Jetour T1 Punya Dua Varian Mesin, Ini Perbedaannya
Bedah Persamaan Fitur Hingga Perbedaan Sektor Penggerak
Satu lagi SUV baru asal Tiongkok tiba di Indonesia dan menawarkan banyak hal menarik. Terutama bagi Anda yang butuh mobil all-rounder. Satu mobil cukup untuk dipakai harian, sekaligus juga siap diajak berpelesiran jarak jauh. Jetour T1 meluncur mengisi celah di bawah sang kakak T2. Untuk pasar domestik, 2 varian mesin langsung ditawarkan: mesin konvensional (ICE) dan Plug-in Hybrid (PHEV) dengan embel-embel i-DM.
KEY TAKEAWAYS
Berapa selisih harga resmi antara Jetour T1 varian Gasoline dengan varian i-DM PHEV?
Selisih harga keduanya mencapai Rp150 juta. Varian Gasoline dipasarkan dengan harga normal Rp408 juta, sedangkan varian i-DM PHEV dibanderol senilai Rp558 jutaBerapa kapasitas baterai Jetour T1 i-DM dan berapa lama durasi pengisian dayanya?
Varian i-DM menggunakan baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh bersertifikasi kedap air IP68. Menggunakan ekosistem DC Fast Charging, pengisian daya dari 30% hingga 80% hanya membutuhkan waktu sekitar 27 menitHarganya keduanya terpaut jauh. Untuk Jetour T1 i-DM dilabeli Rp558 juta, sementara Jetour T1 gasoline Rp408 juta. Untuk 1.000 konsumen pertama, Jetour memberikan harga istimewa. Korting Rp20 juta jadi Rp538 juta untuk T1 i-DM dan Rp388 juta untuk T1.
Celah harga yang cukup besar itu memang bisa dinilai dari teknologi ditawarkan. Bagi yang gemar road trip, varian i-DM tentu layak dipilih karena punya daya jelajah lebih tinggi dibandingkan versi ICE. Tapi bukan berarti varian ICE tidak cocok, semua kembali lagi ke kebutuhan dan dana yang dimiliki. Lagipula keduanya dilengkapi fitur berlimpah sehingga sama-sama punya value tinggi. Kalau bingung pilih yang mana, kami akan jabarkan apa saja perbedaan dan persamaan mereka.
Eksterior, Dimensi dan Sasis
Area eksterior bisa dibilang menjadi sektor yang paling kembar di antara kedua mobil ini. Jetour memberikan kelengkapan visual nyaris sama tanpa ada pemangkasan fitur estetika. Baik varian Gasoline maupun i-DM sudah dilengkapi Horizon Light Bar Grille yang futuristis, serta lampu kabut yang memiliki fungsi pencahayaan sudut (Foglight with Cornering Light Function).
Foto: OTO/ChybillKenyamanan berkendara juga didukung oleh penggunaan Double-Layer Acoustic Glass pada kaca jendela baris pertama dan kedua, lengkap dengan kemampuan menolak sinar UV hingga 99%. Tampilannya memang ganteng seperti T2. Pantas mendapat penghargaan desain bergengsi dari Red Dot Design Award 2024.
Secara basis rancang bangun, kedua varian Jetour T1 berbagi konstruksi identik dengan sasis monokok kokoh yang memanfaatkan 80% baja berkekuatan tinggi (High-Strength Steel). Ketika melihat fisiknya, Anda tidak akan menemukan perbedaan ukuran karena keduanya memiliki panjang 4.705 mm, lebar 1.967 mm, tinggi 1.843 mm, serta jarak sumbu roda (wheelbase) 2.800 mm. Jarak pijak roda depan dan belakangnya pun sama persis, masing-masing di angka 1.690 mm dan 1.700 mm, begitu juga dengan sudut datang (approach angle) yang berada di angka 28°.
Foto: OTO/SetionoPerbedaan baru terlihat saat kita mengintip kolong bodi dan sudut buritan mobil. Varian ICE memiliki jarak terendah ke tanah (ground clearance) setinggi 200 mm, sedikit lebih tinggi dibandingkan varian i-DM yang berada di angka 190 mm karena adanya penyesuaian penempatan komponen baterai hybrid. Uniknya, meski lebih rendah, T1 i-DM justru memiliki sudut pergi (departure angle) yang lebih lebar sebesar 33°, sementara T1 di angka 29°.
Beda fisik lainnya, bisa cek ukuran pelek. Varian Gasoline dibekali pelek berukuran 18-inci yang dibalut ban profil 235/65 R18. Sementara itu, untuk mengimbangi bobot dan performa instan dari sistem hybrid, varian i-DM naik kelas menggunakan pelek 19-inci dengan ban 235/60 R19 yang sudah mengadopsi teknologi Run Flat Tire (RFT).
Interior
Masuk ke kabin, banyak persamaan fungsional seperti jok kulit sintetis premium, sistem penyejuk udara (AC) dengan filter PM2.5, wireless charging berdaya 50 Watt, serta ketersediaan sepasang port USB dan Type-C.
Foto: OTO/ChybillNamun, varian i-DM bertabur fitur jauh lebih mewah. Jika versi ICE hanya dibekali layar head unit 12.8 inci, audio 8 speaker, dan ambient light satu warna (Ice Blue), maka varian i-DM punya layar masif 15.6 inci berprosesor Snapdragon 8155, sistem audio 9 speaker dari Sony, serta ambient light 64 warna.
