang menuju Surabaya misalnya, membutuhkan dana sebesar Rp746.000 dalam sekali jalan. Tentu ini perhitungan pergi, jika dengan pulang berarti butuh Rp1,4 jutaan belum termasuk bahan bakar selama mudik.

    Kekurangan lain adalah naiknya volume kendaraan yang kemungkinan bisa membuat kemacetan di tol, terutama di area gerbang tol. Memang pihak pengelola tol sudah mempersiapkan langkah strategi untuk mengatasi kondisi ini, namun tidak ada kenyamanan dalam kondisi macet. Kenaikan volume kendaraan juga berarti kemungkinan rest area sepanjang jalur tol akan terisi penuh dan membuat kemacetan. Bahkan ada kemungkinan rest area tersebut bakal ditutup jika sudah menimbulkan kemacetan akibat kepadatan di dalamnya. Ini artinya pemudik wajib mempersiapkan makanan dan minuman agar tidak terlalu bergantung dengan rest area.

    Berkendara sepanjang tol justru membutuhkan perhatian yang lebih ekstra. Jalan tol yang menawarkan rute lurus terkadang membosankan dan membuat kantuk selama perjalanan. Pemilik kendaraan juga harus menyempatkan diri beristirahat setiap maksimal tiga jam perjalanan.

    Selain itu wajib juga menjaga batas kecepatan untuk tidak melebihi aturan atau kurang dari aturan yang sudah ditetapkan. Belum lagi di beberapa ruas tol, pencahayaannya belum optimal. Ini akan berbahaya bagi pemudik yang memilih untuk berkendara di malam hari. Alangkah baiknya berangkat dengan beberapa orang yang bisa menyetir bergantian.

    Khusus untuk mudik 2022, pemilik kendaraan juga wajib memperhatikan tanggal bepergian. Ini karena pengelola jalan tol dan pihak kepolisian sudah mengungkapkan akan menerapkan aturan ganjil genap selama mudik. Aturan ini juga rencananya akan dilaksanakan bersama aturan one way dan contraflow jika terjadi kepadatan kendaraan selama masa mudik.

    Jalan Non Tol

    Pemudik juga bisa memilih melalui jalan raya lintas provinsi yang tersebar di berbagai wilayah. Melalui jalan biasa ini, pengendara mendapatkan beberapa keuntungan.

    jalur pansela

    Pertama, jalur non tol biasanya menawarkan pemandangan yang indah. Ini sebagai hiburan selama perjalanan dan membuat waktu berpergian menjadi tidak terasa lama.

    Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono bahkan menyebutkan, pemudik juga bisa melewati jalur Pantai Selatan (Pansela) untuk ke kampung halaman dan menjadi alternatif rute yang memungkinkan. Lintas Pansela dibangun mulai dari Bayah, Lebak, Banten melewati Kebumen, Cilacap, Wonosari sampai ke Pacitan di Jawa Timur dengan total panjang jalan mencapai 1.242 kilometer.

    Selain itu pemilihan jalur non tol biasanya untuk menghindari biaya tol yang dibayarkan untuk menuju kota tujuan. Perjalanan non tol juga menjadi kesempatan untuk mampir ke berbagai daerah yang dilewati terutama untuk melihat spot wisata atau kuliner.

    Berada di jalan umum juga mengurangi kesulitan mendapatkan bantuan jika kendaraan mengalami masalah. Masih ada bengkel umum atau tempat makan yang banyak ditemui di sepanjang jalan sehingga tidak merasakan kekhawatiran.

    Tambahan lain, melewati jalur non tol bisa dilakukan kapan saja. Tidak perlu menunggu aturan ganjil genap yang dilaksanakan pihak kepolisian dan pengelola jalan tol.

    Namun pemilihan jalur non tol bukan berarti tanpa kekurangan. Sudah menjadi rahasia umum, jalur non tol memiliki waktu perjalanan yang lebih panjang dibanding jalan tol. Ini membuat pemudik yang hanya memiliki sedikit waktu tidak cocok untuk melewati jalur non tol.

    Selain itu, soal kondisi jalan juga tidak bisa diprediksi. Terkadang ada jalan dalam jalur mudik yang memiliki tanjakan ekstrem, jalan berkelok serta kondisinya rusak parah atau berlubang. Ini juga bisa terjadi di jalur tol, namun kemungkinan lebih besarnya ada di jalan umum. Soal kemacetan juga bisa berasal dari beragam faktor, misal ada keramaian pasar, bahkan sekadar genangan pun bakal menimbulkan kemacetan. ini yang perlu diantisipasi oleh pemudik jika lewat jalur non tol, termasuk rute alternatif jika rute utama mengalami kendala.

    Kondisi tidak terprediksi di jalan umum ini juga membutuhkan kesiapan dari kendaraan. Pemudik wajib untuk memperhatikan kondisi kendaraan sebelum berangkat mudik. Juga untuk kesiapan pengemudi yang kemungkinan akan berada di balik setir dalam waktu lama. Sempatkan istirahat dan perhatikan beberapa kondisi kendaraan sebelum melanjutkan perjalanan kembali. (Sta/Van)

    Foto: Liputan6

    Baca Juga: Hyundai Stargazer Curi Perhatian Pemudik di Tol Cipali

    Setyo Adi Nugroho

    Setyo Adi Nugroho

    Pemuda asal Yogyakarta yang gemar fotografi dan dunia otomotif. Adi, begitu ia disapa, sudah cukup lama berkecimpung di jurnalisme. Khususnya otomotif. Salah satu poin paling menarik dari dirinya, sang bapak mengoleksi motor Honda Supra. Berlanjut sampai dirinya yang tetap setia menggunakan moped atau motor bebek Honda Supra di tengah terpaan gelombang skutik.

    Baca Bio Penuh

    Jual mobil anda dengan harga terbaik

    Pembeli asli yang terverifikasi Pembeli asli yang terverifikasi
    Listing gratis Listing gratis
    Daftarkan mobil Anda

    IIMS 2026

    Tren & Pembaruan Terbaru

    Anda mungkin juga tertarik

    • Berita
    • Artikel feature

    Mobil Pilihan

    • Yang Akan Datang
    • BYD Atto 4 ev
      BYD Atto 4
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • BYD Denza B5
      BYD Denza B5
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Geely Star Wish ev
      Geely Star Wish
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • BYD Yangwang U8 phev
      BYD Yangwang U8
      Harga menyusul
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan
    • Wuling E200 ev
      Wuling E200
      Rp 480 Juta Perkiraan Harga Banyu Asin
      Perkiraan Diluncurkan TBA Kabari Saya Saat Diluncurkan

    Video Mobil Terbaru di Oto

    Oto
    • MGS6 EV: NANTANG CR-V DENGAN TENAGA LISTRIK
      MGS6 EV: NANTANG CR-V DENGAN TENAGA LISTRIK
      23 Oct, 2026 .
    • DANZA Z9 GT: MOBIL LISTRIK KENCANG SETARA F1!
      DANZA Z9 GT: MOBIL LISTRIK KENCANG SETARA F1!
      23 Oct, 2026 .
    • NEW DANZA D9 2026: NGECAS PENUH CUMA 9 MENIT!
      NEW DANZA D9 2026: NGECAS PENUH CUMA 9 MENIT!
      23 Oct, 2026 .
    • GWM WEY G9: MPV MEWAH PHEV PERTAMA DENGAN AWD, FIRST CLASSNYA NYAMPE!
      GWM WEY G9: MPV MEWAH PHEV PERTAMA DENGAN AWD, FIRST CLASSNYA NYAMPE!
      30 Sep, 2026 .
    • TEST DRIVE BAIC T1: JAJAL RASA BERKENDARA LUAR KOTA DAI JAKARTA KE BANDUNG
      TEST DRIVE BAIC T1: JAJAL RASA BERKENDARA LUAR KOTA DAI JAKARTA KE BANDUNG
      14 Sep, 2026 .
    • FIRST DRIVE WULING AIRA EV: SI PALING PAS BUAT PERKOTAAN
      FIRST DRIVE WULING AIRA EV: SI PALING PAS BUAT PERKOTAAN
      14 Aug, 2026 .
    • 6 MOBIL PALING IKONIK DI GIIAS 2026 YANG CURI PERHATIAN!
      6 MOBIL PALING IKONIK DI GIIAS 2026 YANG CURI PERHATIAN!
      14 Aug, 2026 .
    •  MUTER BOOTH DAIHATSU DI GIIAS 2026: LINE UP LENGKAP, MOBIL JDM, DAN BANYAK AKTIVITAS & PROMO MENARIK
      MUTER BOOTH DAIHATSU DI GIIAS 2026: LINE UP LENGKAP, MOBIL JDM, DAN BANYAK AKTIVITAS & PROMO MENARIK
      14 Aug, 2026 .
    • SUBARU OUTBACK 2026, KINI JADI SUV TANGGUH TANPA MENINGGALKAN SISI KENYAMANAN - GIIAS 2026
      SUBARU OUTBACK 2026, KINI JADI SUV TANGGUH TANPA MENINGGALKAN SISI KENYAMANAN - GIIAS 2026
      30 Jul, 2026 .
    • Mercedes-AMG GT 63 Pro: 612 HP, V8 TWIN TURBO, DAN SIAP JAJAL DI TREK! - GIIAS 2026
      Mercedes-AMG GT 63 Pro: 612 HP, V8 TWIN TURBO, DAN SIAP JAJAL DI TREK! - GIIAS 2026
      30 Jul, 2026 .
    Tonton Video Mobil

