Masyarakat Boleh Mudik Sebelum 6-17 Mei 2021, Korlantas Polri Siapkan 333 Titik Penyekatan

Masyarakat Boleh Mudik Sebelum 6-17 Mei 2021, Korlantas Polri Siapkan 333 Titik Penyekatan

Mudik sudah menjadi tradisi di Indonesia. Namun untuk mengantisipasi penyebaran pandemi Covid-19, pemerintah mengeluarkan larangan mudik pada lebaran Idul Fitri 2021 kali ini. Kalaupun ada warga masyarakat yang ingin pulang kampung duluan dipersilahkan. Asal sebelum tanggal 6 Mei 2021.

Secara aturan, pemerintah menetapkan tak boleh mudik 6-17 Mei 2021. Seluruh angkutan baik darat, laut, dan udara tidak diperbolehkan beroperasi. Kakorlantas Polri Irjen Istiono mengamini hal itu dan memastikan titik penyekatan naik dua kali lipat dari tahun lalu. Sekarang menjadi 333 titik. Itu diberlakukan dari Lampung sampai Bali. Berikut ini daftar lengkap lokasi penyekatan yang tersebar di delapan Polda. Dari paling banyak hingga paling sedikit:

  1. Polda Jawa Tengah: 149 titik
  2. Polda Jawa Barat: 132 titik
  3. Polda Banten: 16 titik
  4. Polda Daerah Istimewa Yogyakarta: 10 titik
  5. Polda Metro Jaya: 8 titik
  6. Polda Lampung: 8 titik
  7. Polda Jawa Timur: 7 titik
  8. Polda Bali: 5 titik

“Bagaimana adanya mudik awal, sebelum tanggal 6 Mei ya silahkan saja. Kami perlancar. Setelah tanggal 6, mudik tidak boleh. Kami sekat itu, yang berbahaya ini kan berkumpul bersama-sama. Kerumunan bersama-sama. Ini akan meningkatkan penyebaran COVID-19, jadi harus diantisipasi,” jelas Istiono, dalam keterangan resmi, seperti disitat dari laman Kakorlantas Polri.

Dikutip dari humas.polri.go.id, titik penyekatan awal jalur yang mengarah ke Jawa Tengah dan Jawa Barat yaitu di KM 31 tol Jakarta Cikampek. Skema penyekatan peniadaan mudik selanjutnya, di jalur arteri yaitu di pos tangguh Karawang, Kakorlantas juga mendapatkan penjelasan pos penyekatan mencegah pemudik. Kakorlantas mengaku puas dengan kesiapan anggota menghalau pemudik untuk diputarbalikkan sebagaimana peniadaan mudik yang ditetapkan pemerintah.

“Saya pastikan untuk jalur utama, Lampung sampai Bali kita bangun 333 titik penyekatan. Dan saya pastikan jalur-jalur itu sudah kami evaluasi dari pelaksanaan tahun lalu. Pada 2020 dibangun sekitar 146 titik, sekarang kita lipat gandakan jadi 333 titik. Itu kami atur yang nanti paling berat adalah di jalur Jakarta menuju Jawa Barat. Jabar jadi tumpuan yang bangkitan dari Jakarta ini. Masalahnya ini semua empat moda transportasi ditiadakan, dibatasi. Hanya izin khusus saja yang bisa. Semua akan beralih ke kendaraan pribadi dan roda dua,” sambung dia.

Ilustrasi Mudik

Putar Balik

Walau demikian, lanjut Istiono, apabila masih ada masyarakat yang nekat mudik di tanggal 6-17 Mei. Maka Kepolisian bakal menindak secara humanis. Dia menyebut para pemudik bakal diputar balik saja, tidak lebih. “Operasi ketupat 2021 ini nanti dilaksanakan tanggal 6-17 Mei selama 12 hari. Operasi ini operasi kemanusiaan, tindakan kami ialah persuasif humanis, hanya memutar balik arah,” tandasnya.

Di sisi lain, Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Rudi Antariksawan menjelaskan. Penyekatan itu juga bersifat dinamis. Jika diperlukan, maka titik penyekatan bakal ditambah untuk mencegah masyarakat mudik. “Sifatnya itu dinamis. Kalau kira-kira ada yang perlu disekat lagi ya kita tambah,” ucapnya. Adapun titik pos paling banyak berada di wilayah Jawa Tengah (Jateng) sebanyak 149 titik. Disusul Polda Jawa Barat (Jabar) sebanyak 132 titik. Di Bali hanya ada 3 pos penyekatan dan di Lampung 8 titik pos penyekatan.

Untuk diketahui, pemerintah menetapkan peniadaan mudik lebaran 2021. Aturan ini berlaku bagi seluruh warga termasuk ASN, TNI, POLRI, pegawai BUMN, pegawai Swasta dan masyarakat umum. “Kami juga sosialisasi titik-titik penyekatan. Ini kami beritahu supaya masyarakat bisa memahami tidak ada celah untuk lolos dari peniadaan mudik. Kami pastikan tidak ada yang bisa lolos. Anggota berjaga 24 jam, ada tiga Shift. Kami ingin masyakarat sadar bahwa tujuan peniadaan mudik untuk kebaikan bersama dalam memutus rantai penyebaran COVID-19,” pungkas Kakorlantas Polri. (Alx/Raju)

Baca juga: Maret 2021: Angka & Analisis Penjualan Mobil Indonesia