jakarta-selatan
kali dibagikan

Hyundai Kembangkan Prototipe RM19, Calon Senjata Kencang Bermesin Tengah

  • 07 Des, 2019
  • 1122 Kali Dilihat

Hyundai menyiapkan senjata baru untuk merasuki ranah sportscar mesin tengah. Mendukung tahap pengembangan adalah RM19, sebuah laboratorium berjalan dengan tubuh Veloster. Keberadaan prototipe ini, menggambarkan keseruan N Performance di masa depan. Termasuk calon kepala suku brutal asal Korea.


Hyundai RM19


RM19 bukanlah purwarupa untuk menampilkan wajah baru atau apapun itu menyoal desain. Ia dibangun khusus mengembangkan potensi dasar line up performa tinggi ke depannya. Sesuai namanya, Racing Midship, hampir seluruh organ dalam Veloster direlokasi. Jantung pindah ke belakang kabin, sementara radiator dan tangki bensin mengisi ruang depan demi keseimbangan bobot. Komposisi ini mengingatkan kembali spesies Grup B era 80an MG Metro 6r4.


Jantung pacu merupakan unit empat silinder 2.000 cc turbo. Ekstraksi daya terbilang fantastis untuk ukuran empat ruang bakar, diklaim sebesar 390 hp. Namun Hyundai Motorsport Calibration Engineer, Alberto Iob, berpendapat lain. Ia menuturkan RM19 sanggup gelontorkan lebih dari 400 hp. Semua ini berkat sokongan turbo besar Mercedes-AMG A45. Sebagai penghubung tenaga ke roda belakang, RM19 memanfaatkan transmisi sequential 6 percepatan dari mobil balap TCR.


Sisi visual sama sekali tidak mengisyaratkan model umum. Sepatbor melar, mencuat tanpa mengalirkan lekuk bawaan. Aura agresif terpancar oleh guratan bumper yang selaras rancangan wide body. Juga diperkuat spoiler tinggi, memanfaatkan komposit serat karbon campur kevlar. Kanal udara masuk mengganti peran kaca belakang, lengkap penyemprot air ke intercooler. Agar tetap dapat bernapas lega, persis di belakang pintu pengemudi dibuat lubang menuju intake.



Niatan untuk memproduksi mobil sport bermesin tengah sudah dikonfirmasi Hyundai. Meski begitu, mereka belum mencapai persetujuan. Diungkapkan bos High Performance Vehicle and Motorsport Division, Thomas Schemera, jika telah disetujui pun masih perlu waktu tiga sampai empat tahun lagi hingga resmi mengaspal. Lantaran mereka wajib mengembangkan platform modular agar dapat digunakan Hyundai, Kia dan Genesis.


Adaptasi teknologi juga menjadi bahan pertimbangan. Selain untuk berbagi, pengembangan platform diarahkan kepada ragam jantung pacu mulai dari hybrid, elektrik sampai fuel cell.


“Sangat menantang merancang mobil ini dengan banderol $35.000 hingga $45.000. Untuk Genesis paling masuk akal di titik $50.000 sampai $80.000. Ini dapat menjadi strategi berkompetisi dengan Corvette, namun belum ada keputusan apapun.” Ujar Schemera


Purwarupa mobil balap ini memang ditujukan untuk menguji konfigurasi yang baru mereka geluti. Rupa produk jadi masih misteri. Yang dapat dilakukan saat ini baru sebatas menduga-duga. Mungkin menciptakan produk senada Renault 5 Turbo dan Clio V6, atau bisa jadi malah meracik sportscar tandingan Corvette. (Krm/Odi)


Sumber: Carscoops, Caranddriver


Baca Juga: Hyundai Disinyalir Punya Seri N Performance pada SUV dan EV Baru Selain Tucson

Promo Populer di Jakarta Selatan

Video Mobil Terbaru di Oto
  • Mercedes Benz C180 | First Impression | Sedan...
    • 20 Jan, 2020
    •  
  • Mitsubishi Xpander Cross vs Honda BR V |...
    • 16 Jan, 2020
    •  
  • New Suzuki Baleno | First Impression | Apa...
    • 20 Des, 2019
    •  
  • Toyota Supra GR Sport | First Drive |...
    • 13 Des, 2019
    •  
  • Toyota Sienta 2019 | Jakarta Coffee Paradise |...
    • 04 Des, 2019
    •  
  • Mazda 2 & Mazda CX 5 2019 |...
    • 25 Nov, 2019
    •  

Mobil Populer

  • Populer
  • Terbaru
  • Yang Akan Datang
  • Komparasi