T1 i-DM juga mendapatkan atap Panoramic Skyroof seluas 64 inci, tuas transmisi bermaterial kristal (Crystal Gear Knob), fitur 24 Hour Parking AC Mode, hingga sandaran kaki elektrik khusus penumpang depan (Passenger Power Leg Rest). Bahkan untuk pengaturan kursi elektrik serta fitur memori kursi dan pendingin jok (ventilated & memory seats) sudah tersedia lengkap di kedua sisi depan varian i-DM, sedangkan T1 hanya menyediakan pengaturan elektrik di sisi pengemudi dan absen fitur memori. Sebaliknya, tuas Paddle Shift justru hanya bisa Anda temukan di T1 ICE saja.
Jantung Mekanis
Dari sektor performa, kedua mobil berbeda total meskipun persamaannya adalah masih mengandalkan mesin bensin 1.500 cc Turbo tipe TGDI. Dan untungnya, spesifikasi bahan bakar minimal cukup RON 92.
Mesin Jetour T1 i-DM, Foto: OTO/ChybillJetour T1 bergerak menggunakan mesin konvensional dengan rasio kompresi 11.6:1 yang mampu memproduksi tenaga sebesar 170 PS dan torsi 270 Nm. Keseluruhan daya disalurkan melalui transmisi otomatis kopling ganda jenis basah (7DCT).
Di sisi lain, varian i-DM mengadopsi sistem Plug-in Hybrid dengan mesin yang dirancang khusus untuk ekosistem elektrifikasi (Dedicated Hybrid Engine) ber-rasio kompresi 12:1. Mesin bensinnya disetel lebih rendah di angka 136 PS dan torsi 220 Nm. Namun, kekurangan tenaga tersebut ditutup oleh kehadiran motor listrik yang mampu menyemburkan daya mandiri sebesar 204 PS dan torsi instan 310 Nm.
Sebagai penyalur daya, varian hybrid mengandalkan transmisi khusus Dedicated Hybrid Transmission (1DHT). Lalu disokong oleh baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) berkapasitas 18,4 KWh. Dikenal memiliki tingkat stabilitas tinggi dan tidak mudah panas. Menariknya, komponen baterai sudah mengantongi sertifikasi IP68. Urusan pengisian ulang daya juga praktis. Jetour T1 i-DM sudah mendukung ekosistem DC Fast Charging. Pengisian dari kondisi 30% hingga 80% hanya sekitar 27 menit. Sementara untuk mengisi normal pakai AC Slow Charging dari 30% ke 100%, butuh waktu sekitar 180 menit.
Racikan Suspensi dan Fitur Keselamatan
Untuk urusan kenyamanan berkendara dan redaman jalanan, Jetour tidak membeda-bedakan racikan dasarnya. Kedua varian kompak mengandalkan suspensi depan jenis MacPherson dan suspensi belakang Multi-Link Independent. Kemudian dikombinasikan dengan sistem pengereman cakram berventilasi (Ventilated Disk Brake) di seluruh roda.
Foto: OTO/SetionoDari aspek keselamatan pasif dan aktif standar, Jetour memberikan proteksi setara. Kedua mobil ini sudah dipersenjatai dengan 6 buah Airbags, sistem pemantau tekanan ban (TPMS), dudukan kursi anak ISOFIX, serta paket rem lengkap mulai dari ABS, EBD, BAS, TCS, ESC, hingga Electronic Parking Brake (EPB). Perbedaan kecil dari peranti standar ini hanya daria sensor parkir. Varian ICE hanya ada di bagian belakang (Rear Parking Radar), sementara i-DM sudah mencakup bagian depan dan belakang.
Beruntung Jetour tetap membekali kedua varian dengan paket ADAS. Fitur Intelligent Driving Assistant Level 2 mencakup teknologi radar lengkap mulai dari Adaptive Cruise Control (ACC), Lane Keeping Assist (LKA), Blind Spot Detection (BSD), Forward/Rear Collision Warning (FCW/RCW), hingga sistem kamera pemantau 540° JETOUR Surround Vision.
Garansi dan Pilihan Warna
Terakhir, untuk urusan layanan purnajual dan personalisasi tampilan, Jetour menyamakan perlakuannya secara adil. Kedua varian mendapatkan keuntungan jaminan berupa Unlimited Kilometers atau Garansi Kendaraan dan Mesin selama 6 tahun. Khusus baterai T1 i-DM mendapat garansi 8 tahun atau 160.000 km.
Foto: OTO/ChybillOpsi kelir bodi standar yang bisa dipilih pun serupa, mulai dari warna Sand Gold, Aviation Silver, Carbon Crystal Black, hingga White. Jika konsumen menginginkan warna ikonik Tech Green, kedua varian sama-sama dikenakan biaya tambahan sebesar Rp10 juta. (ODI)
Baca Juga:
Tambah Lini SUV, Jetour Resmi Meluncurkan T1 di Indonesia
Jetour T1 dan T2 PHEV Terdaftar di Indonesia, NJKB Tipe Terendah Rp170 Juta
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
-
Jelajahi Jetour T1
Model Mobil Jetour
Jangan lewatkan
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Unggulan Jetour
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Bandingkan & Rekomendasi
Jetour T1
Rp 408 - 558 Juta
Tulis Review
Harga Jetour T1
|
|
Jenis Bahan Bakar
Bensin
|
|
Mesin
1498
|
|
Tenaga
168
|
|
Torsi
220 Nm
|
|
Ground Clearance
190 mm
|
|
Tempat Duduk
5
|
|
Jenis Transmisi
DCT
|
|
|
Tren SUV
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Artikel Mobil Jetour T1 dari Carvaganza
Artikel Mobil Jetour T1 dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature