Industri Kaca Angkat Bicara Terkait Kebijakan Impor 105.000 Unit CBU dari India
Mereka meminta impor CBU ditinjau ulang, karena berpotensi berdampak di industri kaca
Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman (AKLP) juga menyoroti rencana impor 105.000 mobil India. Mereka menilai, pengadaan barang secara (completely built up/CBU) perlu dianalisis secara komprehensif. Yakni dengan mempertimbangkan struktur dan kapasitas industri komponen domestik. Salah satu sektor yang berpotensi terdampak adalah industri kaca pengaman untuk kendaraan bermotor. Termasuk industri kaca lembaran sebagai pemasok bahan baku utama.
KEY TAKEAWAYS
Apa dampak utama impor 105.000 mobil India terhadap industri kaca lokal?
Impor tersebut berpotensi mengurangi permintaan kaca pengaman otomotif nasional hingga 10 persen pada tahun 2026Berapa tingkat utilisasi pabrik kaca pengaman mobil di Indonesia saat ini?
Tingkat utilisasi saat ini baru mencapai 42 persen dari total kapasitas 2,25 juta set kaca per tahun, sehingga masih banyak ruang produksi yang tidak terpakaiUntuk diketahui, industri kaca lembaran nasional saat ini memiliki kapasitas terpasang 2,9 juta ton/tahun yang dioperasikan oleh empat perusahaan. Adapun jumlah atau tingkat utilisasi produksi mencapai 66,9 persen pada 2025. Di sisi hilir, sepuluh perusahaan kaca pengaman untuk kendaraan bermotor memiliki kapasitas terpasang 90.293 ton/tahun. Ini setara 2,25 juta set kaca pengaman untuk kendaraan bermotor roda empat atau lebih. Kemudian punya tingkat utilisasi sebesar 42 persen. Kapasitas produksi industri kendaraan bermotor roda 4 atau lebih 2,59 juta unit/tahun. Struktur ini menunjukkan bahwa kapasitas produksi nasional masih memiliki ruang optimalisasi yang signifikan.
Berpotensi Mengurangi Permintaan Kaca untuk Kendaraan 10 Persen
Kaca lembaran domestik merupakan input utama dalam produksi kaca pengaman otomotif. Sehingga permintaan kendaraan bermotor di dalam negeri memiliki keterkaitan langsung terhadap kinerja sektor hulu dan hilir industri kaca. Dalam konteks ini, kebijakan impor kendaraan secara CBU sejumlah 105.000 akan mengurangi sekitar 10 persen. Tepatnya dari permintaan terhadap permintaan kaca pengaman untuk kendaraan bermotor untuk memasok produksi kendaraan bermotor untuk mencapai produksi 1 juta unit pada tahun 2026.
Lalu dari aspek regulasi dan standardisasi. Industri kaca pengaman otomotif sebetulnya telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) 8210:2018 yang diberlakukan wajib melalui Permenperin No. 15 Tahun 2025. Selain itu, produk kaca pengaman kendaraan bermotor telah memiliki sertifikat Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dengan nilai rata-rata di atas 50 persen. Hal ini mencerminkan kontribusi nyata terhadap penciptaan nilai tambah domestik serta penguatan struktur industri nasional. Mutu kaca pengaman untuk kendaraan bermotor nasional juga diakui global dengan diekspornya otomotif CBU maupun suku cadang.
Lebih Memilih Skema IKD Ketimbang CBU
Mereka juga menjabarkan pandangan lain. Apabila kebijakan impor tetap diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pasar atau pertimbangan tertentu. Maka pendekatan yang lebih selaras dengan penguatan industri dalam negeri adalah melalui cara incomplete knock down (IKD). Skema ini memungkinkan impor komponen yang belum diproduksi atau belum memiliki daya saing memadai di dalam negeri. Sembari mempertahankan aktivitas perakitan dan penggunaan komponen lokal yang telah tersedia kapasitasnya. Termasuk kaca pengaman untuk kendaraan bermotor nasional.
“Dengan demikian, kebijakan impor yang dirancang secara selektif dan berbasis struktur kapasitas industri. Bakal lebih efektif dalam menjaga kesinambungan sektor kaca lembaran dan kaca pengaman untuk kendaraan bermotor. Sekaligus mendukung agenda peningkatan nilai tambah dan industrialisasi nasional secara berkelanjutan,” terang Yustinus H. Gunawan, Ketua Umum Asosiasi Kaca Lembaran dan Pengaman. (OTO)
Baca Juga:
Kadin Indonesia Serukan Pembatalan Impor 105.000 Mobil untuk Koperasi Merah Putih
Jual mobil anda dengan harga terbaik
Pembeli asli yang terverifikasi
IIMS 2026
Tren & Pembaruan Terbaru
- Terbaru
- Populer
Anda mungkin juga tertarik
- Berita
- Artikel feature
Mobil Pilihan
- Terbaru
- Yang Akan Datang
- Populer
Video Mobil Terbaru di Oto
Artikel Mobil dari Carvaganza
Artikel Mobil dari Zigwheels
- Motovaganza
- Tips
- Review
- Artikel Feature