Hyundai Belum Tertarik Bawa Santro ke Tanah Air

Hyundai Belum Tertarik Bawa Santro ke Tanah Air

Ramainya segmen low cost green car (LCGC) tak membuat PT Hyundai Mobil Indonesia (HMI) tergiur. Padahal di pasar India, mereka punya mobil murah meriah, namanya Hyundai Santro. Mobil yang bisa dihadapkan langsung dengan Brio Satya, Daihatsu Ayla atau LCGC lain yang beredar di Indonesia.

Untuk mengonfirmasi hal ini, kami menanyakan Hendrik Wiradjaja, Deputy Marketing Director HMI, yang menjawab; “Untuk Santro, kami belum tertarik membawanya. Permasalahan LCGC, diharuskan punya pabrik dan memiliki kandungan lokal 90%. Selain itu, bermain di segmen LCGC bukan hal mudah. Lawan mainnya merek-merek besar, dan mereka berlomba-lomba setiap menjual mobilnya. Kami rasa tidak ke sana arahnya.”

Santro, kini dijual khusus untuk pasar India, hanya dibanderol Rp 70jutaan. Selain ekonomis, tampilannya cukup menarik. Bagi Anda yang bosan dengan LCGC Jepang, mestinya ia bisa dijadikan alternatif. Dimensi totalnya (P x L xT) 3610 x 1645 x 1560. Maka dari itu cukup pantas dihadapkan dengan Daihatsu Ayla dan Brio Satya.

Mungkin bagian luar tak seunggul mereka. Tapi untuk ukuran mobil murah, menurut kami interiornya paling eksklusif. Desainnya sama sekali tidak murahan. Hadir panel-panel dengan aksen sewarna bodi maupun alumunium, untuk memberi kesan mewah. Layar LCD juga sudah tertanam rapi di tengah dashboarnya. Yang lebih menarik, Ventilasi AC hadir hingga baris kedua. Jarang sekali ditemukan di mobil kompak seperti ini.

Untuk jantung pacunya, tidak begitu spesial. Mirip-mirip dengan kelas LCGC lain dengan bekalan mesin 1.1-liter 4-silinder SOHC (69PS). Dengan semua rancang bangun dan harga yang ekonomis ini, mengapa Hyundai masih tidak tertarik?

Hendrik menambahkan, “Memang harga di India murah, tapi saat masuk ke Indonesia banderolnya bisa melonjak jauh ke angka Rp 100 jutaan. Begini, jika dimasukkan, Hyundai akan mengimpor utuh Santro dari India. Dan hal itu tidak mudah. Lalu perhitungan dimulai dari biaya pajak bea masuk, balik nama dan lainnya. Setelah dijumlahkan, harganya bisa mencapai Rp 150 juta. Artinya, Santro tak cukup kompetitif dijual di sini. Belum lagi diperlukan investasi yang besar guna melawan merek-merek besar tadi.”

Jika harganya segitu saat masuk Indonesia, cukup masuk akal mengapa Hyundai tak tertarik. Walaupun punya desain eksterior dan interior yang atraktif, nyatanya Santro belum cukup kuat untuk bersaing di kelas LCGC. (Hlm)

Baca Juga: Industri Otomotif Targetkan Ekspor 400 Ribu Unit di 2019

GIIAS 2021

Anda mungkin juga tertarik

  • Yang Akan Datang

Video Mobil Terbaru di Oto

Oto
Tonton Video Mobil