Di Tengah Pandemi, Ekspor CBU Suzuki Alami Kenaikan

Di Tengah Pandemi, Ekspor CBU Suzuki Alami Kenaikan

Tahun ini cukup berat bagi industri otomotif Tanah Air. Adanya pandemi membuat performa penjualan kendaraan merosot tajam. Pabrikan perlu berpikir keras menemukan strategi tepat, untuk menggenjot kembali minat konsumen domestik. Walau begitu, prestasi cukup membanggakan ditorehkan Suzuki untuk aktivitas ekspor.


Mereka mampu menaikkan jumlah ekspor cukup signifikan dibanding tahun lalu. Meski memang prediksi awalnya dapat melebihi dari angka yang dicapai saat ini. Suzuki sendiri melakukan ekspor produk CBU (Completely Built Up) ke beberapa negara di Asia, Timur Tengah, Amerika Selatan, Karibia dan Oceania. Dibanding tahun lalu selama periode Januari hingga Mei, terjadi peningkatan 22%.


Baca Juga: Suzuki Auto Value Gelar Program Khusus Trade-in Dapat Cashback


“Sebetulnya kami optimistis pertumbuhan ekspor mobil CBU Januari-Mei bisa lebih tinggi. Tapi mengingat saat ini kita dihadapkan pada pandemi COVID-19 dan penurunan produktivitas dari berbagai sektor, angka itu adalah pencapaian positif,” terang Aris Yuliyantoro, Assistant Dept. Head Production Planning Control PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dalam keterangan resmi.


Suzuki Carry sokong jualan sepanjang 2019


Adapun model yang paling banyak berkontribusi masih dipegang All New Ertiga. Tercatat sebanyak 7.880 unit dikirim. Untuk varian paling diminati dari MPV andalan Suzuki ini adalah GX bertransmisi otomatis. Kemudian diikuti GL AT. Sementara pikap yang mampu mendukung aktivitas komersial, New Carry menjadi penyumbang terbesar kedua. Sebanyak 3.339 unit yang terbagi menjadi unit dengan bak dan sasis saja.


Suzuki XL7 mengikuti di belakang. Low SUV yang baru meluncur Februari lalu mampu menarik minat global. Sebagai crossover, dapat diandalkan dalam berbagai kebutuhan. Termasuk melintasi jalan berkondisi kurang memadai. Sebanyak 2.169 unit telah dikapalkan ke Asia, Amerika Selatan dan Karibia. Varian Beta menjadi terpopuler.


Capaian ini didukung pertumbuhan ekonomi yang tetap positif pada 2020. Hal itu diungkapkan International Monetary Fund (IMF), memperkirakan Indonesia menjadi salah satu negara yang mampu bertahan, meski terpapar wabah COVID-19. Pandangan ini pun turut mendorong merek yang telah menawarkan 9 model di Indonesia, untuk menambah destinasi tujuan ekspor. Targetnya lebih dari 50 negara.


“Peningkatan ekspor ini membangun optimisme Suzuki, untuk kembali beroperasi setelah menghentikan sementara kegiatan pabrik. Saat ini pasar internasional dalam masa pemulihan, dan untuk memenuhi permintaan ekspor, secara bertahap kami kembali berproduksi. Tentu dengan menerapkan Suzuki Hygiene Commitment dan protokol kesehatan dari Pemerintah. Kami harap industri otomotif dan lainnya cepat pulih dan bangkit bersama agar bisa memberikan kontribusi positif untuk Indonesia,” tutup Aris. (Hfd/Odi)


Baca Juga: Penjualan Suzuki APV Naik, Peminat Terbesar dari Sektor Kesehatan

      • Overview
      • Tentang Kami
      • Kontak Kami
      • Others
      • Kebijakan Privasi
      • S&K
      • Dapatkan di Google Play
      • Tersedia di App Store