jakarta-selatan

Jonfis Fandy Mengundurkan Diri, Honda Indonesia Umumkan Perubahan Direksi

  • 07 Agt, 2019
  • 712 Kali Dilihat

Bos pemasaran mobil Honda Indonesia, Jonfis Fandy, mundur dari jabatannya. Ia melepas posisi Director in charge of Marketing and After Sales Services (3S: Sales, Spare Part and Services) and IT (Information Technology) terhitung mulai 6 Agustus 2019. Keputusan diumumkan usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT. Honda Prospect Motor (HPM) hari ini (06/08).


Logo Honda


Menurut keterangan resmi yang diterima OTO.com, Jonfis berhenti atas kemauannya sendiri. Ia diungkapkan, mengajukan surat pengunduran diri. Yang kemudian disetujui HPM lewat RUPS.


"Sehubungan dengan masa tugas Direksi, terhitung sejak Juli 2019, salah satu anggota Direksi Perusahaan, Jonfis Fandy, Director in charge of Marketing and After Sales Services and IT telah mengajukan permohonan pengunduran diri, kepada pemegang saham (shareholders) perusahaan atas kemauan sendiri,” tulis HPM dalam keterangan resminya, Selasa (06/08).


“Sesuai ketentuan yang berlaku di Anggaran Dasar Perusahaan, pengunduran diri mendapatkan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham pada 6 Agustus 2019, dan membebastugaskan segala tugas dan tanggung jawabnya," tambahnya.


Hal ini langsung direspons cepat HPM dengan melakukan restrukturisasi dewan direksi. Jabatan yang diemban Jonfis bahkan dipecah dan digarap beberapa orang. Posisi pertama, Director in charge Product Planning and Sales & Marketing. HPM menunjuk Takayuki Uotani untuk mengisinya. Ia sebelumnya Director of Business and Product Planning.


Posisi Director in charge of Finance and Accounting and IT (Information Technology) diduduki Nobuyoshi Noda. Sebelumnya Noda adalah Director in charge of Finance and Accounting di HPM. Kemudian Yusak Billy ditunjuk HPM menjadi Director in charge of Business Innovation and Sales & Marketing. Terakhir, HPM mengangkat seorang Deputy Director, Kenichi Tanaka yang bertanggung jawab pada area Customer First After Sales Operation.


“Dengan adanya perubahan anggota Direksi Perusahaan, kami berharap PT HPM dapat meningkatkan daya saing baik pada pasar domestik maupun internasional, agar selalu dapat memberikan pelayanan terbaik demi kepuasan pelanggan,” tutup HPM.


Jonfis diketahui cukup lama bekerja di HPM. Ia pertama kali masuk pada 1993 atau sudah 26 tahun. Di masanya, pria bertubuh tinggi ini berhasil menorehkan beberapa prestasi. Paling membanggakan pada 2016. Saat itu Honda memecahkan rekor penjualan tahunan sepanjang sejarah di Indonesia. Angkanya mencapai 199.363 unit. Kontribusi terbesar datang dari model low MPV, Mobilio. Diikuti beberapa model lain seperti BR-V, Brio Satya, HRV 1.5L dan All New Jazz. (Hfd/Odi)


Baca Juga: Perang Hatchback 2019, Penjualan Honda Jazz Ungguli Toyota Yaris

kali dibagikan

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Mobil Honda Terbaru di Oto
  • Honda Accord 2019 | First Drive | Bagaimana...
    • 17 Agt, 2019
    •  
  • Honda Accord 2019 | First Impression | Pakai...
    • 20 Jul, 2019
    •  
  • Honda BR-V 2019 | Apa Saja Bedanya? |...
    • 26 Apr, 2019
    •  
  • Suzuki Ertiga Sport vs Honda Mobilio RS 2019...
    • 17 Apr, 2019
    •  
  • Honda Brio Satya E CVT | Semua Yang...
    • 05 Apr, 2019
    •  
  • Honda Brio Satya | Road Test | LCGC...
    • 02 Apr, 2019
    •  

Mobil Honda Pilihan

  • Populer
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi