Lamborghini, Ferrari dan Maserati Tutup Pabriknya Sementara Akibat Corona

Lamborghini, Ferrari dan Maserati Tutup Pabriknya Sementara Akibat Corona

Dampak virus corona kepada industri otomotif dunia begitu besar. Banyak pabrikan yang memutuskan untuk menghentikan sementara produksinya, guna mencegah penyebaran virus lebih luas. Tak terkecuali merek supercar, seperti Lamborghini, Ferrari dan Maserati.


Ketiga pabrikan yang berada di Italia memang harus mengambil langkah sulit itu. Kasus kematian akibat corona di negara itu sudah mencapai 1.800 orang. Pemerintah pun mengeluarkan aturan ketat berupa larangan perjalanan, penutupan toko, sekolah, lokasi atraksi turis dan kegiatan olahraga.


Lamborghini menjadi yang pertama mengambil keputusan dibanding kedua merek lain. Ia secara efektif menghentikan aktivitas produksi di pabrik Sant’Agata Bolognese, Italia mulai 13 sampai 25 Maret. Selama dua minggu penutupan, tentu bakal mempengaruhi pendapatan Lamborghini. Namun, hal itu tak menjadi masalah dalam keterangan resminya. Kasus corona di Italia memang terbilang cukup parah. Melihat kondisi itu, maajemen Lambo merasa perlu mengambil tindakan berdasar tanggung jawab. Terutama dalam menjaga kesehatan para karyawan. Namun, diperkirakan dampaknya tak terlalu besar. Lantaran memang terjadi penurunan permintaan, terutama di Cina, yang menjadi pasar terbesar kedua Lamborghini.


lambo huracan EVO


“Ini adalah tindakan tanggung jawab sosial dan kepekaan tinggi terhadap orang-orang kami. Kami terus memantau situasi agar dapat bereaksi cepat dan fleksibilitas tepat,” ucap Lamborghini Chairman, Stefano Domenicali seperti diwartakan Morleyobserver.


Hal yang sama juga juga diambil Ferrari. Pabriknya di Maranello dan Modena, termasuk fasilitas Formula 1 terpaksa ditutup sementara sampai 27 Maret. Ini menyusul dari dampak corona terhadap jaringan suplai suku cadang yang terganggu. Dengan menghentikan sementara, Ferrari juga ingin memberikan kesempatan bagi para pemasok sparepart agar dapat memenuhi kuota yang dibutuhkan. Sambil menjaga kesehatan para karyawannya. Walau begitu, mereka memastikan tetap membayar upah para pekerjanya seperti biasa.


“Merupakan tanggung jawab kami bagi para staf, agar mereka mendapat ketenangan pikiran, termasuk keluarganya. Kami pun memutuskan memilih aksi ini,” jelas CEO Ferrari Louis Camilleri.


Tanggal serupa juga dipilih Maserati. 27 Maret menjadi hari terakhir penghentian pabriknya di Modena. Ini merupakan perintah langsung dari induk perusahaan Fiat Chrysler Automobiles, untuk melindungi seluruh pekerja di seluruh Eropa. Mengingat fasilitas mereka di Cassino, Grugliasco, Melfi, Pomigliano dan Mirafiori Carrozzerie juga ditutup dalam batas waktu yang ditentukan.


FCA pun memanfaatkan momen ini untuk melakukan revisi protokol produksi dan kontrol kualitas. Mereka terus bekerjasama dengan pemasok dan mitra bisnis, untuk menyiapkan kegiatan manufakturnya dengan total tingkat produksi yang lebih optimal. Sebuah strategi untuk mengantisipasi ketika permintaan pasar kembali meningkat. (Hfd/Odi)


Sumber: Morleyobserver, Motor1


Baca Juga: Pemerintah Inggris Minta Pabrikan Otomotif Bantu Atasi COVID-19

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store