    Artikel Mobil dari Carvaganza

    • Penjualan Daihatsu Tumbuh 8 Persen hingga Oktober 2026, Gran Max Jadi Andalan
      Penjualan Daihatsu Tumbuh 8 Persen hingga Oktober 2026, Gran Max Jadi Andalan
      Anjar Leksana, 04 Nov, 2026
    • Raih 5 Bintang Euro NCAP, Ini Detail Keunggulan Teknologi Keselamatan Hongqi E-HS9
      Raih 5 Bintang Euro NCAP, Ini Detail Keunggulan Teknologi Keselamatan Hongqi E-HS9
      Anindiyo Pradhono, 04 Nov, 2026
    • Audi Tunjuk Thomas Fuhr sebagai CEO Audi Formula Racing
      Audi Tunjuk Thomas Fuhr sebagai CEO Audi Formula Racing
      Anindiyo Pradhono, 04 Nov, 2026
    • TGRI Sapu Bersih Podium Pertama Kelas RC2 di Seluruh Seri Sprint Rally 2026
      TGRI Sapu Bersih Podium Pertama Kelas RC2 di Seluruh Seri Sprint Rally 2026
      Anindiyo Pradhono, 04 Nov, 2026
    • Wuling Eksion Raih Gelar Car of The Year di Ajang Carvaganza Editors' Choice Awards 2026: Sapu Bersih Tiga Kategori Bergengsi! 
      Wuling Eksion Raih Gelar Car of The Year di Ajang Carvaganza Editors' Choice Awards 2026: Sapu Bersih Tiga Kategori Bergengsi! 
      Anindiyo Pradhono, 03 Nov, 2026

    Artikel Mobil dari Zigwheels

    • Motovaganza
    • Tips
    • Review
    • Artikel Feature
    • Bursa Mobil Poins Gelar Showroom Expo Unit Bekas, Tawarkan Aneka Kendaraan 
      Bursa Mobil Poins Gelar Showroom Expo Unit Bekas, Tawarkan Aneka Kendaraan 
      Anjar Leksana, 22 Okt, 2026
    • Mengapa Penerimaan Suzuki Jimny Tetap Kuat di Tengah Pergeseran Tren SUV? 
      Mengapa Penerimaan Suzuki Jimny Tetap Kuat di Tengah Pergeseran Tren SUV? 
      Anjar Leksana, 12 Okt, 2026
    • Omoda O4 EV Bersiap Diluncurkan di Indonesia Sebentar Lagi
      Omoda O4 EV Bersiap Diluncurkan di Indonesia Sebentar Lagi
      Anjar Leksana, 01 Okt, 2026
    • Sebelum Beli Mobil Baru, Jangan Lupa Hitung Biaya Servis dan Perawatannya
      Sebelum Beli Mobil Baru, Jangan Lupa Hitung Biaya Servis dan Perawatannya
      Anjar Leksana, 30 Sep, 2026
    • Jaecoo Kenalkan J5 EV Genuine Body Kit, tapi Belum Dijual Sebagai Aksesori Orisinal
      Jaecoo Kenalkan J5 EV Genuine Body Kit, tapi Belum Dijual Sebagai Aksesori Orisinal
      Anjar Leksana, 29 Sep, 2026
    • Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
      Tips Pengecekan Rem Mobil dari Suzuki Sebelum Mudik Lebaran
      Anjar Leksana, 10 Mar, 2026
    • Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
      Perlunya Pengecekan Ban Mobil Sebelum Perjalanan Jauh dan saat Musim Hujan
      Anjar Leksana, 29 Des, 2025
    • Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
      Pahami Konsekuensi dan Kesiapan Sebelum Beralih ke Mobil Listrik
      Setyo Adi, 12 Agu, 2025
    • Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
      Termasuk Komponen Vital, Pentingnya Merawat Ban Serep
      Setyo Adi, 04 Des, 2024
    • Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
      Menyiasati Terjebak Macet Horor Berjam-jam
      Setyo Adi, 20 Sep, 2024
    • Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
      Test Drive Mitsubishi Destinator: SUV 7-Seater Turbo yang Sangat Menjanjikan
      Setyo Adi, 01 Sep, 2025
    • First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
      First Drive Jaecoo J7 AWD di Medan Offroad: Tangguh Tanpa Modifikasi
      Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
    • First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
      First Drive Jaecoo J7 SHS: Efisiensi Tinggi dan Fitur ADAS Lengkap
      Muhammad Hafid, 29 Agu, 2025
    • First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
      First Drive Xpeng G6: Siap Tantang Kelas Premium
      Setyo Adi, 24 Jun, 2025
    • Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
      Test Drive New BYD Seal: Geber di Mandalika, Jajal Suspensi DiSus-C
      Alvando Noya, 13 Jun, 2025
    • Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
      Harga Beda Tipis, Beli Toyota Kijang Innova Reborn 2.4 Diesel atau Zenix 2.0 G CVT?
      Anjar Leksana, 02 Jan, 2026
    • 5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
      5 SUV Besar Lawan Jaecoo J8 SHS Ardis di Indonesia
      Anjar Leksana, 16 Okt, 2025
    • Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
      Nissan R35 GT-R Resmi Pensiun, Warisan 18 Tahun dan Dedikasi Sang “Godfather of GT-R”
      Setyo Adi, 08 Sep, 2025
    • Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
      Pilihan Mobil Listrik Terbaru Pasca GIIAS 2025
      Anjar Leksana, 04 Agu, 2025
    • GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
      GIIAS 2025, Jadi Panggung Elektrifikasi Mobil Hybrid dari Segala Segmen
      Setyo Adi, 04 Agu, 2025

    Bandingkan

    You can add 3 variants maximum*